7cloud.asia – Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi dengan persentase penduduk lanjut usia atau lansia tertinggi di Indonesia.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Mohammad Iqbal Apriansyah menyampaikan, data terbaru menunjukkan pada tahun 2024 jumlah lansia di DIY mencapai 18,5 persen atau hampir satu dari lima penduduk.
Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS, pada 2023 Indonesia memiliki hampir 12 persen penduduk lansia sehingga bisa dikatakan sudah memasuki aging population.
Untuk mengantisipasi penduduk yang makin menua, BKKBN memiliki sejumlah program pendukung lansia, seperti Lansia Berdaya, pemeriksaan kesehatan, pendampingan berbasis keluarga, serta Kartu Lansia Sejahtera yang memberikan akses layanan dan berbagai kemudahan bagi lansia.
Dilansir Jogjakarta.go.id, untuk menyiapkan warga menghadapi masa lansia, didirikan sejumlah sekolah lansia di kota Yogyakarta.
Iqbal mengatakan, Sekolah Lansia Standar Satu ini adalah tahap awal untuk mengenali diri sebagai lansia.
Baca: Indonesia memasuki fase aging population
“Mengenali kondisi fisik, mental, dan kesiapan menjalani tahapan kehidupan lansia agar tetap bermakna. Slogannya sangat tepat, ‘Hidup hanya sekali, jangan menua tanpa arti’,” ujar Iqbal di sela peluncuran sekolah lansia di Kota Yogyakarta.
Launching dan Studium General (Pembelajaran Pertama) Pengurus Sekolah Lansia Standar Satu (S-1) tahun 2026 ini berlangsung di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta, Selasa (10/2/2026).
Dalam kesempatan ini, ada sembilan Sekolah Lansia yang dilaunching, antara lain adalah Sekolah Lansia Anugrah 8 Kricak, Sekolah Lansia Kotabaru SMART, Sekolah Lansia Jasmine 23 Pringgokusuman, Sekolah Lansia SETAMAN Mantrijeron.
Sekolah Lansia merupakan bentuk pendidikan formal berbasis Bina Keluarga Lansia yang menjadi strategi konkret dalam mendukung terwujudnya lansia SMART atau sehat, mandiri, aktif, responsif dan produktif
Berdasarkan hasil kajian dari Indonesia Ramah Lansia (IML), kualitas hidup lansia yang mengikuti sekolah lansia terbukti meningkat signifikan.
Baca: Tantangan yang dihadapi negara yang memasuki fase aging population
“Dari sampling lebih dari 600 lansia, ditemukan bahwa lansia yang mengikuti sekolah lansia memiliki kualitas hidup enam kali lebih baik dibandingkan yang tidak mengikuti,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan yang hadir dalam kesempatan itu menegaskan, Sekolah Lansia S-1 menjadi ruang belajar bersama bagi para lansia untuk saling menguatkan.
Sekolah lansia juga dapat memperluas wawasan, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tetap berperan aktif dalam keluarga maupun masyarakat.
Menurutnya, belajar di usia lanjut bukanlah tanda keterbatasan, melainkan bukti semangat untuk terus tumbuh dan berkembang.
“Dari hasil penelitian, sekolah lansia ini berdampak besar. Memberikan rasa optimisme, menumbuhkan semangat, menambah pengalaman, berbagi cerita, memperluas pertemanan, dan yang paling penting membuat para lansia merasa lebih percaya diri serta merasa masih dibutuhkan,” ujarnya.

Leave a Reply