Jaring Aspirasi Masyarakat, Komisi IX DPR Temukan Angka Stunting di NTB Meningkat

Written by

in


7cloud.asia – Delegasi Komisi IX DPR menyoroti beberapa isu krusial, seperti program prioritas pemerintah yaitu pemeriksaan kesehatan gratis dan naiknya stunting dalam kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam kunjungan ini Komisi IX berdiskusi langsung dengan pemerintah daerah NTB dan jajarannya mengenai pelayanan kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial.

“Kunjungan ini sangat penting untuk melihat langsung implementasi program-program di lapangan,” kata Wakil Ketua Putih Sari usai kunjungan kerja pada Rabu (28/5/2025).

Meskipun laporan Pemprov NTB menunjukkan capaian yang cukup baik, keterbatasan akses internet di beberapa wilayah menyebabkan masyarakat dan tenaga kesehatan kesulitan dalam menginput data pemeriksaan kesehatan gratis.

Baca: NTB sukses turunkan angka stunting dengan sanitasi layak

“Akses internet yang terbatas menjadi penghambat utama, terutama di daerah yang blank spot, Komisi IX DPR akan mendorong Kementerian Kesehatan untuk berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika agar infrastruktur jaringan internet dapat dipenuhi di wilayah-wilayah yang belum terjangkau,” tegasnya.

Isu lain yang menjadi perhatian Komisi IX adalah stunting. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya meningkatnya angka stunting di NTB, padahal tahun sebelumnya NTB mencatat penurunan signifikan.

“Peningkatan angka stunting perlu ditelusuri lebih lanjut, apakah ini karena peningkatan kualitas pelaporan atau faktor lain,” ujar Putih Sari.

Putih menegaskan komitmen Komisi IX DPR untuk mendukung pemerintah daerah dan kementerian terkait dalam upaya intervensi penanggulangan stunting.

Baca: DPR ingatkan perlindungan untuk pekerja migran Indonesia

Terakhir, Komisi IX menyoroti masalah ketenagakerjaan. Diketahui, angka pengangguran di NTB masih tinggi, dan ditemukan adanya kesenjangan antara lulusan sekolah kejuruan dengan kebutuhan industri.

“Kami akan mendorong Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Pendidikan untuk berkoordinasi agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Ini penting untuk mengurangi angka pengangguran,” jelasnya.

Hasil dari kunjungan kerja ini, lanjut Putih akan menjadi bahan diskusi penting dalam rapat kerja Komisi IX DPR dengan mitra kerja di Jakarta.

“Temuan-temuan ini, terutama terkait akses internet, jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja program makan bergizi gratis, dan penyesuaian kurikulum sekolah kejuruan, akan menjadi fokus pembahasan,” pungkas Putih Sari.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *