7cloud.asia – Belum ada solusi cepat yang terlihat untuk memulihkan ekosistem Mar Menor yang runtuh, namun, para ahli lingkungan mengatakan hal itu justru bisa menjadi hal yang baik di masa yang akan datang.
Mar Menor yang terletak di Semenanjung Iberia, di pantai tenggara wilayah Murcia, di sebelah Laut Mediterania Spanyol, merupakan laguna air asin terbesar di daratan Eropa.
Mar Menor menyimpan manfaat ekologi yang krusial, termasuk mendukung keanekaragaman hayati yang unik dan menawarkan manfaat budaya dan ekonomi yang signifikan seperti pariwisata, rekreasi, dan perikanan.
Namun, pembangunan secara ugal-ugalan telah membuat ekosistem di Mar Menor berada di ambang kehancuran.
Para ahli telah lama memperingatkan bahwa pembangunan yang tidak berkelanjutan di wilayah sekitar Murcia telah membebani laguna dengan nutrisi, sebuah proses yang dikenal sebagai eutrofikasi.
Murcia, yang dialiri oleh transfer air dari utara, telah menjadi produsen buah dan sayuran massal, sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan ekspor.
Baca: Pertanian regeneratif dilirik untuk amankan pasokan pangan dari ancaman krisis iklim
Namun, penggunaan pupuk yang disebarkan pada tanaman yang dibudidayakan secara intensif telah meresap ke sungai dan air tanah, dan dari sana ke laguna.
Logam berat dari tambang yang tidak digunakan di perbukitan Sierra Minera di dekatnya menambah masalah lingkungan. Pun, demikian dengan polutan dari rumah, hotel, dan marina yang memadati laguna.
Pada tahun 2016, Mar Menor tidak dapat menyerap lebih banyak lagi. Proliferasi fitoplankton yang diberi nutrisi mengubah air menjadi “sup hijau,” menurut laporan media.
Para ilmuwan menemukan bahwa lebih dari 80 persen padang lamun di dasar laguna seluas 135 kilometer persegi mati karena kekurangan cahaya, digantikan oleh lumpur tebal.
Tiga tahun kemudian, banjir setelah hujan lebat menumpahkan sekitar 100–150 ton fosfat terlarut ke dalam air, memicu kematian massal ikan, kuda laut, dan makhluk laut lainnya, menurut sebuah laporan pemerintah.
Pada tahun 2021, kembali terjadi kematian massal ikan, kepiting, dan moluska yang dipicu keberadaan fitoplankton di Mar Menor.
Baca: Sepertiga tanah di planet Bumi sudah rusak
Banyak orang di wilayah tersebut dan sekitarnya marah. Puluhan ribu orang berunjuk rasa di kota-kota seperti Murcia dan Cartagena menyerukan tindakan untuk menyelamatkan Mar Menor.
Lebih dari 500.000 orang menandatangani petisi yang meminta agar laguna tersebut menerima perlindungan hukum yang lebih kuat.
Menanggapi hal ini, pemerintah Spanyol mengajukan “kerangka kerja tindakan prioritas” untuk menghentikan dan memulihkan degradasi laguna.
Sementara itu, Parlemen mengesahkan undang-undang penting yang memberikan Mar Menor “kepribadian hukum” dan hak untuk hidup dan dilindungi – yang pertama di Eropa. Pemerintah daerah pun memperketat regulasi pemanfaatan lahan.
“Bagi kami, tentu saja, ini adalah secercah harapan,” kata Rubio. Saat ini, sedang berlangsung upaya pemulihan ekologi di Mar Menor. Apa yang dilakuka dan bagaimana hasilnya akan diulas dalam tulisan selanjutnya.
Baca: Ribuan desa pesisir di Indonesia Timur terancam krisis iklim

Leave a Reply