Edukasi Bahasa Isyarat Penting: Komunikasi adalah Hak Semua Orang

Written by

in

7cloud.asia – Memperingati hari jadinya yang ke-24 Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggelar kegiatan edukasi bahasa isyarat di Museum Penerangan, Jakarta Timur.

Edukasi bahasa isyarat yang berlangsung di Museum Penerangan, Jakarta Timur ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat solidaritas sosial.

”Kami percaya bahwa setiap orang berhak untuk dipahami dan memahami. Melalui kegiatan belajar bahasa isyarat ini, kami ingin membangun jembatan komunikasi yang lebih inklusif,” kata Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Fifi Aleyda Yahya di Jakarta, Minggu (28/9/2025) dikutip dari Antaranews.com

Acara bertema “Mengenal Isyarat, Menebar Manfaat” itu digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional yang diperingati setiap tanggal 23 September.

Hari Bahasa Isyarat Internasional ini menjadi momen penting untuk mengingat bahwa komunikasi adalah hak semua orang.

Baca: Mengenal bahasa isyarat, cara komunitas tuli berkomunikasi

Bahasa isyarat hadir sebagai cara berkomunikasi yang kaya makna, bukan hanya bagi komunitas Tuli, tapi juga bagi siapa pun yang ingin membuka akses komunikasi lebih luas.

Bagi disabilitas tuli dan mereka yang memiliki gangguan pendengaran dan bicara, bahasa isyarat menjadi jembatan penting untuk berinteraksi di lingkungan sosial. Menariknya, kini bahasa isyarat semakin dipelajari banyak orang karena manfaatnya yang begitu beragam.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Museum Penerangan (Muspen) Mashuri Nur, mengatakan edukasi bahasa isyarat ini sejalan dengan visi pembangunan Muspen sebagai ruang publik untuk mengenal komunikasi secara luas.

Menurutnya, acara seperti ini juga dapat menjadi pemantik untuk lebih banyak masyarakat berkomunikasi dengan beragam cara dan membuatnya semakin inklusif.

“Hari ini bukan hanya soal belajar bahasa isyarat, tetapi juga langkah awal menjadi orang yang peduli, mau belajar, dan berdiri bersama komunitas tuli dalam membangun komunikasi yang setara dan inklusif,” katanya.

Baca: Drama Korea When the Phone Rings populerkan penggunaan bahasa isyarat

Meski masih kurang, penggunaan bahasa isyarat di Indonesia terus menunjukkan kemajuan yang positif. Semakin banyak kalangan yang menyertakan penerjemah bahasa isyarat untuk mengakomodasi disabilitas tuli.

Dilansir di wikipedia, perkembangan bahasa isyarat di Indonesia ditandai dengan munculnya dua sistem utama, yaitu Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang berkembang alami dari komunitas Tuli.

Selain itu juga ada Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) yang lebih formal dan didasarkan pada American Sign Language (ASL) untuk pendidikan.

Meskipun penggunaan bahasa isyarat sudah ada sejak abad ke-20 dengan pendirian sekolah untuk anak tuli pada 1954, pengakuan formal BISINDO baru berkembang pada 2006, sementara SIBI dibakukan pada 1994.

Baca: Surya Sahetapy, difabel tuli Indonesia yang sukses jadi dosen di AS

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *