7cloud.asia – Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari mengatakan hingga Minggu (4/1/2026) korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang yang melanda tiga Provinsi di Sumatera tercatat mencapai 1177 orang.
“Hari ini ada penambahan dari Aceh Utara sebanyak 10 jiwa, sehingga per hari ini 4 Januari 2026 total korban jiwa meninggal dunia menjadi 1.177 jiwa,” kata Abdul dalam konferensi pers, Sabtu (4/1/2026) yang dipantau secara daring.
Sementara korban hilang berkurang 17 orang sehingga total ada 148 jiwa yang masih dalam pencarian.
Adapun korban banjir yang tinggal di pengungsian berkurang sekitar 15.000an orang, sehingga jumlah pengungsi tercatat sebanyak 242.174 jiwa
Baca: Sebulan pasca banjir Sumatera status hukum gelondongan kayu masih belum jelas
Hingga hari ke-38 pascabencana ekologi banjir Sumatera masih ada 10 daerah di Aceh yang dalam status tanggap daerah, sedangkan transisi darurat sebanyak 8 kabupaten/kota.
“Untuk wilayah Sumatera Utara seluruh 14 kabupaten/kota yang terdampak banjir Sumatera sudah dalam status transisi darurat,” imbuh Muhari.
Sedangkan untuk Sumatera Barat, masih ada satu daerah yang berstatus tanggap darurat yakni di Kabupaten Agam yang mengalami banjir susulan. BNPB, ujar Muhari, mendeteksi rekahan di hulu yang berpotensi terjadi longsor susulan.
Proses pemulihan jembatan dan jalan juga terus dilakukan. Di mana di sejumlah daerah seperti Bener Meriah masih dilakukan perbaikan jalan.
Baca: Menteri Kehutanan diminta tak lepas tanggung jawab
Muhari mengatakan, untuk air bersih masih terus diupayakan. Di beberapa daerah, seperti Aceh Utara masih terganggu karena banyak sumber air terdampak.
“Untuk daerah seperti ini dibantu dengan menggunakan mobil tanki, toren ataupun sumur bor,” imbuh Muhari.
Terakhir untuk hubungan komunikasi mayoritas sudah pulih kembali. Namun sejumlah daerah seperti Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Gayo Lues dan Bener Meriah masih ada gangguan.

Leave a Reply