7cloud.asia – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang memastikan kualitas air Sungai Cisadane telah kembali memenuhi baku mutu pascainsiden pencemaran yang terjadi beberapa waktu lalu,
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan uji kualitas air, kondisi Sungai Cisadane sudah menunjukkan pemulihan sejak hari kedua pascakejadian.
Secara visual maupun parameter baku mutu, kualitas air Sungai Cisadane dinyatakan kembali normal.
“Dari pengamatan yang kami lakukan, secara kasat mata dan hasil uji, air sungai sudah memenuhi baku mutu sejak hari kedua. Namun proses sterilisasi dan pemantauan tetap terus kami lakukan hingga saat ini,” ujar Wawan seperti dilansir di laman resmi Pemkot Tangerang, Selasa (17/2/26).
Baca: Warga diimbau tak mengonsumsi ikan hasil tangkapan dari Sungai Cisadane
Sebagai bentuk pengawasan lanjutan, DLH bersama Kementerian Lingkungan Hidup melakukan kegiatan susur sungai untuk memastikan tidak ada lagi sumber pencemar serta memastikan kondisi air tetap stabil.
“Pengawasan akan terus kami lakukan secara berkala. Kami ingin memastikan kualitas air tetap terjaga dan tidak terjadi pencemaran ulang,” tegasnya.
Dengan pulihnya kualitas air Sungai Cisadane, diharapkan aktivitas masyarakat yang bergantung pada aliran sungai dapat kembali berjalan normal, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Upaya pemulihan Sungai Cisadane dilakukan antara lain dilakukan dengan melarutkan cairan eco enzyme baik oleh BPBD Kota Tangerang maupun sejumlah relawan.
Komunitas Banksasuci Foundation menurunkan 20 ton Eco Enzyme di wilayah perbatasan Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.
Baca: Mayoritas sungai di Indonesia dalam kondisi tercemar
Ketua Banksasuci Ade Yunus menyampaikan, Eco Enzyme tersebut berasal dari proses fermentasi limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sisa sayuran yang dicampur gula merah atau molase serta air, lalu didiamkan hingga satu tahun.
Cairan berwarna cokelat dengan aroma asam manis itu berfungsi membantu membersihkan sisa-sisa pestisida sekaligus memperbaiki kejernihan air.
Menurut Ade, pelarutan Eco Enzyme ini merupakan bentuk ikhtiar awal dalam mengatasi dampak pencemaran yang terjadi di Sungai Cisadane.
Selain itu, Banksasuci juga telah melakukan sejumlah upaya lain, mulai dari advokasi publik melalui media dan aksi simpatik, pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium.
Terakhir, pihaknya juga menebar bibit ikan sebagai penanda awal pemulihan ekosistem Sungai Cisadane.

Leave a Reply