Komisi V DPR Dorong Percepatan Pembangunan Hunian Tetap Bagi Korban Banjir Sumatera

Written by

in

7cloud.asia – Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Darmawan Aras mendorong percepatan relokasi lahan hunian tetap (huntap) sebagai langkah strategis dalam proses pemulihan pascabencana banjir Sumatera. 

Hal ini agar masyarakat terdampak banjir Sumatera dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman.

Dia menekankan bahwa percepatan pembangunan hunian membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sekaligus optimalisasi aset negara untuk menjamin ketersediaan lahan yang siap bangun.

“Kami berharap penyediaan lahan untuk hunian tetap dapat segera direalisasikan, baik dari tanah pemerintah, BUMN, maupun PTPN, kemudian pelaksanaannya dilakukan oleh Kementerian Perumahan melalui pembangunan rumah-rumah tetap,” ujar Andi dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama sejumlah kementerian dan mitra di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Selasa (30/12/2025).

Baca: BNPB terima 34.000 permohonan hunian dari korban banjir Sumatera

Andi menjelaskan, untuk rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang, pemerintah dapat memanfaatkan berbagai skema bantuan yang telah tersedia, seperti Bedah Rumah, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Selain itu juga ada bantuan rehabilitasi dari Kementerian Sosial, termasuk program bantuan sosial hingga puluhan juta rupiah.

Selain percepatan hunian tetap, Andi juga menyoroti pentingnya efisiensi dalam pembangunan rumah pascabencana melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lokasi terdampak.

Hal ini termasuk kayu gelondongan yang terbawa oleh arus banjir agar tidak menjadi limbah dan dapat digunakan sebagai material pembangunan rumah.

Baca: Sebanyak 22 desa lenyap diterjang banjir Sumatera

“Mungkin diperlukan diskresi terkait pemanfaatan kayu-kayu gelondongan tersebut agar dapat difungsikan untuk pembangunan rumah sehingga mampu menekan pembiayaan, baik dari APBN maupun CSR,” jelasnya.

Per 28 Desember 2025, jumlah rumah rusak berat di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 47.149 unit.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pekerjaan pembangunan huntara menyesuaikan dengan arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di Aceh sendiri, saat ini fokus pembangunannya baru di dua wilayah yakni Aceh Tamiang dan Bener Meriah.

“Kami sudah berkomunikasi dengan dua Bupati terkait, mungkin dalam waktu dekat, yang cepat mungkin akan ada di Tamiang karena lahan sudah siap. Kemudian sudah dua hari terakhir ini kami sudah melakukan pematangan lahan, mungkin hari ini satu contoh unit sudah bisa berdiri,” kata Dody, dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Pemulihan Pasca Bencana dengan K/L Daerah Terdampak, disiarkan melalui Youtube DPR RI, Selasa (30/12/2025).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *