Hamas Desak AS Beri Jaminan Atas Gencatan Senjata di Gaza

Written by

in

7cloud.asia – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas meminta mediator dari Amerika Serikat, Steve Witkoff, untuk memberikan jaminan tertulis yang serius terkait penghentian serangan Israel di Jalur Gaza.

Juru bicara Hamas, Jihad Taha mengatakan bahwa Hamas dalam koordinasi dengan kelompok perlawanan lainnya, sedang meninjau dengan cermat proposal yang diajukan Steve Witkoff

Demikian Pusat Informasi Palestina sebagaimana dilaporkan IRNA pada Sabtu (31/5/2025) waktu setempat.

Taha menyampaikan bahwa rencana yang diajukan Witkoff tidak memiliki jaminan yang diperlukan dan gagal mengakomodasi sejumlah permintaan dari Hamas.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Hamas tetap mempertahankan sikap positif terhadap setiap inisiatif atau usulan yang dapat mengarah pada penghentian perang dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Baca: Hamas dan Israel sepakati gencatan senjata selama 60 hari

Ia juga menekankan bahwa setiap kesepakatan harus mencakup gencatan senjata penuh serta penarikan total militer Israel dari Jalur Gaza.

Namun, versi final dari rencana Witkoff tidak mencantumkan jaminan langsung maupun bertahap untuk penghentian perang.

Diberitakan sebelumnya Hamas dan Zionis Israel menyepakati gencatan senjata selama 60 hari ke depan di Jalur Gaza, lapor penyiar Al Arabiya yang mengutip berbagai sumber pada Kamis (29/5/2025).

Hamas mengatakan pihaknya telah menerima usulan baru gencatan senjata di Gaza dari Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.

Sementara itu penyiar Israel Kan, dengan mengutip beberapa sumber, melansir bahwa Israel sepakat dengan usulan baru Witkoff.

Baca: Blokade Israel picu krisis kemanusiaan di Gaza

Namun Hamas keberatan dengan usulan tersebut lantaran tidak ada jaminan perang berakhir secara permanen dan penarikan penuh militer Israel dari wilayah kantong itu.

Lebih lanjut, Taha menyerukan kepada organisasi-organisasi internasional untuk menyatakan status darurat guna menyelamatkan Gaza dari bencana kemanusiaan.

Menurut kantor berita Wafa, agresi Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan 54.321 warga Palestina dan melukai 123.770 lainnya.

Serangan Israel juga menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza. Hingga saat ini tentara Israel masih menerapkan blokade terhadap Gaza yang dihuni lebih dari 2juta jiwa.

Sumber: Antaranewscom/Sputnik-IRNA-OANA

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *