7cloud.asia – Negara-negara Eropa mengalami “dampak serius” dari cuaca ekstrem dan perubahan iklim pada tahun 2024, menurut laporan baru yang diterbitkan April lalu.
Data yang dikumpulkan oleh Layanan Perubahan Iklim Uni Eropa Copernicus dan Organisasi Meteorologi Dunia mengungkapkan, daratan Eropa dilanda badai “yang sering kali dahsyat” yang memicu banjir paling luas sejak 2013.
Eropa Barat terkena dampak paling parah, di mana tahun 2024 tercatat sebagai salah satu di antara sepuluh tahun terbasah sejak 1950.
Diperkirakan 413.000 orang terkena dampak, dan sedikitnya 335 orang kehilangan nyawa.
Peristiwa penting termasuk banjir mematikan di Valencia, sebuah provinsi di Spanyol timur. Curah hujan hingga 500 milimeter (20 inci) – setara dengan satu tahun untuk beberapa lokasi – turun hanya dalam delapan jam pada akhir Oktober, menjebak orang-orang di rumah dan mobil mereka.
Baca: Dampak lingkungan jika pemanasan global capai 2°C
Badai yang belum pernah terjadi sebelumnya itu dipicu oleh air laut yang lebih hangat dari biasanya yang kemungkinan terjadi setidaknya 50 hingga 300 kali lebih besar akibat perubahan iklim.
Menurut laporan tersebut, suhu permukaan laut di seluruh Eropa 0,7°C di atas rata-rata dan Laut Mediterania 1,2°C di atas rata-rata tahun lalu.
Banjir tersebut menewaskan sedikitnya 232 orang di seluruh wilayah, menjadikannya peristiwa terkait cuaca paling mematikan tahun ini.
Sebulan sebelumnya, hujan deras yang sama memicu banjir dahsyat di delapan negara di Eropa tengah dan timur.
Perubahan iklim juga telah meningkatkan kemungkinan dan intensitas badai yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang merenggut sedikitnya 19 nyawa.
Baca: Pemanasan suhu Bumi mampaui ambang batas 1,5°C
Sebagai akibat dari peristiwa banjir ini dan lainnya, 30 persen jaringan sungai Eropa melampaui ambang batas banjir “tinggi” selama tahun itu, sementara 12 persen melampaui ambang batas banjir “parah”, ungkap laporan hari Selasa.
Perubahan iklim mengintensifkan siklus air, membawa curah hujan yang lebih deras dan kemudian memicu banjir besar
Saat permukaan laut menghangat, udara di atasnya pun ikut menghangat, yang menyebabkan air terbawa ke tempat yang lebih tinggi untuk membentuk awan, dan meninggalkan zona tekanan rendah di bawahnya yang menyebabkan lebih banyak udara masuk.
Kondisi ini kemudian memicu angin kencang atau bahkan badai. Laporan tersebut menyebut, semakin hangat udara, semakin banyak air yang dapat ditampungnya
Di mana untuk setiap satu derajat Celsius pemanasan tambahan, udara dapat menahan 7 persen lebih banyak uap air.

Leave a Reply