Kota Hijau Jadi Alternatif Atasi Suhu Panas Ekstrem

Written by

in

7cloud.asia – Permintaan alat pengkondisian atau pendinginan udara (AC) terus meningkat seiring dengan panas ekstrem yang semakin sering terjadi di banyak kota di dunia.

Namun, konsumsi energi alat pendinginan ini sangat besar sehingga penggunaan AC secara masif akan mendongkrak emisi yang kemudian akan memperburuk krisis iklim.

Untuk menurunkan emisi dari penggunaan alat pendinginan ini diperlukan pendekatan pendinginan yang lebih holistik dan mencakup skala luas.

Di kota-kota beriklim hangat seperti Dubai (Uni Emirat Arab) pendinginan kawasan merupakan alternatif berkelanjutan yang terbukti efektif untuk menjaga suhu tetap rendah, hanya membutuhkan setengah energi dibandingkan dengan pendingin udara.

Air dingin dialirkan melalui pipa-pipa berinsulasi dari instalasi pendingin pusat ke gedung-gedung. Air tersebut kemudian didistribusikan ke unit-unit penanganan udara, yang mendinginkan gedung.

Setelah air menyerap panas, air tersebut mengalir kembali ke instalasi pendingin pusat untuk didinginkan dan digunakan kembali.

Baca: Menanam pohon terbukti efektif menurunkan efek pulau panas perkotaan

Di Eropa, semakin banyak kota yang mempertimbangkan pendinginan kawasan untuk menjaga suhu tetap rendah sekaligus menjaga emisi tetap rendah. Paris memiliki salah satu sistem pendinginan distrik terbesar di Eropa.

Lebih dari 800 lokasi di kota itu, termasuk Museum Louvre, tetap sejuk dengan air dingin dari Sungai Seine.

Dilansir Earth.org, otoritas kota Paris berencana untuk memperluas sistem ini lebih lanjut, menghubungkan rumah sakit, panti jompo, dan tempat penitipan anak di seluruh kota.

Kota Hijau sebagai solusi
Solusi pendinginan berbasis alam seperti menciptakan ruang hijau seperti taman dan hutan kota, merestorasi lahan basah juga mulai dilakukan banyak kota.

Juga penerapan infrastruktur hijau seperti atap dan dinding hijau dapat membantu menurunkan suhu di area perkotaan yang terlalu panas, dan mengurangi kebutuhan pendinginan penghuninya secara keseluruhan.

Solusi pendinginan pasif seperti naungan, insulasi, dan peningkatan ventilasi alami semuanya dapat membantu mengurangi suhu dalam ruangan tanpa AC.

Baca: Menurunkan emisi gas rumah kaca dengan prinsip bangunan hijau

Pendinginan pasif dapat membantu mengurangi emisi sebesar 1,3 miliar ton pada tahun 2050, menurut beberapa perkiraan.

Atap dingin atau atap hijau adalah salah satu solusi pendinginan pasif yang paling sederhana dan paling hemat biaya.

Inisiatif yang dipimpin masyarakat di empat kota di India menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan atap tradisional, atap dingin menurunkan suhu dalam ruangan sebesar 2 hingga 5°C.

Di ibu kota Korea Selatan, Seoul, banyak sungai yang mengalir melalui kota menawarkan tempat mencari udara sejuk selama musim panas.

Contohnya adalah sungai Cheonggyecheon di kota tersebut, yang suhunya 3-6°C lebih dingin dibandingkan dengan jalan lain di area yang sama.

Hal ini merupakan hasil dari peningkatan aliran air sungai, penambahan pepohonan dan tanaman, serta penghapusan jalan tol di dekatnya. Transformasi hijau sungai ini juga mendorong pertumbuhan bisnis dan pariwisata.

Di Medellín, Kolombia, 30 koridor hijau menawarkan akses udara sejuk bagi jutaan orang setiap harinya.

Program koridor hijau kota ini dimulai pada tahun 2016, dan mengurangi efek pulau perkotaan sebesar 2°C dalam waktu sekitar tiga tahun. Pada tahun 2044, kota ini memperkirakan penurunan sebesar 4-5°C.

Baca: Alam menawarkan cara berkelanjutan untuk menurunkan panas perkotaan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *