Metode 4P untuk Membangun Narasi Kampanye Lingkungan dan Perubahan Iklim

Written by

in

7cloud.asia – Tulisan ini masih tentang pendekatan apa yang paling pas guna memberdayakan politikus dalam mengampanyekan isu lingkungan dan perubahan iklim.

Penelitian yang dilakukan Monash University mengungkap, sebagian politikus mulai sadar akan pentingnya peran mereka dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.

Tim yang terdiri dari Garnita Mulyani (Research Assistant) Derry Wijaya, (Associate Professor of Data Science) dan Ika Karlina Idris (Associate Professor)mengenalkan metode 4P untuk mengampanyekan isu lingkungan dan perubahan iklim.

“Kami juga menganggap pendekatan model pemasaran politik 4P layak digunakan dalam mengampanyekan isu lingkungan dan perubahan iklim,” demikian laporan penelitian yang dimuat di The Conversation.

Baca: Upaya ‘menjual’ isu lingkungan dan perubahan iklim saat kampanye

Pendekatan 4P ini dicetuskan oleh pakar psikologi sosial dan pemasaran politik dari Maria Curie-Sklodowska University, Wojciech Cwalina, pada 2015.

Model 4P tersebut mencakup pendekatan produk (product), pemasaran dorong (push marketing), pemasaran tarik (pull marketing), dan jajak pendapat (polling).

Dalam konteks isu lingkungan dan perubahan iklim, produk dapat berupa komitmen politik, misalnya komitmen politik terkait rencana energi terbarukan.

Sementara itu, push marketing artinya strategi pemasaran yang melibatkan langsung pemilih atau audiens melalui berbagai saluran komunikasi.

Baca: Program lingkungan tiga pasangan capres dan cawapres

Bentuk dari push marketing dapat berupa optimalisasi media sosial dalam menyebarluaskan produk atau narasi terkait isu lingkungandan perubahan iklim terkait rencana energi terbarukan tersebut untuk menjaring lebih banyak pemilih di kelompok usia muda.

Push marketing juga perlu ditunjang oleh pull marketing. Pendekatan ini bertumpu pada strategi untuk menarik minat publik secara organik.

Misalnya, usaha menarik perhatian media melalui seruan kampanye yang agresif meskipun bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang berlaku.

Elemen penting terakhir adalah polling atau jajak pendapat. Tujuannya untuk mengukur persepsi atau opini publik sebagai acuan dalam merancang narasi kampanye.

Baca: Agar transisi ke ekonomi hijau berjalan lebih cepat

Politikus, misalnya, dapat menghelat jajak pendapat secara rutin untuk mengetahui sentimen publik terhadap perubahan iklim dan mengukur efektivitas kampanye yang telah dilakukan.

Tanggung jawab untuk membangun kesadaran lingkungan dan perubahan iklim perlu dimulai dari sekarang.

FGD dan riset yang dilakukan timmonash Universiyu bertujuan untuk membuat isu perubahan iklim lebih merakyat sekaligus terakomodasi dalam kebijakan strategis di berbagai lini otoritas di Indonesia.

Pasalnya, isu perubahan iklim bukan sesuatu yang dapat ditangani hanya dengan satu kebijakan.

Baca: Berbagai sumber pembiayaan ekonomi hijau

Kiat-kiat ini pun kami buat bukan hanya menjadi bekal praktis, tapi juga untuk merangsang politikus agar melaksanakan tanggung jawabnya bekerja untuk kepentingan publik.

Dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungantelah terjadi dan telah dirasakan oleh Indonesia.

Politikus sebagai pembuat kebijakan memiliki tanggung jawab untuk mencari solusi atas krisis eksistensial yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

Disarikan dari artikel di The Conversation.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *