7cloud.asia – Manusia yang masih memiliki mental merusak adalah musuh alam sebenarnya. Karena itu, hal yang paling utama adalah menata mental individu agar sadar lingkungan.
Penjelasan ini disampaikan oleh Aktris dan aktivis lingkungan Prisia Nasution dalam diskusi dengan tema Ibu Kota Nusantara dan Investasi untuk Alam di acara Nusantara Fair, Jakarta.
“Jadi di yayasan berpikir kita betulin dulu manusianya dulu supaya jangan merusak tapi kita justru memperbarui dan membantu jadi yang dibetulin diawal mentalnya dulu,” jelas Prisia seperti yang dilansir Antaranews.
Menurut pemain film yang bergerak di NGO (non-government organization) bidang lingkungan dan hewan ini, manusia merupakan “musuh”.
Tetapi hanya manusia sendiri yang dapat melakukan perubahan untuk memperbaiki alam.
Baca: Ganjar Pranowo bertemu Emil Salim
Untuk membentuk mental individu yang sadar akan lingkungan, yayasan Kopi Panas yang dibina Prisia juga kerap menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) untuk mengatasi kesehatan mentalnya.
Tak hanya itu, ia juga mendukung perubahan kebiasaan bagi masyarakat yang melakukan kegiatan membagikan makanan untuk mengganti kemasan makanan yang lebih sustainable.
Misalnya daun pisang daripada menggunakan plastik yang mencemari lingkungan.
Pihaknya juga terus melakukan edukasi untuk menerapkan konsep green water atau hemat menggunakan air, green energy untuk menghemat penggunaan listrik elektrik.
Selain itu, ia juga melakukan edukasi untuk green transportation dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan green consumption agar sampah limbah tidak berlebih.
Baca: Aktivis lingkungan sesalkan debat cawapres tak bahas sampah
“Kita juga harus aware apa yang dipakai, semoga gak jadi sampah limbah yang terlalu berlebih, jadi itu yang coba pelan-pelan dibangun,” ujarnya.
Terkait dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengusung konsep keberlanjutan dan kota hijau, Prisia berharap ada edukasi tentang gaya hidup hijau (green living).
Gaya hidup tersebut hendaknya mulai diterapkan dari hulu hingga hilir dan menjadi sebuah kebiasaan.
Prisia berharap IKN tidak ikut tergerus dengan industri yang merusak lingkungan dan menjadikan hutan Indonesia tetap sebagai paru-paru dunia dan contoh untuk kota berkelanjutan.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply