7cloud.asia – Buat Anda pengikut konsep slow living yang sedang mencari slow city untuk berlibur, Pulau Wando di Korea Selatan bisa menjadi pilihan.
Wando adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jeolla Selatan yang terletak di ujung selatan Semenanjung Korea.
Wando memiliki slow city utama yaitu Pulau Cheongsando (Cheongsando Island), yang merupakan slow city pertama di Asia.
Wando, yang terdiri dari pulau utama dan banyak pulau kecil lainnya, terkenal dengan keindahan alam dan budayanya yang kaya. Pemandangan biru laut dan langit, sawah terasering unik (gujeoljang-non), serta jalan setapak lambat yang indah (Cheongsando slow road).
Semua ini membuat Wando menawarkan pengalaman wisata yang damai, dengan budaya lokal yang kuat, makanan laut segar seperti abalon, dan suasana pedesaan yang menenangkan.
Sebuah tujuan wisata yang ideal untuk relaksasi dan menikmati keindahan alam secara perlahan yang menjadi pilihan pengikut slow living.
Baca: Konsep Slow City Kota Solo, tawarkan pengalaman wisata yang berbeda
Tak heran, jika Wando pada tahun lalu dipilih menjadi tuan rumah bagi Kongres Gerakan “Cittaslow” (Kota Lambat).
Gerakan ini bertujuan untuk mempromosikan kualitas hidup yang lebih baik dengan menciptakan lingkungan yang manusiawi dan berkelanjutan, fokus pada efisiensi yang lambat dan alami.
Wando terhubung ke daratan utama Korea Selatan melalui jembatan, sehingga bisa diakses dengan bus atau mobil. Untuk mengunjungi Wando bisa lewat Seoul ataupun Pulau Jeju
Dari Seoul
Tidak ada rute langsung dari Seoul ke Wando. Opsi termudah adalah dengan kombinasi transportasi umum. Naik kereta cepat (KTX/SRT) dari Seoul ke stasiun terdekat, seperti Stasiun Gwangju-Songjeong atau Stasiun Gunsan.
Dari sana, lanjutkan perjalanan dengan bus antarkota atau taksi menuju Wando. rjalanan bus dari Gwangju ke Wando-eup memakan waktu sekitar 2 jam 17 menit.
Anda juga bisa naik bus langsung dari Terminal Bus Dongseoul (Gangbyeon Station) ke Wando, meskipun waktu perjalanannya lebih lama.
Dari Pulau Jeju
Terdapat layanan feri reguler antara Jeju dan Wando yang dioperasikan oleh Hanil Express. Perjalanan feri ini merupakan yang tercepat ke daratan utama, dengan durasi sekitar 2 jam 40 menit. Anda bisa memesan tiket melalui situs seperti Direct Ferries atau Klook Travel.
Baca: Konsep Slow City terbukti lebih memanusiakan warga kota
Transportasi Lokal: Di dalam Wando, transportasi umum belum berkembang pesat, jadi menyewa mobil adalah pilihan yang disarankan untuk fleksibilitas menjelajahi berbagai objek wisata di pulau ini.
Untuk mencapai Cheongsando, Anda perlu naik feri dari Pelabuhan Wando, dengan waktu perjalanan sekitar satu jam.
Keunikan Cheongsando (Wando)
Pemandangan Alam: Laut biru, pegunungan hijau, dan hamparan batu yang ikonik.
Cheongsando Slow Road: Jalur jalan kaki sepanjang sekitar 42 kilometer yang terbagi menjadi 11 rute, mengajak pengunjung untuk menikmati alam dan desa secara perlahan.
Sawah Terasering Gujeoljang-non: Sawah bertingkat yang khas dan menarik secara visual.
Budaya Lokal: Dikenal dengan keramahan penduduknya, ritual pemakaman unik, dan para penyelam perempuan (Haenyeo) yang mengumpulkan abalon.
Lokasi Syuting: Menjadi latar belakang drama Korea populer seperti Jumong dan Spring Waltz.
Hal yang bisa dilakukan:
Menjelajahi Slow Road dengan berjalan kaki atau sepeda.
Mengunjungi pantai-pantai indah seperti Jiri Beach.
Mencicipi abalon Wando yang terkenal dan hidangan laut lainnya.
Menyaksikan matahari terbenam di laut.
Baca: Mengenal Cittaslow yang mendorong gerakan slow city di dunia
Leave a Reply