7cloud.asia – Otoritas Singapura akan memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk penerbangan yang datang dari wilayah terdampak virus Nipah serta memperketat pengawasan epidemiologis terhadap pekerja migran yang tiba dari Asia Selatan,
Dalam pernyataan resminya, Badan Pengendalian Penyakit Menular Singapura (CDA) memantau secara ketat wabah infeksi virus Nipah (NiV) di Benggala Barat, India.
”Ini merupakan wabah virus Nipah ketujuh di India sejak 2001 … Kami akan menerapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk penerbangan yang tiba dari daerah terdampak,” bunyi pernyataan badan tersebut pada Rabu (28/1/2026).
“Kementerian Tenaga Kerja (MOM) juga meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran yang baru tiba dari Asia Selatan serta berkoordinasi dengan penyedia layanan kesehatan primer MOM untuk meningkatkan kewaspadaan,” tambahnya,
CDA tidak menutup kemungkinan penerapan langkah-langkah tambahan apabila risiko epidemiologis terhadap negara tersebut meningkat.
Baca: Infuenza A Bisa Berakibat Fatal Bagi Kelompok Rentan
Pada Selasa, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India membantah laporan mengenai lima kasus virus Nipah di negara bagian Benggala Barat, dengan menyatakan bahwa hanya dua kasus yang telah dikonfirmasi.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan virus Nipah sebagai salah satu virus paling berbahaya di dunia yang hingga saat ini belum memiliki pengobatan maupun vaksin.
Virus Nipah terutama menyebar melalui kelelawar buah dan kelelawar jenis lainnya, sementara manusia umumnya terinfeksi akibat mengonsumsi buah yang terkontaminasi air liur hewan yang terinfeksi. Hewan peliharaan juga dapat menularkan virus tersebut.
Sementara penularan manusia ke manusia melalui kontak erat dengan cairan tubuh (darah, urin, air liur, atau cairan pernapasan) dari orang yang terinfeksi.
Penularan virus Nipah ini sering terjadi di lingkungan rumah sakit atau keluarga.
Baca: Perubahan Iklim Mendorong Penyebaran Penyakit Menular
Menurut data dari World Health Organization (WHO), infeksi virus nipah dapat menyebabkan penyakit yang parah pada manusia, mulai dari infeksi pernapasan hingga ensefalitis (radang otak) yang mematikan.
Sampai saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk infeksi virus nipah, sehingga pencegahan menjadi kunci utama.
Tanda-tanda infeksi virus nipah meliputi:
Gejala awal: Demam, sakit kepala, nyeri otot (mialgia), muntah, dan sakit tenggorokan.
Masalah pernapasan: Batuk, sulit bernapas, dan pneumonia (radang paru-paru) atipikal.
Ensefalitis: Peradangan otak yang dapat menyebabkan kebingungan, disorientasi, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma dalam waktu 24-48 jam.
Keterlambatan diagnosis dan penanganan dapat meningkatkan risiko kematian akibat infeksi virus nipah.
Sumber: Antaranews.com/Sputnik-RIA Novosti

Leave a Reply