Perkenalkan, Homalomena Lingua-felis Spesies Baru Araceae Temuan Peneliti BRIN

Written by

in

7cloud.asia – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan tim dari Herbarium Bandungense SITH ITB, Universitas Sebelas Maret, IPB University, Universitas Lampung, Yayasan Botani Tropika Indonesia, dan Jungle Farm Nursery berhasil menemukan satu spesies baru tumbuhan aroid endemik Indonesia, yaitu Homalomena lingua-felis.

Penemuan ini menambah data keanekaragaman flora Indonesia, khususnya kelompok Araceae, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia.

Araceae mencakup berbagai macam tumbuhan monokotil terestrial atau terkadang sedikit akuatik dengan ciri khas bunga majemuk bertipe “tongkol” yang berseludang (spatha).

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Internasional PhytoKeys Volume 271, halaman 161–172, dengan judul A new densely-haired aroid species of Homalomena (Araceae) from North Sumatra, Indonesia.

Artikel ilmiah tersebut dapat diakses di tautan:https://doi.org/10.3897/phytokeys.271.172410.

Penemuan spesies baru ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Muhammad Rifqi Hariri bersama tim.

Baca: Dua spesies baru anggrek Gastrodia ditemukan di Bromo-Tengger

Penelitian dilakukan melalui ekspedisi lapangan di wilayah Batang Toru, Tapanuli, Sumatra Utara pada Januari 2024, serta kajian morfologi dan analisis molekuler di laboratorium dan herbarium.

Dalam publikasinya, para peneliti melaporkan Homalomena lingua-felis merupakan spesies yang memiliki kemiripan dengan Homalomena pexa, namun menunjukkan perbedaan morfologi dan genetik yang jelas.

Menurut Rifqi, spesies ini memiliki karakter morfologi yang khas, terutama pada permukaan daun bagian atas yang dipenuhi rambut lebat dengan tekstur menyerupai lidah kucing.

“Nama lingua-felis berasal dari bahasa Latin lingua dan feles yang berarti lidah dan kucing, merujuk pada tekstur unik permukaan daunnya,” ujarnya.

Selain tekstur daun, perbedaan juga terlihat pada tangkai daun yang lebih pendek, permukaan bawah daun dan tangkai yang berbintil, serta struktur bunga jantan berbentuk kerucut.

“Karakter morfologi tersebut menjadi dasar utama dalam penetapan spesies ini sebagai spesies baru bagi ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Baca: BRIN temukan 51 spesies baru sepanjang tahun 2025

Penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan sampel di habitat alami berupa dinding batu di sekitar air terjun pada ketinggian rendah. Spesimen yang dikoleksi kemudian diamati secara detail dan dibandingkan dengan koleksi herbarium.

Untuk memperkuat hasil identifikasi, tim juga melakukan analisis DNA berbasis sekuens ITS guna memastikan posisi kekerabatan spesies ini dalam kelompok Homalomena.

Spesies baru ini diketahui memiliki sebaran terbatas di wilayah Tapanuli dan bersifat endemik Sumatra Utara. Berdasarkan kajian awal menggunakan kriteria International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies ini diusulkan berstatus Rentan (Vulnerable).

Hal ini karena spesies tersebut memiliki sebaran yang sangat terbatas dengan luas area hunian yang sempit serta menghadapi ancaman kebakaran hutan dan pengambilan ilegal akibat nilai estetikanya sebagai tanaman hias.

Tim peneliti BRIN akan terus melakukan eksplorasi dan kajian biodiversitas tumbuhan di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya pendataan, pelestarian, dan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *