Mengintip Pengelolaan Sampah Mandiri dengan Skema Kolaborasi Sosial Berkala Besar di Jakarta Utara

Written by

in

7cloud.asia – Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) sebagai jembatan antara kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pengelolaan lingkungan terus didorong implementasinya.

Salah satu implementasi nyata sinergi ini dilakukan di RW 04 Kelurahan Pegangsaan Dua, Jakarta Utara.

Melalui skema KSBB, perusahaan berpartisipasi menyediakan infrastruktur dan sarana pendukung untuk mendukung pengelolaan sampah mandiri di tingkat wilayah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, KSBB menjadi mekanisme kolaboratif yang strategis dalam menyatukan kepedulian lingkungan dari pihak korporasi dengan kebutuhan masyarakat.

Baca: Mayoritas TPS3R di Indonesia tidak berfungsi optimal

Menurutnya, kolaborasi ini membangun kesadaran kolektif dalam mengelola sampah dari sumbernya yakni dari rumah tangga.

Dengan dukungan prasarana dan sarana serta pelatihan dari korporasi melalui KSBB, warga RW 04 Kelurahan Pegangsaan Dua kini lebih mudah memilah dan mengolah sampah di lingkungannya.

”Langkah ini mendorong RW 04 Pegangsaan Dua mejadi RW yang mandiri dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah,” ujar Asep, Selasa (5/8/2025).

Sebagai informasi, PT Komatsu Indonesia menyerahkan sarana prasarana pengelolaan sampah sebagai bentuk dukungan, antara lain dua unit tong komposter berkapasitas 120 L, 12 botol Effective Microorganisms (EM) 4, dan satu unit timbangan duduk digital.

Baca: Bumdes di Purbalingga sukses mengolah sampah plastik menjadi solar

Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong keberlanjutan lingkungan sekaligus mengajak warga lebih aktif memilah dan mengolah sampah dari rumah hingga memiliki nilai ekonomis.

Lurah Pegangsaan Dua, Sarmudi mengapresiasi dukungan dari PT Komatsu Indonesia yang telah berpartisipasi dalam pilot project KSBB dengan menyerahkan bantuan peralatan pengolahan sampah organik.

Ia berharap, langkah ini dapat memperkuat posisi Jakarta Utara sebagai contoh penerapan pengelolaan sampah perkotaan yang efektif dan berkelanjutan.

“Bantuan ini diharapkan tidak hanya membantu warga dalam mengelola sampah, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi di tingkat rumah tangga,” tandasnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *