7cloud.asia – Aktivis HAM, Petrus Hariyanto mengecam pernyataan Prabowo Subianto yang meminta maaf kepada ketua Partai Prima, Agus Jabo dan mantan ketua umum Partai Rakyat Demokratik (PRD), Budiman Sujatmiko.
“Sangat memprihatinkan seorang calon presiden dengan terbuka menganggap enteng praktek-praktek pelanggaran HAM masa lalu,” kata Petrus dalam rilis yang diterima 7cloud.asia pada Senin (29/01/2024).
Menurutnya mantan Danjen Kopassus tersebut tak merasa berdosa. Dengan meminta maaf sambil bercanda menunjukkan bahwa persoalan HAM dianggap lelucon dan sesuatu yang remeh.
“Tak layak dia menjadi pemimpin Indonesia kedepan,” tegas mantan sekjen PRD ini.
Baca: Prabowo-Gibran tak layak dipilih
Bahkan, lanjut Petrus, menjadi calon presiden pun Prabowo juga dianggap tidak layak.
Petrus menjelaskan Prabowo sosok jenderal yang dinyatakan bersalah melakukan penculikan aktivis dan diberhentikan dari dinas militer oleh Dewan Kehormatan Perwira tahun 1998.
“Seharusnya dia (Prabowo) diadili dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, termasuk mengembalikan 13 aktivis yang belum kembali,” katanya.
Sementara itu menanggapi response Budiman dan Agus yang tertawa membalas permintaan maaf Prabowo, Petrus menyatakan kekecewaannya.
“Sama saja mereka berdua tidak mempersoalkan sisi gelap dari Prabowo. Mereka memang telah menjadi penjilat dan pencuci dosa Prabowo Subianto,” ungkap Petrus.
Baca: Aktivis HAM tagih janji Presiden Jokowi
Seperti yang diberitakan sebelumnya, dalam acara “Suara Muda Indonesia untuk Prabowo-Gibran” Prabowo dengan bercanda menyampaikan maaf kepada Agus dan Budiman.
Agus Jabo dan Budiman Sujatmiko adalah aktivis PRD yang dahulu sering dikejar-kejar aparat rezim orde baru.
Prabowo saat itu sering melakukan tindak kekerasan terhadap para aktivis yang menentang rezim orde baru.
Menanggapi permintaan maaf tersebut, Agus dan Budiman tampak tertawa dan mengangguk.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply