7cloud.asia – Jakarta masih tercatat sebagai ibukota dengan polusi udara terburuk di dunia. Kualitas udara sebagai imbas polusi udara di Jakarta belum kunjung membaik.
Dipantau dari situs IQAir pada Sabtu (30/9/2023) pukul 07.40 WIB, polusi udara di Jakarta menempati posisi ketiga terburuk dunia.
Dengan indeks kualitas udara 160. Ini artinya polusi udara di Jakarta masih tinggi.
Baca: Butuh langkah komprehensif atasi polusi udara di Indonesia
Di situs tersebut terpantau di Jakarta nilai konsentrasi polutan PM 2,5 di Jakarta saat ini 14.5 kali kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.
Sementara posisi kedua ditempati oleh Shanghai, China dengan indeks kualitas udara 160 dan urutan pertama adalah Delhi, India dengan indeks kualitas udara 164.
Dengan kualitas udara seperti itu, IQAir menyarankan agar membatasi aktivitas di luar ruangan. Apalagi untuk kelompok usia rentan seperti anak-anak, ibu hamil dan orangtua.
Baca: Upaya Pemprov hijaukan kembali Jakarta
Jika memang harus melakukan aktivitas di luar ruangan, masyarakat diimbau mengenakan masker saat berada di luar ruangan.
Selain itu, jika memiliki penyaring udara maka dapat menyalakan penyaring udara agar udara dapat jernih kembali.
Masyarakat juga dihimbau untuk menutup jendela guna menghindari polusi udara dari luar.
Baca: 4 unit PLTU Suralaya dimatikan, ini dampaknya bagi lingkungan
Sementara itu, Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Respirasi Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FISR, FAPSR menyebut polusi udara di Jakarta ini mengancam kesehatan.
Karena itu. ia mengajak masyarakat untuk mengenakan masker kain yang dilapisi filter untuk particulate matter (PM) 2.5 saat polusi udara sangat tinggi seperti sekarang.
“Ini bisa jadi solusi murah, yakni masker kain ditambah filter untuk PM 2.5. Ini banyak di toko daring jual filter untuk PM 2.5 harganya Rp10 ribu,” ujar Agus.
Baca: PLTU batubara dituding sebagai sumber polusi udara di Jakarta
Cara ini disebut sefektif menyaring 95 – 99 persen partikulat. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan N95, KF94 dan masker bedah.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply