7cloud.asia – Untuk mengetahui dampak elektoral dari deklarasi pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau pasangan Anies Muhaimin, SMRC melakukan survei telepon secara nasional.
Survei SMRC ini dilakukan pada 20-22 September 2023 melalui telepon dengan target warga Jawa Timur yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 80% dari total populasi Jawa Timur.
Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). Sebanyak 140 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, divalidasi, dan discreening oleh tim peneliti SMRC.
Margin of error survei SMRC kali ini diperkirakan ±8,5% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.
Dalam survei SMRC tersebut, dibuat simulasi pasangan Anies Muhaimin berhadapan dengan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Prabowo-Erick.
Baca: Faktor Muhaimin belum angkat elektabilitas Anies
Juga dilakukan perbandingan dengan pasangan Anies-Muhaimin berhadapan dengan Ganjar Pranowo-RK dan Prabowo-Erick. Lalu hasilnya dianalisa khusus di Jawa Timur.
Dalam format pasangan Anies Muhaimin vs Ganjar Pranowo-Mahfud vs Prabowo-Erick, di Jawa Timur, pasangan Anies Muhaimin mendapat suara 12 persen, Ganjar-Mahfud 45 persen, Prabowo-Erick 28 persen, dan tidak jawab 14 persen.
Sementara dalam simulasi Ganjar Pranowo berpasangan dengan Ridwan Kamil, Anies-Muhaimin mendapat dukungan 14 persen, Ganjar-RK 47 persen, Prabowo-Erick 24 persen, dan tidak jawab 14 persen.
Saiful menyimpulkan bahwa setelah sekitar dua atau tiga minggu pasca-deklarasi Anies Muhaimin, dukungan pada pasangan ini di Jawa Timur belum mengalami perkembangan.
Baca: Saat 3 bakal Capres bicara adu gagasan
“Mungkin butuh waktu yang lebih lama lagi untuk mengkampanyekan pasangan Amin ini (agar lebih berkembang). Setidak-tidaknya sampai survei terakhir ini (20-22 September 2023), kita belum melihat adanya perkembangan positif terhadap pasangan ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, SMRC juga melakukan survei nasional secara tatap muka persis setelah deklarasi Anies-Muhaimin, 2 September 2023.
Survei nasional tersebut dilakukan pada 2 sampai 11 September 2023. Survei dilakukan secara nasional, namun yang dianalisis adalah khusus di Jawa Timur.
Dalam format tanpa pasangan pada simulasi tiga nama, Ganjar Pranowo mendapat dukungan 44 persen, Prabowo Subianto 23 persen, Anies Baswedan 14,2 persen, sementara yang tidak menjawab atau tidak tahu 18,8 persen.
Saiful menjelaskan bahwa suara Anies di Jawa Timur tidak banyak berbeda dengan suaranya di tingkat nasional, bahkan cenderung lebih rendah.
Baca: Seperti ini gagasan Anies Muhaimin
Pada survei sebelumnya (31 Juli – 11 Agustus 2023), secara nasional Anies mendapatkan dukungan 20,4 persen.
Menurut Saiful, hal ini menunjukkan di Jawa Timur, di mana deklarasi Anies-Muhaimin itu dilakukan, tidak membuat Anies menguat untuk sementara ini.
“Di Jawa Timur, Ganjar masih unggul, terutama dengan Anies, dengan selisih dukungan sekitar 30 persen,” ungkapnya.
Dalam simulasi pasangan di mana Anies berpasangan dengan Muhaimin melawan Ganjar-Ridwan Kamil dan Prabowo-Erick Thohir.
Hasilnya pasangan Anies-Muhaimin mendapat dukungan 12 persen, Ganjar-RK 46 persen, Prabowo-Erick 23 persen, dan tidak jawab 19 persen.
Saiful menjelaskan bahwa di Jawa Timur yang merupakan basis PKB, NU, dan Muhaimin, setelah deklarasi Anies-Muhaimin, belum terlihat ada kejutan.
Baca: Ganjar ajak capres tidak korbankan persatuan demi mengejar kemenangan
“Harapannya kan ada kejutan di mana dukungan pada pasangan Amin (Anies-Muhaimin) menjadi lebih kompetitif terhadap Ganjar maupun Prabowo. Namun dalam survei 2-11 September 2023, deklarasi Amin tersebut belum memperkuat pasangan Amin maupun Anies sendiri,” kata Saiful.
Lebih jauh Saiful mengemukakan bahwa dalam survei 2-11 September 2023 tersebut, yang disimulasikan memang hanya pasangan Ganjar-Ridwan Kamin dan Prabowo-Erick untuk melihat efek deklarasi pasangan Anies-Muhaimin.
Secara teoretis, lanjut Saiful, jika ada pasangan dari wilayah tertentu, maka akan memperkuat dukungan dari wilayah asal pasangan tersebut.
Namun dalam simulasi di mana Ganjar Pranowo berpasangan dengan Ridwan Kamil yang bukan berasal dari Jawa Timur, Ganjar Pranowo tetap kompetitif dibanding Anies.
Bahkan ketika Anies sudah berpasangan dengan Muhaimin yang merupakan kader NU dan mantan ketua umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi mahasiswa tingkat nasional yang berafiliasi dengan NU.
Baca:

Leave a Reply