7cloud.asia – Penumpang sistem kereta bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT) Singapura mulai Kamis (6/11/2025) dapat membaca lebih banyak puisi yang dipajang di dalam gerbong kereta.
Media setempat melaporkan, hal ini dimungkinkan seiring dengan dimulainya musim kedua inisiatif “Puisi di MRT” (Poems on the MRT) pada Kamis (6/11/2025).
Dilansir laman resmi pemerintah Singapra, Puisi di MRT adalah sebuah inisiatif Dewan Kesenian Nasional, bekerja sama dengan SMRT Trains dan Stellar Ace.
Puisi di MRT diproduksi oleh Sing Lit Station, sebuah organisasi nirlaba sastra lokal, kolaborasi ini menampilkan petikan puisi Singapura di seluruh jaringan kereta SMRT, menghadirkan Sing Lit dalam perjalanan sehari-hari.
Sebanyak 145 kutipan puisi ditampilkan tahun ini, termasuk 50 tambahan baru. Puisi-puisi tersebut, yang ditulis dalam bahasa Inggris, Mandarin, Melayu, serta Tamil, dicetak dan dipajang di dalam kereta.
Baca: Puisi di Negeri Ketakutan
Mulai 6 November 2025 hingga 4 November 2026, penumpang MRT di Singapura dapat menikmati puisi-puisi berbahasa Inggris, Mandarin, Melayu, dan Tamil di kereta-kereta Jalur Timur-Barat, Utara-Selatan, dan Lingkar.
Puisi-puisi ini juga akan ditampilkan di poster-poster di stasiun kereta (hingga 6 Mei 2026) dan buletin di halte bus (hingga 4 Februari 2026).
Masing-masing disertai kode respons cepat (quick response/QR) yang dapat dipindai oleh penumpang untuk membaca puisi lengkap berikut terjemahannya.
Musim pertama puisi tersebut diluncurkan pada 1 November 2024, dan musim kedua akan berlangsung hingga November tahun depan.
Penulis lokal Chow Teck Seng mengatakan puisi-puisi tersebut dipilih karena aksesibilitas dan kemudahan terjemahannya, memungkinkan penumpang menikmati “pengalaman sastra yang ringan dan menyenangkan dalam perjalanan pulang”.
Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

Leave a Reply