Waspadai Gangguan Pencernaan Akibat Pengolahan Makanan yang Tidak Higienis

Written by

in

7cloud.asia – Dear pembaca, mulai sekarang hati-hatilah saat jajan makanan. Pasalnya, pengolahan makanan yang tidak higienis serta sanitasi buruk bisa berdampak pada kesehatan lambung dan bahkan dapat memicu kematian.

“Penanganan makanan yang tidak higienis, sanitasi yang buruk, dan air yang terkontaminasi menciptakan tempat berkembang biak bagi mikroba berbahaya,“ ujar Konsultan Bedah Umum dan Gastroenterologi Rumah Sakit Apollo Spectra, Kanpur, India dr. Saad Anwar dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (13/9/2025).

Adapun dampak dari pengolahan makanan yang tidak higienis, berkisar dari ketidaknyamanan lambung ringan hingga kondisi yang mengancam jiwa jika tidak ditangani atau diabaikan.

Spesialis gastroenterologi itu mengatakan bahwa makanan dan air yang terkontaminasi bakteri, virus dan parasit bisa memicu infeksi, terutama pada anak dengan imunitas lemah.

Baca: Sama-sama menyerang lambung, ini perbedaan GERD dan maag

Ia menambahkan, makanan dan air yang terkontaminasi dapat menyebabkan infeksi dan diare parah. Berikut sejumlah gangguan yang disebabkan makanan yang terkontaminasi.

Makanan dan air yang terkontaminasi bakteri seperti E.coli, salmonella, shigela dapat menyebabkan diare parah, muntah, kram perut dan demam bahkan beberapa kasus infeksi dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan komplikasi serius.

Gastroenteritis virus atau kerap disebut flu perut, virus norovirus dan rotavirus menyebar lewat makanan dan air yang tidak bersih, menyebabkan mual, diare encer, dehidrasi yang berbahaya bagi anak-anak.

Infeksi parasit seperti Guardian dan entamoeba histolyca menyebabkan diare jangka panjang, kembung, kelelahan hingga malnutrisi jika tidak segera ditangani.

Baca: Konsumsi madu dapat meredakan gangguan lambung

Keracunan makanan yang disebabkan mikroba yang melepaskan racun karena makanan tidak disimpan dengan benar atau rusak menyebabkan diare, kembung, kelelahan dan malnutrisi.

Saad menambahkan, terpapar secara berulang makanan dan air yang terkontaminasi virus dan bakteri tak hanya menyebabkan infeksi akut namun juga melemahkan lapisan usus.

Pada gilirannya, kondisi ini akan mengganggu penyerapan nutrisi sehingga meningkatkan risiko sindrom iritasi usus besar atau masalah pencernaan kronis.

Karena itu, Saan menyarankan para orang tua untuk selalu memperhatikan dengan baik higienitas makanan dan sanitasi lingkungan di tempat tinggalnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *