Aktivis Perempuan Ita Fatia Nadia Diteror Usai Sebut Fadli Zon Telah Berbohong

Written by

in

7cloud.asia – Aktivis perempuan dan pendamping korban perkosaan massal terhadap perempuan etnis Tionghoa pada Mei 1998, Ita Fatia Nadia, mendapatkan teror melalui telepon usai mengecam pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Berbicara dalam siniar (podcast) Bocor Alus di kanal YouTube Tempo yang diunggah Sabtu (21/6/2025), Ita Fatia Nadia mengatakan teror itu diterima setelah dia berbicara dalam konferensi pers yang dihelat Koalisi Perempuan Indonesia pada Jumat pekan lalu.

“Kami mengadakan konferensi pers tentang (keterangan) Fadli Zon yang mengatakan pemerkosaan di 98 adalah rumor,” kata Ita, seperti dipantau di akun YouTube Bocor Alus Tempo, Minggu (22/6/2025).

Dalam jumpa pers itu, Ita Fatia Nadia, yang pada 1998 dipercaya menjadi Ketua Relawan untuk Korban Kekerasan terhadap Perempuan mengatakan bahwa pernyataan Fadli Zon adalah sebuah kebohongan.

Peristiwa perkosaan massal Mei 98, adalah fakta sejarah yang sudah tertulis dalam dokumen resmi dan laporan lembaga negara. Perkosaan massal juga diabadikan dalam berbagai karya ilmiah dan karya sastra.

Baca: Fadli Zon dituntut menarik pernyataannya dan meminta maaf secara resmi

Ita menegsakan, enelusuran yang dilakukan Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF Mei 1998 menemukan terjadi perkosaan massal di sejumlah kota Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang dan Solo.

“Dirinci dalam laporan Tim Gabungan Pencari Fakta yang diserahkan kepada presiden waktu itu, BJ Habibie pada Oktober 1998,“ ujar Ita Fatia Nadia yang dalam jumpa pers itu menjadi pembicara pertama.

Ita Fatia Nadia diteror oleh nomor tak dikenal pada Jumat (13/6/2025) malam dan Minggu (15/6/2025) dini hari.

“Jumat malam, saya mendapatkan telepon di jam 11 malam, ‘antek Cina kamu!’” kata Ita Fatia menirukan suara tersebut.

Ita menambahkan, saat itu dirinya hanya diam dan tidak memberikan respon. Tapi setelahnya, dia bicara kepada salah seorang temannya dan mengatakan dirinya tidak takut, karena sudah biasa diteror sejak dulu.

Baca: TGPF temukan bukti perkosaan massal Mei 98

Ancaman dari nomor yang sama kembali diterima perempuan yang menjadi komisioner pertama Komnas Perempuan ini pada Minggu (15/6/2025) dini hari.

“Katanya ‘kamu keluarga PKI, suamimu tapol, matiin orang PKI itu, gampang, tidak ada yang membela’. Nada suaranya tegas,” imbuh Ita.

Ini bukan kali pertama bagi Ita Fatia yang banyak menyoroti sejarah gerakan perempuan ini mendapat ancaman. Dia juga mendapatkan teror saat mendampingi korban perkosaan massal Mei 98.

Usai peristiwa Mei 98, Ita mendapat ancaman anaknya akan dibunuh, sehingga sang anak yang saat itu masih sekolah di taman kanak-kanak terpaksa diungsikan ke rumah orang tuanya di Yogyakarta.

Teror ini diduga terkait dengan aktivitasnya dalam mendampingi dan menyuarakan para korban perkosaan massal Mei 98.

Baca: Komnas Peerempuan sebut penyangkalan perkosaan massal Mei 98 khianati para korban

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *