7cloud.asia – Beberapa waktu belakangan makin banyak orang yang menerapkan gaya hidup slow living.
Dan, dari mereka yang telah menerapkan gaya hidup slow living mengaku, hidup mereka lebih tenang dan bermakna tanpa kehilangan tujuan.
Seperti telah dituliskan sebelumnya, gaya hidup slow living adalah menjalani hidup dengan lebih perlahan dan menikmati momen-momen dengan lebih sadar dan penuh perhatian.
Seperti namanya, gaya hidup slow living cenderung lebih santai tapi bukan berarti malas-malasan. Gaya hidup Slow living lebih menekankan pada kualitas hidup, keseimbangan, dan menghindari kesibukan yang berlebihan.
Dilansir di prettyslow.life, kita dapat mulai menerapkan gaya hidup slow living dengan melakukan perubahan kecil ke dalam keseharian kita, seperti meluangkan waktu untuk jeda sejenak.
Lalu secara bertahap membangun perubahan yang lebih signifikan menuju slow living yang sebenarnya, seperti mengurangi waktu di dunia maya, melakukan hobi kreatif atau menyatu dengan alam.
Baca: Cara sederhana memulai slow living
Nah, jika kamu ingin menerapkan gaya hidup slow living, simak prinsip gaya hidup slow living berikut ini:
Tapi ingat, gaya hidup slow living tidak kaku, tapi dapat diadopsi secara perlahan agar kita bisa menemukan keseimbangan sehingga kita bisa hidup lebih mendalam dan bahagia.
1. Kesadaran akan waktu
Gaya hidup slow living adalah menjalani hidup dengan lebih sadar akan waktu. Menghindari terjebak dalam rutinitas yang membabi buta. Penganut slow living berusaha mengalami dan menikmati setiap momen dan aktivitas dengan kesadaran penuh.
2. Mengurangi kesibukan
Slow living menekankan pentingnya waktu untuk diri sendiri. Mengurangi kesibukan dan membuang kegiatan yang tidak penting.
Selektif soal kegiatan yang dilakukan dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting adalah bagian dari filosofi gaya hidup slow living.
Baca: Mungkinkah menerapkan slow living di kota besar yang sibuk?
3. Sederhana dan kembali ke alam
Penganut gaya hidup slow living sangat menghargai alam dan kehidupan. Mereka cenderung menyukai kegiatan di alam terbuka dan menghindari konsumsi berlebihan yang tidak perlu.
4. Menghargai momen kecil
Slow living coba menemukan kebahagiaan dalam momen-momen kecil sehari-hari, seperti menikmati secangkir kopi, berjalan-jalan santai, atau menikmati bunga yang sedang mekar.
5. Keseimbangan pekerjaan dan kehidupan
Gaya hidup slow living berfokus pada menciptakan keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Slow living adalah menghindari bekerja terlalu keras sehingga kehilangan waktu untuk bersantai dan menikmati kehidupan.
6. Bijak dalam mengonsumsi
Penganut slow living adalah mengonsumsi dengan lebih sadar. Pengenaut slow living tidak akan royal berbelanja dan menghindari konsumsi yang berlebihan.
Mereka hanya membeli barang-barang yang dibutuhkan dan barang-barang yang lebih tahan lama.
Baca: Mengapa orang berpaling ke frugal life?
7. Menghargai proses
Menjalani gaya hidup slow living sangat menghargai proses dalam setiap aktivitas, dan tidak hanya mengarahkan perhatian pada hasil akhir. Mereka belajar menikmati perjalanan dan pengalaman di sepanjang jalan.
8. Tak terlalu bergantung pada teknologi
Gaya hidup slow living mendorong untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi dan mengalokasikan waktu untuk berhubungan langsung dengan orang-orang dan lingkungan di sekitar mereka.
9. Reflektif
Slow living menyadari pentingnya menyediakan waktu untuk refleksi pribadi, meditasi, atau kegiatan yang membantu merilekskan pikiran.
10. Menghargai hubungan sosial
Gaya hidup slow living juga mengajarkan nilai pentingnya menjalin hubungan sosial yang berarti dan mendalam dengan orang lain.
Baca: Jalani gaya hidup minimalis, dan bebanmu akan berkurang

Leave a Reply