7cloud.asia – Pengakuan negara Palestina oleh sejumlah negara Eropa dinilai sebagai langkah penting untuk menambah tekanan terhadap Israel.
Namun, langkah nyata tetap dibutuhkan untuk mengakhiri agresi militer Israel di Jalur Gaza, kata juru bicara Hamas di Lebanon, Walid Kilani, kepada RIA Novosti.
“Pengakuan Eropa terhadap negara Palestina adalah langkah yang sangat penting, terutama dalam menekan (pemimpin otoritas Israel Benjamin) Netanyahu agar gagal menjalankan rencananya mengusir warga Palestina dari tanah mereka, khususnya di Tepi Barat dan Jalur Gaza, serta memindahkan mereka ke Sinai, Yordania, atau negara lain,” ujar Kilani.
Ia menambahkan, pernyataan pengakuan tersebut harus diikuti dengan langkah nyata yang konsisten. Jika tidak, dorongan untuk mewujudkan negara Palestina hanya akan berhenti pada tataran moral.
Baca: Makin banyak negara yang resmi mengakui negara Palestina
Pada Minggu, Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal secara resmi mengakui negara Palestina.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa negaranya mengikuti langkah serupa pada pertemuan puncak di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada 22 September.
Sementara Jerman mendukung pembentukan negara Palestina merdeka, tetapi menolak untuk mengakui kedaulatan negara itu saat ini.
“[Pembentukan] Negara Palestina adalah tujuan kami. Kami mendukung solusi dua negara. Tidak ada jalan lain,” kata Menteri Luar Negeri Johann Wadephul di Berlin menjelang kehadirannya di Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York.
Baca: Deklarasi New York dukung solusi dua negara Palestina dan Israel
“Namun, hal ini harus dicapai melalui perundingan. Tidak ada yang boleh memaksakan diri ‘menembus tembok’ pada saat ini,” katanya, menambahkan.
Dalam rangka memperingati 80 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengatakan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa “sedang diserang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya”. Kehancuran Gaza.
Beserta perang di Sudan dan Ukraina, Guterres menyebut perang Gaza menyebut menjadi bukti mendesaknya kebutuhan akan persatuan negara-negara di seluruh dunia.
Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA-AlJazeera

Leave a Reply