7cloud.asia – Anggota Komisi V DPR Danang Wicaksana Sulistya mendorong pemulihan infrastruktur dasar yang terdampak bencana banjir Sumatera melalui percepatan penyaluran logistik bantuan dan proses evakuasi. Pasalnya, kondisi infrastruktur menjadi kendala utama dalam penyaluran bantuan.
Menurutnya, banyak daerah yang terdampak banjir Sumatera hingga saat ini masih terisolir, sehingga menyulitkan masuknya logistik dan menghambat akses terhadap layanan kesehatan darurat.
“Pemulihan infrastruktur dasar adalah kunci. Tanpa akses jalan dan jembatan yang memadai, upaya penyaluran bantuan dan evakuasi akan terhambat,” ujar Danang Wicaksana, dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan stakeholder terkait, bersama pemerintah daerah harus bergerak cepat melakukan pendataan kerusakan, mempercepat perbaikan jalur akses, serta memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga berjalan efektif.
Baca Juga: 1009 Sekolah Terdampak Banjir Sumatera, DPR Ingatkan Kemendiknas Bergerak Cepat
Upaya pemulihan ini dinilai mendesak untuk meminimalisasi korban serta mempercepat normalisasi kondisi masyarakat.
Anggota DPR Dapil Jateng III ini, juga mendorong peningkatan kesiapsiagaan dan penguatan sistem mitigasi bencana ke depan, termasuk penyediaan sarana transportasi darurat yang dapat menjangkau wilayah sulit.
“Kita tidak boleh kehilangan waktu. Setiap jam sangat berarti bagi keselamatan warga,” tegasnya.
Hingga saat ini, sejumlah daerah dilaporkan masih sulit dijangkau akibat kerusakan jalan, jembatan, serta terganggunya jaringan komunikasi.
Baca Juga: Tiga Bupati di Aceh Menyerah, Minta Pemerintah Provinsi Turun Tangan Atasi Banjir
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk memastikan seluruh wilayah terdampak mendapatkan bantuan yang merata dan tepat waktu.
Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban tewas dalam bencana longsor dan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat (banjir Sumatera) bertambah menjadi 810 jiwa.
Berdasarkan data yang ditampilkan dalam situs resmi BNPB, jumlah korban hilang akibat banjir Sumatera sebanyak 612 orang.
Adapun total warga yang terdampak mencapai 3,2 juta orang yang tersebar di tiga provinsi terdampak tersebut.
Baca Juga: Kemenkeu Siapkan Rp 2,03 Triliun untuk Tangani Banjir Sumatera
Pemerintah masih belum menetapkan bencana banjir Sumatera sebagai bencana nasional, meski sudah banyak desakan dari berbagai pihak.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno mengatakan meski belum ditetapkan sebagai bencana nasional, penanganan bencana sudah dilakukan secara nasional.

Leave a Reply