Sepertiga Produksi Sampah di Kota Yogyakarta Belum Tertangani

Written by

in

7cloud.asia – Pasca penutupan tempat pembuangan akhir atau TPA Piyungan, permasalahan sampah di Kota Yogyakarta belum sepenuhnya tertangani.

Menurut data Dinas Lingkungan Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta, setiap hari produksi sampah mencapai 290 ton. Dan, yang tertangani baru sekitar 190 ton, sisanya yang hampir 100 ton yang masih jadi permasalahan.

Untuk itu Pemerintah kota Yogyakarta mengajak masyarakat agar turut terlibat dalam penanganan sampah, dimulai dengan memilah kemudian mengolah sampah dari rumah.

Pemerintah Kota Yogyakarta terus mendorong Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) agar diimplementasikan di tingkat rumah tangga juga unit masyarakat yang lain termasuk sekolah.

Salah satunya seperti yang diterapkan di SD Muhammadiyah Sagan yang turut menggerakkan guru dan para siswa untuk menekan volume sampah yang dibawa ke Depo.

Baca: TPA Piyungan per April 2024

Lewat gerakan Ratu Melisa (radius satu meter lihat sampah ambil) para siswa dibiasakan untuk mengelola sampah di sekitarnya. Para siswa juga diedukasi untuk mengelola sampah organik menggunakan metode komposting.

Dilansir jogjakarta.go.id, Kepala SD Muhammadiyah Sagan Suwarjo mengatakan, pemilahan sampah menjadi pembiasaan bagi seluruh guru dan murid, karena sudah disediakan empat tempat sampah sesuai jenisnya.

Dia berharap, praktik baik tidak hanya dilakukan di sekolah tapi juga diterapkan di rumah. 

Suwarjo menjelaskan, sampah dipilah dari hulu. Untuk jenis plastik dikumpulkan di SMP Muhammadiyah 10 yang ada pengepul yang membeli, kemudian kardus dan kertas dibawa ke bank sampah RW.

Baca: Gerakan Mbah Dirjo untuk atasi masalah sampah di Kota Yogyakarta

“Sementara sampah organik sisa makanan akan diambil oleh penjaga sekolah yang punya ternak ayam dan bebek,” katanya.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dalam Temu Alumni di SD Muhammadiyah Sagan, Sabtu (6/9/2025) menyampaikan apresiasi atas inisiatif serta langkah konkret yang dilakukan SD Muhammadiyah Sagan terkait Gerakan MAS Jos.

Hasto menyatakan, komitmen SD Muhammadiyah Sagan untuk menekan sampah yang dibawa ke Depo, dengan mengolah sampahnya secara mandiri dapat menjadi praktik baik juga contoh bagi sekolah lain baik negeri maupun swasta.

“Kita sebagai individu juga harus punya kesadaran dan kepedulian pada pengelolaan sampah, untuk itu mari kita gotong royong menuntaskan masalah sampah, agar lingkungan kita makin bersih, sehat dan nyaman,” ajaknya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *