7cloud.asia – Pandemi COVID-19 pada 2020-2022 membuat banyak negara, termasuk Indonesia, mengalami perlambatan pencapaian target-target Sustainable Development Goals atau SDGs.
Untuk itu masyarakat diajak untuk menerapkan gaya hidup berkelanjutan yang mendukung pencapaian target SDGs pada tahun 2030.
“Gaya hidup kita mungkin harus pelan-pelan mulai kita sesuaikan, mengikuti sustainable development goals atau SDGs,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa saat peluncuran Kampanye Green Economy & Green Environment di Jakarta, Selasa (12/9/2023).
Suharso mengatakan, perubahan gaya hidup yang lebih sesuai Sdgs itu bisa dimulai dari diri sendiri, baru berkampanye untuk orang lain dan keluarga.
Baca: Polusi udara di Jakarta makin parah, apa kabar pembatasan kendaraan
Sebagai bagian dari penduduk dunia, lanjutnya, hal paling kecil yang dapat dilakukan adalah menyayangi bumi dengan turut bersama-sama menyelesaikan triple planetary crisis (perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati).
Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak menjadi bagian yang membuat Indonesia rusak, seperti menyumbangkan banyak polusi dan sampah.
Sebagai Koordinator Nasional SDGs, Bappenas memulai kampanye agar publik menggunakan transportasi umum seperti MRT, sehingga masyarakat turut ikut serta berkontribusi dalam pencapaian SDGs.
Upaya tersebut dilakukan antara lain dengan menampilkan video-video di sejumlah titik sekitar stasiun-stasiun MRT yang mengajak masyarakat, terutama di Jakarta, untuk menggunakan MRT.
Baca: Pembangunan kawasan berkonsep TOD kurangi polusi udara
“Saya senang sekali hari ini karena kita mulainya di MRT, dan MRT ini salah satu bagian yang kita ingin bayangkan untuk mengurangi polusi di Jakarta, untuk mengurangi kemacetan di Jakarta, untuk mengefisienkan kehidupan per orang bahkan keluarga dan akhirnya nasional.”
“Mudah-mudahan masyarakat akan segera lebih banyak yang beralih ke public transport,” lanjutnya.
Pemerintah, ujar Suharso, akan senantiasa mempromosikan, berbenah diri, untuk menyediakan public transport yang lebih baik dan lebih baik lagi.
Menurut Suharso, langkah tersebut perlu dilakukan untuk mempercepat 17 target dengan 169 target SDGs tercapai pada tahun 2030.
“Kita ingin mengembalikan lagi track itu, kecepatan itu, agar seluruh dunia benar-benar bisa memastikan tujuan 1 sampai 17 di dalam SDGs,” ujarnya.
Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan publik

Leave a Reply