Warga di Gaza Hidup dalam Kengerian yang Mendalam, PBB Serukan Gencatan Senjata antara Israel-Hamas

Written by

in

7cloud.asia – Perang antara Israel dan Hamas makin intens di Gaza Selatan, pasca berakhirnya gencatan senjata antara keduanya.

Kepala urusan HAM PBB Volker Turk mengatakan, rakyat Palestina di Jalur Gaza hidup dalam “kengerian yang semakin dalam”, ketika ia menyerukan gencatan senjata mendesak antara Israel dan Hamas untuk mengakhiri penderitaan warga Gaza.

Dilansir VOA Indonesia, Turk mengatakan bahwa Gaza dalam kondisi kemanusiaan yang “apokaliptik” seperti ini, terdapat risiko tinggi terjadinya kejahatan keji.

“Warga sipil di Gaza terus menerus dibombardir oleh Israel dan dihukum secara kolektif menderita kematian, pengepungan, kehancuran dan perampasan kebutuhan paling penting manusia seperti makanan, air, pasokan medis yang menyelamatkan nyawa dan kebutuhan penting lainnya dalam skala besar,” ujarnya pada konferensi pers pada Rabu (6/12/2023).

Baca : Israel intensifkan serangan ke Gaza Selatan

“Warga Palestina di Gaza hidup dalam ketakutan yang mendalam.”

Ia mengatakan 1,9 juta dari 2,2 juta orang yang tinggal di daerah kantong Palestina telah mengungsi dan terpaksa tinggal di “tempat-tempat yang jumlahnya semakin berkurang dan sangat padat di Gaza Selatan, dalam kondisi yang tidak bersih dan tidak sehat”.

“Situasi bencana yang kita lihat terjadi di Jalur Gaza sepenuhnya dapat diperkirakan dan dicegah. Rekan-rekan saya dalam urusan kemanusiaan menggambarkan situasi ini sebagai sebuah bencana.”

“Dalam keadaan seperti ini, terdapat peningkatan risiko kejahatan keji,” kata komisaris tinggi PBB untuk urusan HAM itu.

“Sebagai langkah segera, saya menyerukan penghentian segera permusuhan dan pembebasan semua sandera.”

Baca: WHO ingatkan ancaman penyakit menular di Gaza

Turk mengatakan krisis HAM di Tepi Barat yang diduduki juga “sangat mengkhawatirkan”,

Dan ia menyerukan pihak berwenang Israel untuk segera mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri “impunitas yang meluas” atas berbagai pelanggaran.

Israel menyatakan perang terhadap Hamas setelah serangan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, menurut pihak berwenang Israel.

Dalam serangan ini, Hamas juga menyandera sekitar 240 orang disandera ke Gaza. Sebagian dari sandera ini telah dibebaskan saat gencatan senjata beberapa waktu lalu.  

Jumlah korban terbaru dari kantor media pemerintah yang dikelola Hamas mengatakan 16.248 orang di Gaza, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak, tewas.

Baca: WHO sebut setiap 10 menit 1 anak meninggal di Gaza

Israel telah berjanji untuk menghancurkan Hamas dan membebaskan 138 sandera yang masih ditahan setelah banyak orang dibebaskan dalam gencatan senjata yang berumur pendek.

“Semua pihak menyadari apa yang sebenarnya diperlukan untuk mencapai perdamaian dan keamanan bagi masyarakat Palestina dan Israel; kekerasan dan balas dendam hanya akan menghasilkan lebih banyak kebencian dan radikalisasi,” simpul Turk.

“Satu-satunya cara untuk mengakhiri penderitaan akumulatif ini adalah mengakhiri pendudukan dan mencapai solusi dua negara.”

Sumber: VOA Indonesia

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *