Hujan Buatan Tak Mampu Usir Polusi Udara di Jakarta

Written by

in

7cloud.asia – Pada Minggu (27/08/2023) dan Senin (28/8/2023) malam sejumlah wilayah di Jakarta sempat diguyur hujan selama sekitar 30 menit.

Hujan di tengah musim kemarau ini merupakan hasil Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh BMKG, sebagai upaya untuk mengatasi masalah polusi udara di Jakarta yang kian memburuk.

TMC ini digunakan oleh BMKG untuk menciptakan hujan buatan dengan mengandalkan pertumbuhan awan dan arah angin.

Namun pembersihan udara melalui hujan buatan itu tampaknya hasilnya tak terlalu signifikan.

Baca: Warga Marunda tuntut pemerintah data perusahaan sumber polusi udara

Kualitas udara Jakarta pada Selasa (29/8/2023) pagi kembali memburuk. Dipantau dari laman IQAir indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 161 dengan polutan utama adalah PM 2,5.

Konsentrasi PM2.5 di Jakarta tertinggi saat ini masuk kategori tidak sehat. Adapun kadar polutan tertinggi terpantau ada di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Polusi udara di Jakarta hingga kini memang belum sepenuhnya teratasi. Berbagai upaya dilakukan, namun kondisi udara di Jakarta masih buruk.

Sebelumnya, BNPB juga telah mengupayakan teknologi modifikasi cuaca selama tiga hari untuk membilas polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

Baca: Terkait polusi udara, pemerintah diminta tak berikan solusi palsu

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing yang diikuti daring di Jakarta, Senin (21/8/2023)
mengatakan, TMC telah dilakukan di tanggal 19-21 Agustus.

“Ada fase tertentu dimana minimal konsentrasi awan itu 30 persen, cukup untuk membuat hujan buatan. BNPB bersama BMKG, BRIN dan TNI-Polri, kita sudah
mulai melakukan TMC” jelas Abdul seperti dilansir dari Antaranews.

Dalam rapat gabungan membahas cara meredam polusi udara, pada Selasa (15/8/2023) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan tiga opsi jangka pendek yang dapat ditempuh untuk menekan polusi udara di DKI Jakarta.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, ketiga metode ini dapat menjadi alternatif pemerintah untuk mengatasi polusi udara yang kian parah.

Baca: Polusi udara di Jakarta tak kunjung turun, pemerintah diminta tegas batasi kendaraan bermotor

Pertama, teknologi modifikasi cuaca (TMC) Konvensional. TMC Konvensional itu bisa dilakukan tidak hanya di atas wilayah DKI Jakarta.

Metode ini juga memungkinkan dilakukan di atas wilayah sekitar Jakarta, seperti di atas Bekasi, Kepulauan Seribu atau Tangerang untuk melindungi Jakarta dari polusi udara.

Kedua, yakni dry ice yang sebelumnya pernah dilakukan di Thailand. Namun metode ini jarang dilakukan. Tapi, dry ice ini kemungkinan kecil dilakukan di Jakarta.

“Itu seperti menyebarkan batu-batu es,” jelas Isnawa.

Baca: DPR minta perusahaan pencemar ditindak tegas

Ketiga, adalah dengan melakukan spraying atau penyemprotan seperti yang pernah diterapkan di Beijing. Metode ini dilakukan dengan pesawat kecil, drone atau dari atas gedung-gedung tinggi di Jakarta.

“Tapi ini belum. Mungkin nanti mau kita usulkan, mungkin bangunan-bangunan tinggi boleh juga tuh ada teknologi spraying ya supaya polutan-polutan itu bisa diredam,” urai Isnawa.

Reporter: Nurakhmayani 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *