7cloud.asia – Hampir dua bulan setelah bencana ekologis banjir Sumatera menghantam tiga provinsi di Sumatera, ratusan ribu orang masih bertahan di tempat pengungsian.
Pemerintah memang sedang membangun hunian sementara (huntara) di beberapa daerah, tetapi yang siap huni belum sampai 1.000 unit.
Per 16 Januari 2026, tercatat sebanyak 166.579 penyintas bencana ekologis banjir Sumatera masih menempati tenda-tenda pengungsian yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ada juga yang masih mengungsi di rumah kerabat, tanpa mendapatkan bantuan uang dari pemerintah. Padahal mereka juga membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan lainnya.
Di Aceh Utara, salah satu daerah yang paling parah dilanda bencana ekologis Sumatera misalnya, tercatat 9.240 kepala keluarga atau 33.261 jiwa yang masih bertahan di tenda pengungsian
Saat ini, sekitar 1.618 unit hunian sementara sedang dibangun, mulai dari Sawang sampai ke Langkahan.
Baca: Pembangunan hunian sementara bagi korban banjir Sumatera di Langkahan, Aceh Utara
BNPB bersama pemerintah berpacu dengan waktu membangun hunian-hunian sementara (huntara) di sekitar lokasi terdampak, sebagai tahap pemulihan awal.
Pembangunan hunian sementara juga bertujuan untuk mengurangi kepadatan di tempat pengungsian dan menyediakan tempat tinggal yang layak dan sehat pascabencana.
Sebanyak 781 hunian sementara dinyatakan sudah siap huni—salah satunya di Aceh Tamiang.
Realisasi pembangunan hunian sementara ini masih jauh dari rencana pembangunan hunian sementara yang diajukan sebanyak 27.860 unit dari data jumlah rumah rusak berat mencapai 50.668 di tiga provinsi.
“Saat ini, 5.738 unit masih dalam proses pembangunan,” ucap Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari dalam jumpa pers beberapa waktu lalu.
Baca: Pakar ingatkan pembangunan hunian sementara jangan hanya pertimbangkan aspek fisik
Selain hunian sementara, BNPB juga mencatat data pengajuan hunian tetap sebanyak 10.273 unit, dengan 648 unit di antaranya sedang dalam tahap konstruksi. Sementara 5.738 unit masih dalam proses pembangunan.
Pemerintah menargetkan percepatan penyelesaian hunian sementara sebelum bulan Ramadan agar keluarga terdampak dapat segera keluar dari pengungsian.
Selain hunian sementara, pemerintah juga menawarkan skema dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan setiap keluarga, diberikan kepada keluarga yang rumahnya rusak berat.
DTH diberikan selama menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) selesai. Biasanya, DTH itu digunakan untuk menyewa tempat tinggal.
Adapun data sementara korban jiwa peristiwa bencana ekologis di Sumatera yang melanda tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.198 orang.
Sedangkan Sedangkan korban hilang juga naik tiga orang dari sebelumnya 141 jiwa kini menjadi 144 jiwa. (Penulis: Esti Utami, disarikan dari berbagai sumber)
Baca: Penegakan hukum setengah hati terhadap perusahaan penyebab banjir Sumatera

Leave a Reply