7cloud.asia – Tak terasa puasa Ramadan telah memasuki hari ke-18, artinya 12 hari lagi kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.
Tapi, sering kita tidak menyadari, perayaan hari Lebaran justru mendorong kegiatan yang berpotensi menambah emisi pun produksi sampah dibanding hari biasa.
Saat Lebaran, seringkali kita melupakan kebiasaan ramah lingkungan kita karena terbawa euphoria. Dalam berbelanja banyak orang terbiasa memilih produk sekali pakai demi kemudahan.
Mulai dari plastik, sampah makanan, tisu dan lainnya sehingga menambah produksi sampah. Padahal lebaran adalah hari yang suci yang seharusnya dirayakan dengan tetap menjaga lingkungan.
Mungkin, kamu bertanya-tanya bagaimana merayakan lebaran dengan ramah lingkungan? Lebaran ramah lingkungan dapat diwujudkan dengan mengurangi sampah plastik dan sisa makanan melalui penggunaan alat makan/kemasan reusable (kaca, rotan, kain).
Memilih hampers fungsional (uang/voucher), serta menggunakan transportasi umum/berbagi kendaraan (carpooling) saat mudik juga akan mengurangi beban lingkungan dan mendukung perayaan yang lebih bermakna.
Berikut beberapa tips merayakan Lebaran secara ramah lingkungan sebagaimana kami kutip dari Waste4Change:
Hindari peralatan sekali pakai
Kadang bagi warga kota penggunaan piring plastik atau styrofoam dinilai cukup praktis tanpa harus repot-repot untuk mencuci piring kotor sesudahnya.
Walaupun demikian, kebiasaan tersebut tidak baik karena bisa menyebabkan penumpukan sampah selama lebaran. Kalau kamu ingin lebaran ramah lingkungan sebaiknya memakai piring kaca atau pelepah.
Karena setelah selesai makan piring tidak dibuang melainkan bisa dicuci, sehingga tidak ada penumpukan sampah.
Hindari kembang api
Kembang api atau petasan jadi hal yang lumrah untuk anak-anak saat merayakan Lebaran. Namun permainan ini sangat membahayakan karena dapat menimbulkan ledakan dan sampah yang mencemari lingkungan.
Jadi, cobalah untuk mengganti kegiatan tersebut dengan kegiatan menyenangkan lainnya.
Tak harus beli baju Lebaran
Pakaian baru atau baju Lebaran adalah efek buruk lebaran. Tidak menutup kemungkinan baju yang sudah lama dan tidak pernah dipakai akhirnya terbuang begitu saja.
Jadi, dampaknya dapat menimbulkan sampah atau limbah fesyen pencemar lingkungan.
Dengan memakai baju yang lama, sewa baju atau bertukar baju dengan keluarga bisa menjadi pilihan terbaik untuk merayakan lebaran minim sampah.
Tinggalkan sedotan plastik
Memang kelihatan sepele, namun kita perlu meminimalisir penggunaan sedotan plastik untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan.
Saat kita berkunjung ke rumah saudara tidak perlu mengambil sedotan plastik yang disediakan ataupun saat kita membuat acara di rumah, kita tidak perlu menyediakan sedotan plastik.
Pilah dan buang sampah pada tempatnya
Jangan bergantung pada orang lain untuk membuang sampah kalian sendiri tapi mulai berubah dari kamu sendiri.
Kalau perlu, kita bisa membantu memilah ataupun membawa sisa konsumsi tersebut pulang untuk dipilah di rumah
Habiskan makananmu
Sampah makanan adalah salah satu masalah yang dipicu Lebaran, padahal sampah makanan lbih besar dampaknya pada lingkungan. Karena itu, jangan berlebihan saat berbelanja dan memasak hidangan Lebaran.
Menyisakan makanan, sama aja menmbah sampah yang selanjutnya menambah beban yang harus ditanggung lingkungan. Dengan kamu menghabiskan makananmu tanpa sisa bisa meminimalisir penumpukan sampah.
Jika kamu tidak bisa untuk menghabiskan makananmu, coba untuk mengambil makanan dengan sedikit terlebih dahulu, jika kamu mengambilnya dengan sedikit akan lebih mudah untukmu dalam menghabiskan makanan.
Mengganti Camilan
Anak-anak menyukai camilan pabrikan, seperti keripik singkong, kripik kentang, cookies, atau roti kering aneka rasa.
Selain tidak sehat, camilan yang diproduksi pabrik sudah pasti menggunakan kemasan, yang terbuat dari bahan plastik atau kertas.
Karena semakin sering kamu membeli camilan dalam kemasan, maka semakin banyak pula sampah yang dihasilkan.
Jadi, mulai sekarang konsumsi camilan pabrikan dengan buatan sendiri. Karena selain bisa mengurangi sampah, kesehatan anak pun juga lebih terjaga.
THR secara online
Biasanya THR diterima lewat amplop tapi penggunaan amplop dapat diminimalisir melalui penggunaan teknologi aplikasi atau lewat transfer.
Silahturami online
Buat kamu yang tidak bisa mudik karena terhalang oleh pekerjaan, pastinya kamu merasa rindu dengan keluargamu. Kamu bisa melakukan silaturahmi online untuk menyapa orang tua dan saudara-saudaramu.
Dengan begitu kamu bisa melampiaskan rasa rindumu dengan mengucapkan hari Hari Raya Idul Fitri lewat online. Selain mudah dan praktis mengucapkannya lewat online, ternyata cara yang satu ini sangat ramah lingkungan karena mampu mengurangi jejak karbon kendaraan hingga 108,1 Kg CO2.
Shalat Idul Fitri
Memilih masjid terdekat yang bisa dicapai dengan berjalan kaki menjadi cara lain untuk merayakan Lebaran dengan ramah lingkungan.
Jangan lupa untuk membawa sajadah sebagai alas bersujud di masjid, kurangi penggunaan koran sebagai alas bersujud.
Banyak orang-orang yang nggak ingin repot-repot dalam sholat Idul Fitri lalu mereka berbondong-bondong membawa koran sebagai alas sujud. Mulai sekarang hindari hal itu untuk mengurangi sampah.

Leave a Reply