7cloud.asia – Peringatan Hari Tanpa Limbah Dunia tahun ini, akan difokuskan pada pengelolaan limbah makanan.
Adapun tema ini akan diejawantahkan dengan menekankan apapun yang kita makan, apa yang kita buang, dan bagaimana dunia dapat bergerak menuju masa depan pangan yang lebih sirkular.
Bertahun-tahun para ahli telah memperingatkan bahwa masyarakat dunia membuang limbah makanan dalam skala yang mengejutkan.
Setiap tahun kita membuang lebih dari 1 miliar ton makanan yang sebenarnya dapat dimakan. Angka ini hampir seperlima dari seluruh makanan yang tersedia bagi konsumen.
Dilansir di laman resmi PBB, un.org, kondisi ini selanjutnya akan berdampak pada kehidupan manusia dan juga lingkungan. Karena itu masyarakat dunia diajak untuk lebih bijak dalam mengonsumsi dan mengelola pangan mereka.
Baca: Fakta mengejutkan soal limbah makanan
Sejumlah penelitian mengungkap, sekitar 60 persen limbah makanan dihasilkan di tingkat rumah tangga.
Sisanya sebagian besar berasal dari layanan makanan dan ritel, akibat dari sistem pangan yang tidak efisien – termasuk produksi, distribusi, dan konsumsi.
Mengatasi masalah limbah makanan ini dibutuhkan perancangan ulang sistem pangan global. Di mana perlu dilakukan transisi ke pendekatan sirkular yang lebih berkelanjutan yang didasarkan pada efisiensi, ketahanan, dan keberlanjutan.
Agar transisi ini berhasil, semua pihak memiliki peran untuk dimainkan. Pemerintah –baik nasional maupun lokal– dapat mengintegrasikan pencegahan limbah makanan ke dalam strategi tanpa limbah, iklim, dan keanekaragaman hayati.
Mereka dapat menetapkan target yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 12.3 dan 11.6, memperkuat sistem data dan pendidikan, serta berinvestasi dalam infrastruktur dan kemitraan yang mendukung sistem pangan sirkular.
Baca: Penerapan ekonomi sirkular untuk kurangi limbah makanan
Sektor swasta dapat mulai mengukur kehilangan dan pemborosan makanan, dan mengambil langkah-langkah untuk menguranginya.
Langkah ini termasuk meningkatkan pelaporan pemborosan makanan publik, efisiensi rantai pasokan, mendesain ulang produk dan praktik ritel, dan mendistribusikan kembali surplus makanan melalui model bisnis sirkular yang transparan dan adil.
Sementara konsumen dapat merencanakan makanan mereka, berbelanja dengan bijak, menyimpan makanan dengan benar, dan memanfaatkan sepenuhnya makanan yang mereka beli dengan berbagi dengan tetangga, menggunakan kembali sisa makanan, dan mengomposkan limbah organik yang tidak dapat dihindari.
Masa depan tanpa limbah dimungkinkan ketika semua pihak bekerja sama. Lakukan bagian Anda dengan mengonsumsi secara bijak, memulihkan surplus makanan, dan berupaya membangun sistem pangan sirkular.
“Mari kita pastikan makanan kita dihargai, bukan disia-siakan,“ demikian pernyataan resmi PBB

Leave a Reply