7cloud.asia – Upaya global untuk menurunkan emisi gas rumah kaca berlangsung di tengah kekhawatiran akan adanya trade-off ekonomi, atau pelambatan pertumbuhan ekonomi.
Namun, analisis Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) menunjukkan bahwa aksi iklim yang ambisius dapat dilakukan tanpa merusak pertumbuhan ekonomi.
Laporan terbaru OECD menyebut, jika diimplementasikan dengan kebijakan yang dirancang dengan baik dan pendanaan yang memadai, Peningkatan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) dapat mempercepat pengembangan sistem energi yang efisien.
Upaya menurunkan emisi gas rumah kaca dengan transisi energi juga dapat menciptakan lapangan kerja yang baik, dan memberikan manfaat tambahan yang penting seperti peningkatan akses energi, peningkatan ketahanan energi, dan peningkatan kesehatan.
Baca: Target Perjanjian Paris masih mungkin dicapai
Pasar global untuk enam teknologi energi hijau utama, yakni fotovoltaik surya, turbin angin, kendaraan listrik, baterai, elektroliser, dan pompa panas mencapai lebih dari 700 miliar dolar AS pada tahun 2023.
Dengan kebijakan saat ini, pasar teknologi energi hijau diperkirakan akan berkembang hampir tiga kali lipat pada tahun 2035, setara dengan pasar minyak mentah global belakangan ini.
Tindakan Kritis untuk Lima Tahun Mendatang
Laporan OECD yang dirilis beberapa waktu lalu mengidentifikasi, lima tahun ini atau hingga 2030 sebagai tahun-tahun yang sangat krusial.
Masyarakat dunia harus memacu dan mengumpulkan inovasi dan investasi di sektor ekonomi hijau agar penurunan emisi gas rumah kaca benar-benar dapat diwujudkan.
Ada beberapa bidang utama memerlukan perhatian segera agar target Perjanjian Paris untuk menurunkan emisi global. Sektor itu antara lain adalah:
Baca: China dan Inggris berpeluang memimpin aksi iklim dunia
Kebijakan industri dan titik kritis positif
Kebijakan industri hijau dapat digunakan untuk menciptakan titik kritis positif guna mendorong pengembangan teknologi dan memajukan pengurangan emisi.
Namun, kebijakan tersebut memiliki risiko dan harus dirancang dengan tepat untuk menghindari distorsi pasar, kelebihan kapasitas, dan ketegangan perdagangan.
Pengurangan metana sebagai solusi cepat
Tindakan terhadap emisi metana dapat menjadi penerapan rem tangan terhadap pemanasan global.
Pengurangan emisi metana global sebesar 30 persen pada tahun 2030 akan menghilangkan pemanasan sekitar 0,2°C pada tahun 2050.
Teknologi pengurangan hemat biaya yang ada di sektor energi, limbah, dan pertanian secara kumulatif mewakili hampir semua emisi metana yang disebabkan oleh manusia.
Kebijakan sisi permintaan
Meskipun berpotensi sangat besar untuk mitigasi, kebijakan sisi permintaan masih kurang dimanfaatkan.
Kebijakan ini berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor pengguna akhir yang besar sebesar 40-70 persen pada tahun 2050 di seluruh dunia, sebagian besar melalui efisiensi energi, perubahan perilaku, dan pergeseran pola konsumsi.
Baca: Arah aksi iklim dunia setelah AS mundur dari Perjanjian Paris

Leave a Reply