7cloud.asia – China pada Selasa (6/1/2025) menyatakan dukungannya untuk Delcy Rodriguez, pemimpin sementara Venezuela menggantikan Presiden Nicolás Maduro yang ditangkap dalam intervensi militer Amerika Serikat di Caracas, pekan lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan pemerintahnya menghormati kedaulatan dan kemerdekaan Venezuela serta menghormati keputusan pemerintah Venezuela sesuai konstitusi dan hukum nasionalnya.
Hal itu dikatakan Mao saat menanggapi pertanyaan wartawan apakah China mengakui pemerintahan sementara Venezuela yang dipimpin Rodriguez, seperti dilaporkan harian Global Times.
Rodriguez, wakil presiden dan menteri perminyakan, secara resmi dilantik sebagai presiden sementara pada Senin, menyusul operasi militer “skala besar” AS terhadap Venezuela pada Sabtu.
Dalam operasi itu, Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan diterbangkan ke AS untuk menghadapi dakwaan pidana di pengadilan New York.
Baca: China dan Rusia sebut serangan AS ke Venezuela melanggar hukum internasional
Saat ditanya apakah China akan mendorong sanksi terhadap AS atas operasi militer itu, Mao mengatakan AS telah mengabaikan keprihatinan serius komunitas internasional.
Beijing juga menyebut AS telah “secara sewenang-wenang menginjak-injak kedaulatan, keamanan, serta hak dan kepentingan Venezuela yang sah.”
“China dengan tegas menentang hal ini (serangan ke Venezuela, red). Kami mendukung Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan tanggung jawab utamanya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional,” kata Mao.
Pada Senin, Maduro dan Flores menghadapi sidang pembacaan dakwaan yang dipimpin Hakim Alvin Hellerstein di New York.
Keduanya menyatakan tidak bersalah atas dakwaan federal AS terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Baca: Wakil Presiden Delcy Rodriguez gantikan posisi Nicolas Maduro
Mao mengatakan Amerika Serikat telah mengabaikan status Maduro sebagai kepala negara Venezuela dengan secara terbuka menuntut dan menggelar “persidangan” di pengadilan AS.
“Tindakan ini adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional Venezuela dan merusak stabilitas hubungan internasional,” katanya, seperti dikutip kantor berita China Xinhua.
“Tak ada negara yang boleh menempatkan aturan dalam negerinya di atas hukum internasional,” katanya, menambahkan.
Sebelumnya, China mengecam serangan AS tersebut serta mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menjamin keselamatan dan segera membebaskan presiden dan ibu negara Venezuela.
Sumber: Antaranews.com/Anadolu

Leave a Reply