7cloud.asia – Mungkin kamu sudah sering mendengar tentang perubahan iklim. Dampak perubahan iklim juga sudah nyata di depan mata yang ditandai dengan semakin seringnya terjadi cuaca ekstrem.
Tetapi masih di antara kita yang abai dengan penyebab perubahan iklim yakni pemanasan global yang dipicu emisi gas rumah kaca (baca: emisi karbon)
Ya, tanpa kita sadari, aktivitas kita sehari-hari berkontribusi pada emisi karbon global. Lebih buruk, gaya hidup konsumtif dan boros energi berkontribusi lebih besar lagi pada emisi karbon yang memerangkap panas.
Meninggalkan lampu menyala di kamar kosong, boros air, boros memproduksi sampah plastik sampai enggan naik transportasi publik adalah beberapa contoh kebiasaan yang menyumbang emisi karbon.
Emisi karbon inilah yang membuat suhu bumi lebih hangat atau yang biasa disebut dengan pemanasan global. Selanjutnya pemanasan global menyebabkan perubahan iklim yang dapat memicu bencana dan mengancam keselamatan lingkungan dan makhluk yang tinggal di planet Bumi.
Hasil kajian IESR yang dirilis pada Juli lalu menunjukkan bahwa emisi gas rumah kaca warga yang tinggal di perkotaan lebih tinggi dibanding di pedesaan.
Kajian itu menyebut, emisi individu di wilayah perkotaan mencapai 3,39 ton setara karbon dioksida per kapita per tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan wilayah semi perkotaan sebesar 2,81 ton, dan perdesaan 2,33 ton setara karbon dioksida per kapita per tahun.
Dan, untuk menyerap jumlah emisi karbon sebanyak 3,39 ton per tahun tersebut membutuhkan sekitar 25 pohon yang dipelihara selama 20 tahun.
Jadi buat kamu yang masih berpikir, emisi yang saya hasilkan tidak banyak wajib hukumnya mengubah pola pikir ini.
Karena bisa dibayangkan jika berjuta orang berpikiran sama, maka berapa juta ton emisi yang dihasilkan setiap hari? Berapa juta ton jika dikumpulkan setiap minggu, bulan dan kemudian setahun?
Jadi mulai sekarang, tak ada salahnya kamu mulai mengurangi emisi karbon dari aktivitas sehari-hari dengan menghemat listrik dan mengonsumsi secara bijak. Sekecil apapun pengurangan emisi yang kamu lakukan akan berkontribusi bagi Bumi yang lebih sehat.
Untuk mengurangi emisi karbon, kita bisa melakukan beberapa cara berikut ini:
1. Efisiensi energi:
– Matikan lampu saat tidak digunakan.
– Jangan meninggalkan peralatan elektronik dalam posisi stand by. Usahakan mencabut alat dari sumber listrik.
– Matikan kran ketika tidak digunakan
– Manfaatkanlah sinar matahari untuk penerangan dan juga untuk mengeringkan cucian
2. Kurangi penggunaan kendaraan bermotor
– Untuk jarak kurang dari 500 m biasakan berjalan kaki, selain itu lebih sehat kan.
– Gunakan sepeda untuk transportasi yang tidak memiliki gas buang.
– Untuk jarak lebih dari 3 kilometer, gunakan car pooling.
3. Kurangi penggunaan air minum dalam botol kemasan dan sedotan
– Biasakan membawa tempat minum Anda sendiri.
– Bila memungkinkan, hindari pemakaian sedotan plastik karena dapat menghasilkan emisi karbon cukup besar.
4. Kurangi dan kelola sampah organik
Meski dapat diurai oleh alam, sampah organik ternyata tidak kalah bahayanya dengan sampah lainnya. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah organik dapat menghasilkan gas metana yang jauh mengikat panas dibanding karbondioksida.
Karena itu kurangi sampah organik. Pengurangan emisi sampah dapat dilakukan dengan lebih baik apabila disertai dengan pemisahan sampah organik dari non-organik. Olah sampah organik Anda menjadi kompos.
5. Kurangi penggunaan kertas
Lakukan pencetakan bolak-balik (duplex) untuk mengehemat penggunaan kertas.
Untuk dokumen berupa draft dan tidak memerlukan kertas bersih, gunakan kertas bekas untuk cetak.
6. Hindari sampah makanan
Limbah makanan memang menjadi masalah serius bagi lingkungan. Gas metana yang dilepas limbah makanan disebut lebih besar dampaknya pada pemanasan global ketimbang emisi karbon dari bahan bakar fosil.
Cara sederhana untuk mengurangi sampah makanan di rumah adalah dengan menata makanan kita. Anda dapat menata lemari es agar barang-barang dengan tanggal kedaluwarsa terdekat berada di depan dan di tengah.
Mencatat inventaris makanan dan tanggal kedaluwarsanya secara berkala juga dapat membantu mencegah pembelian berlebihan dan makanan yang terlupakan.
Meskipun ini mungkin tampak memakan waktu, sebuah studi tahun 2020 menunjukkan bahwa kebiasaan kecil ini dapat menghasilkan penghematan yang signifikan, baik dari segi makanan maupun uang.

Leave a Reply