7cloud.asia – Adopsi praktik pertanian cerdas iklim sangat penting untuk melindungi lingkungan, meningkatkan panen, dan memastikan ketahanan pangan dari ancaman perubahan iklim.
Upaya untuk mencapai pasokan pangan yang tangguh dan stabil sangat penting, karena diperkirakan populasi global akan melampaui 10 miliar orang pada pertengahan tahun 2080-an.
Pertanian cerdas iklim mendorong pemanfaatan sumber daya dan pengelolaan pertanian yang memadai untuk menanggapi dampak mendesak dari krisis iklim.
Kebanyakan penduduk miskin dunia tinggal di daerah pedesaan, yang perekonomiannya sangat bergantung pada pertanian.
Pendekatan pertanian cerdas iklim membantu petani kecil meningkatkan pengambilan keputusan untuk produktivitas yang lebih tinggi, dengan mempertimbangkan kondisi setempat.
Pertanian cerdas iklim melakukan pendekatan holistik berdasarkan dampak perubahan iklim saat ini dan masa depan, serta strategi adaptasi yang layak.
Berikut sejumlah manfaat penerapan pertanian cerdas iklim bagi lingkungan sebagaimana kami kutip dari tulisan Rose Morrison yang telah terbit di earth.org
Baca: Pertanian cerdas iklim ditawarkan jadi solusi ancaman perubahan iklim
Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya
Pepatah “lebih sedikit lebih baik” berlaku untuk pertanian cerdas melalui pertanian presisi. Idenya adalah untuk mengurangi konsumsi dan meminimalkan limbah tanpa mengorbankan hasil panen.
Teknologi seperti irigasi dengan laju variabel dan pemupukan yang ditargetkan memastikan sumber daya berakhir di tempat yang paling dibutuhkan petani, membatasi kelebihan dan menghindari limpasan yang berbahaya.
Pengolahan tanah dan penanaman penutup yang tepat juga meningkatkan kesuburan tanah, retensi air, dan siklus nutrisi, menciptakan tanaman yang lebih sehat dengan lebih sedikit ketergantungan pada masukan eksternal.
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jumlah bahan pupuk yang lebih tepat meningkatkan pertumbuhan. Misalnya, satu penelitian menggunakan campuran nitrogen, fosfor, dan kalium yang sangat spesifik, yang menghasilkan peningkatan hasil selada sebesar 42,42 peren.
Selain itu, kadar nitrogen dan fosfor yang tepat meningkatkan gula dan vitamin C dalam tanaman, membuktikan bahwa keseimbangan sangat penting untuk kuantitas dan kualitas.
Kalium juga penting untuk kesehatan tanah. Tanpa cukup kalium, akar tanaman akan kesulitan menahan air dan menerima nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan.
Baca: Pertanian tradisional yang ramah lingkungan kembali dilirik
Meningkatkan Ketahanan dan Adaptasi
Pertanian cerdas iklim membangun ketahanan dan beradaptasi dengan dampak perubahan iklim.
Metode pertanian cerdas iklim mengharuskan petani untuk mendiversifikasi tanaman dan ternak mereka untuk mengurangi kerentanan yang disebabkan oleh iklim, seperti kekeringan, penyakit, dan serangan hama.
Pertanian campuran dan agroforestri –di mana tanaman, pohon, dan ternak berinteraksi untuk mendapatkan hasil panen yang lebih banyak dan dampak ekologis yang lebih sedikit– telah menunjukkan keanekaragaman hayati dan peningkatan hasil panen dalam 80 persen kasus, yang menguntungkan manusia dan lingkungan.
Misalnya, pohon yang tinggi dapat memberikan naungan pada ladang jagung sementara ayam berkeliaran dan memakan serangga.
Menggunakan tanaman dan ternak yang tahan terhadap iklim merupakan pendekatan lain yang layak untuk meningkatkan hasil panen dan mengurangi kerawanan pangan.
Satu studi menemukan bahwa kacang-kacangan yang tahan terhadap stres, kacang polong, jagung, dan sorgum meningkatkan keragaman makanan rumah tangga hingga 40 persen sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan hingga 75 persen.
Ternak seperti domba Maasai Merah dan kambing Galla mencapai hal yang sama masing-masing sebesar 38 persen dan 90 persen.
Baca: Melawan penggurunan dengan pertanian biogeneratif
Mengurangi emisi gas rumah kaca
Meskipun beradaptasi dengan perubahan terkait iklim sangat penting untuk produksi tanaman, sektor pertanian juga sama pentingnya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pertanian cerdas iklim dengan cara-cara berikut:
Manajemen pupuk: Batasi emisi dan polusi melalui aplikasi yang lebih tepat dan solusi organik.
Manajemen ternak: Tingkatkan efisiensi pakan dan pengelolaan limbah hewan untuk mengurangi metana.
Manajemen lahan: Terapkan penghijauan dan pertanian tanpa olah tanah untuk memperkuat cadangan karbon tanah.
Energi terbarukan: Integrasikan irigasi bertenaga surya dan produksi biogas untuk mengurangi permintaan bahan bakar fosil.
Menurut Laboratorium Nasional Argonne, teknik pertanian cerdas ini dapat menurunkan emisi gas rumah kaca dari produksi biji-bijian saja hingga 70 persen pada tahun 2036.

Leave a Reply