7cloud.asia – TikTok telah mengadakan pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan e-commerce di Tanah Air tentang kemungkinan untuk menjalin kemitraan.
Pembicaraan ini terjadi sebulan setelah pemerintah melarang TikTok untuk menyelenggarakan belanja online, karena ijinnya adalah media sosial.
Dilansir VOA Indonesia, TikTok telah berbicara dengan lima perusahaan e-commerce, termasuk Tokopedia, Bukalapak dan Blibli, kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki, Senin (13/11/2023).
“Beberapa perusahaan e-commerce di Indonesia telah berbicara dengan TikTok,” katanya dalam sebuah wawancara, mengutip apa yang dikatakan oleh para eksekutif perusahaan tersebut kepadanya.
Baca: Alternatif setelah TikTok dilarang jualan online
Kementerian Perdagangan Indonesia, Oktober lalu resmi melarang Tiktok menyelenggarakan belanja online untuk melindungi pedagang kecil dan memastikan perlindungan data pengguna.
Kebijakan ini merupakan pukulan telak bagi TikTok yang terpaksa menutup layanan e-commerce TikTok Shop. TikTok memiliki 125 juta pengguna di Indonesia.
Namun, menurut VOA Indonesia juru bicara TikTok Indonesia tidak bersedia memberi komentar. Demikian juga dengan Tokopedia.
Sementara perwakilan Bukalapak mengatakan perusahaannya tidak mengetahui pembicaraan tersebut. Blibli tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Baca: TikTok resmi dilarang lakukan transaksi online, ini alasan pemerintah
TikTok dan YouTube sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Meta dalam mengajukan izin e-commerce di Indonesia setelah negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu melarang belanja online di platform media sosial.
Aplikasi TikTok yang dimiliki oleh raksasa teknologi China, Bytedance, juga sedang melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemain e-commerce lokal, tambah mereka.
Teten, salah satu kritikus paling gigih terhadap TikTok Shop sebelum larangan tersebut diberlakukan, mengatakan bahwa ia ditugaskan oleh Presiden Jokowi untuk merumuskan aturan mengenai e-commerce.
Baca: Bikin UMKM kalah bersaing, alasan pemerintah larang TikTok Shop
Ia berencana bertemu dengan Chief Executive TikTok Shou Zi Chew akhir bulan ini. “Saya ingin mereka berkomitmen untuk memiliki bisnis berkelanjutan yang tidak merugikan produk UKM dalam negeri,” ujarnya.
Teten juga mengatakan, dirinya telah mengusulkan pengaturan lebih lanjut mengenai arus barang impor ke dalam negeri, namun tidak merinci lebih lanjut.
TikTok, YouTube, Meta Incar Lisensi E-Commerce di Indonesia. Sebelum dilarang melakukan belanja online, TikTok Shop mengirim sekitar 3 juta paket setiap hari di Indonesia, kata sejumlah sumber.
Baca: Pedagang Pasar Tanah Abang keluhkan sepinya pembeli
Pasar e-commerce Indonesia diperkirakan tumbuh sekitar 160 miliar dolar AS pada tahun 2030 dari 62 miliar dolar pada tahun ini.
Angka ini dirilis laporan ekonomi internet Asia Tenggara yang diterbitkan bersama oleh Google, Singapura Temasek Holdings, dan perusahaan konsultan Bain & Co.
Pemain e-commerce besar lainnya di Indonesia mencakup Shopee dan Lazada.
Sumber: VOA Indonesia

Leave a Reply