7cloud.asia – Pemanasan global yang kemudian memicu perubahan iklim dan peningkatan suhu bumi tidak hanya membawa dampak bagi kerusakan lingkungan.
Penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa peningkatan suhu Bumi juga dapat menghambat perkembangan anak usia dini, terutama dalam hal kemampuan membaca (literasi) dan berhitung (numerasi).
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry itu dilakukan dengan menganalisis informasi 19.607 anak usia tiga sampai empat tahun di sejumlah negara.
Peneliti menganalisa data anak-anak dari Gambia, Georgia, Madagaskar, Malawi, Palestina, dan Sierra Leone; yang mencakup data perkembangan anak, kondisi rumah, dan iklim.
Tim peneliti lantas mengevaluasi data tersebut menggunakan Early Childhood Development Index (ECDI) yang melacak tonggak dalam bidang keterampilan literasi dan numerasi
Baca: Orang kaya harus memangkas emisinya untuk menahan laju pemanasan global
Tak ketinggalam, peneliti menganalisa perkembangan sosial-emosional, pendekatan terhadap pembelajaran, dan perkembangan fisik; kemudian menggabungkannya dengan data dari Multiple Indicator Cluster Surveys (MICS) tahun 2017–2020.
Dengan menggabungkan kumpulan data tersebut dengan catatan iklim yang menunjukkan suhu bulanan rata-rata, tim peneliti lantas mengeksplorasi potensi keterkaitan antara paparan panas dan perkembangan awal para anak.
Hasilnya, anak-anak yang mengalami panas dengan suhu maksimum rata-rata di atas 30 °C memiliki kemungkinan 5 hingga 6,7 persen lebih kecil untuk mencapai tonggak literasi dan numerasi dasar.
Dilansir Science Daily Desember lalu, peneliti mengatakan angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan anak yang terpapar suhu lebih dingin (di bawah 26 °C) pada musim dan wilayah yang sama.
Baca: Orang kaya harus memangkas emisinya agar hak dasar orang miskin terpenuhi
Temuan menunjukkan bahwa dampak yang paling kuat atas kondisi di atas dirasakan oleh anak-anak yang bersal dari rumah tangga kurang mampu secara ekonomi, rumah dengan akses air bersih yang terbatas, dan area perkotaan yang padat.
“Temuan ini harus memperingatkan peneliti, pembuat kebijakan, dan para praktisi tentang kebutuhan mendesak untuk melindungi perkembangan anak di dunia yang semakin panas,” kata Penulis utama penelitian sekaligus asisten profesor psikologi terapan di NYU Steinhardt, Jorge Cuartas.
Cuartas mengatakan, selama ini pemanasan global lebih sering dikaitkan dengan kesehatan fisik dan mental.
“Sementara paparan panas telah dikaitkan dengan dampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental sepanjang siklus hidup, penelitian ini memberikan wawasan baru bahwa panas berlebihan berdampak negatif terhadap perkembangan anak usia dini di berbagai negara,” kata Jorge Cuartas.

Leave a Reply