Integrasi Transportasi Publik di Jakarta, Kunci Penting Agar Masyarakat Tertarik Menggunakaannya

Written by

in

7cloud.asia – Irwan (55), seorang warga Jakarta mengeluhkan pembangunan sarana transportasi publik kereta api di Indonesia yang dinilainya kurang terintegrasi.

Ia mempertanyakan cetak biru pengembangan transportais publik, khususnya kereta api di Indonesia, yang menurutnya memunculkan tanda tanya besar. 

Ia mencontohkan kereta cepat Jakarta-Bandung Whoos yang tak benar-benar sampai ke pusat kota Bandung dan Jakarta.

Belum lagi lokasi stasiun kereta dan MRT, LRT yang sepertinya kurang direncanakan dengan baik dan tidak terintegrasi dengan transportasi publik lainnya, sehingga membuat pengguna kereta harus berjalan kaki cukup jauh. 

“Stasiun Sudirman misalnya, ada tiga stasiun tapi beda-beda lokasinya,” ujarnya saat berbincang dengan 7cloud.asia, beberapa waktu lalu

Baca: Mimpi Jokowi terkait integrasi moda transportasi di Jakarta

Irwan berharap ke depan pengembangan sarana transportasi publik, khususnya kereta bisa lebih terintegrasi sehingga memudahkan pengguna.

Integrasi intermoda mulai dari moda raya terpadu (MRT), lintas raya terpadu (LRT), hingga kereta cepat memang masih menjaid mimpi.

Integrasi ini dinilai penting untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna. Tak kurang Presiden Jokowi yang menekankan hal ini. 

Dikutip laman resmi Setkab beberapa waktu lalu, Jokowi mengatakan bahwa setelah MRT, LRT, kereta cepat, kereta bandara beroperasi maka bagaimana mengintegrasikan moda transportasi publik menjadi pekerjaan selanjutnya.

“Bagaimana mengitegrasikan ini dengan moda transportasi lainnya seperti Transjakarta, bus, taksi online, ojek online,” ujar Jokowi saat itu.

Baca: Stasiun Manggarai bakal jadi stasiun sentral, ini rencana besarnya

Ditambahkan, butuh sebuah sistem yang memudahkan sehingga masyarakat terdorong menggunakan transportasi publik. 

Untuk itu, Jokowi menekankan lima hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama, pembangunan infrastruktur penghubung antara moda transportasi satu dengan lainnya perlu dipercepat.

Jokowi pun memerintahkan agar pembangunan infrastruktur penghubung dipercepat seperti Jembatan penghubung antara LRT Halim dengan stasiun kereta cepat.

“Kemudian juga penghubung Stasiun Kereta Api Manggarai dengan Transjakarta, penghubung Stasiun Tanah Abang dengan Dukuh Atas,” ujarnya

Jokowi juga secara mendetil menekankan pentingnya untuk memastikan semua fasilitas itu memiliki penerangan, memiliki lampu jalan, dan bisa melindungi dari hujan.

Baca: Metamorfosa Jakarta melalui penataan transportasi publik

Jokowi juga meminta adanya kerja sama dan kolaborasi dengan penyedia transportasi yang mengantar sampai titik akhir tujuan sehingga masyarakat mendapatkan kemudahan dalam berganti-ganti moda transportasi.

 

Pendapat serupa diungkapkan Jakarta Properti Institute (JPI) yang menyebut dengan terintegrasinya moda transportasi Jakarta, warga Jakarta diharapkan beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan publik massal. 

Dilansir di laman resmi JPI, integrasi transportasi publik bisa didefinisikan sebagai proses yang bertujuan menjadikan perjalanan menggunakan berbagai moda transportasi menjadi lebih nyaman dan efisien.

Diterapkannya integrasi moda transportasi publik dapat memfasilitasi kemudahan dan kenyamanan perjalanan menggunakan dua atau lebih moda transportasi yang berbeda.

Baca: Salah kaprah pembangunan berkonsep TOD di Indonesia

Integrasi transportasi publik juga memudahkan penggunaan moda transportasi publik yang berbeda untuk perjalanan yang berbeda.

Integrasi transportasi merupakan salah satu indikator peningkatan kualitas sarana transportasi publik suatu kota.

Lantas bagaimana wujud integrasi transportasi di publik Jakarta? Ini ditandai oleh integrasi TransJakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan KRL Commuterline.

Integrasi transportasi publik di Jakarta juga meliputi integrasi jalur, halte dan stasiun, metode pembayaran, serta tarif integrasi.

Hanya saja, tarif KRL belum terintegrasi dengan moda transportasi publik lain yang disebutkan di atas.

 

Baca: Naik transportasi publik berarti membantu tercapainya pembangunan berkelanjutan

Salah satu contoh bentuk integrasi transportasi publik di Jakarta adalah adanya bus TransJakarta dari berbagai koridor yang telah melintas Stasiun MRT Jakarta, baik jalur layang maupun bawah tanah. 

Hal ini menentukan kemudahan dan kenyamanan penumpang dalam berganti moda transportasi sepanjang jalur MRT Jakarta. 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *