Cegah Meluasnya Kerusakan Hutan Mangrove, Pemkab Berau Dorong Peran Perempuan

Written by

in

ruangkotacom – Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) berkolaborasi memberdayakan kelompok perempuan dalam melestarikan ekosistem hutan mangrove.

Program konservasi hutan mangrove ini sekaligus untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir di Berau.

Hasil penelitian yang dilakukan tim dari UGM pada 2023 menunjukkan, terjadinya penurunan signifikan luas ekosistem hutan mangrove di Berau.

Pada tahun 2013, luas hutan mangrove di Berau mencapai 62.307,42 hektare dan tahun 2023 sebesar 60.011,59 hektare.

Faktor yang mempengaruhi terjadinya konversi lahan disebabkan aktivitas pertambakan, perkebunan, pertambangan dan permukiman. Kerusakan ekosistem hutan mangrove tahun 2013 didominasi oleh persentase tutupan vegetasi mangrove

Baca: KLH bakal kembangkan 11 kawasan lanskap mangrove

Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said mengatakan, perempuan memegang peran sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan, salah satunya adalah ekosistem hutan mangrove.

Ia mengatakan bahwa hutan mangrove memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pelindung ekosistem pesisir dari abrasi dan perubahan iklim, tetapi juga sebagai penopang kehidupan dan sumber ekonomi masyarakat pesisir.

Untuk itu, Pemkab Berau sangat mendukung inisiatif yang mendorong ekonomi pesisir berbasis sumber daya lokal, terutama yang melibatkan kelompok perempuan dan UMKM.

Pemberdayaan kelompok perempuan dalam kolaborasi ini meliputi pelatihan produksi, penguatan kelembagaan, sistem produksi UMKM berbasis perikanan dan kelautan, hingga literasi keuangan.

Inisiatif yang digagas oleh YKAN dan Pemkab Berau ini dalam kerangka Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas Kawasan Lindung Laut (MPA), mempromosikan mata pencaharian berkelanjutan dan adaptif iklim bagi masyarakat pesisir, serta meningkatkan inovasi lokal dalam konservasi.

Baca: Setiap tahun belasan ribu hektare hutan mangrove musnah

Program ini sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan pesisir berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekologi dan ekonomi masyarakat.

Program SOMACORE didukung oleh Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir (BMUKN) melalui International Climate Initiative (IKI).

Program ini dilaksanakan oleh konsorsium yang terdiri dari 10 organisasi nasional, regional, dan internasional di enam negara Segitiga Terumbu Karang.

Said menambahkan, melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memahami pentingnya konservasi mangrove, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis dalam mengembangkan usaha berbasis mangrove secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau Abdul Majid menekankan bahwa penguatan kapasitas kelompok menjadi bagian penting dari pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.

“Wilayah pesisir Kabupaten Berau memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama ekosistem mangrove yang berperan penting sebagai pelindung pesisir sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat,” kata Abdul Majid.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *