7cloud.asia – Presiden Dewan Eropa Antonio Costa pada Senin (26/5/2025) mendesak Israel untuk mencabut blokade Gaza dan mengizinkan akses kemanusiaan yang “segera, aman dan tanpa hambatan”
Seruan ini disampaikan setelah Antonio Costa melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.
Dalam unggahannya di platform media sosial X, Costa mengatakan bahwa dia telah menyampaikan “keprihatinan yang mendalam” terkait situasi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan di Gaza dan kekerasan yang terus meningkat di Tepi Barat.
Dia menyuarakan dukungan penuh terhadap rencana bantuan lima tahap Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres untuk Gaza.
Baca: Israel kuasai 77 persen wilayah Gaza
Bantuan itu meliputi pemeriksaan dan pemindaian pasokan bantuan di perlintasan perbatasan, pengangkutan ke fasilitas kemanusiaan, distribusi lanjutan, dan pengiriman kepada mereka yang membutuhkan.
“Israel harus mencabut blokadenya dan mengizinkan akses yang segera, aman, dan tanpa hambatan untuk bantuan kemanusiaan dan bantuan, sesuai dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan,” tulis Costa.
Dia juga menegaskan bahwa para sandera yang tersisa yang masih ditahan Hamas harus segera dibebaskan.
Israel telah meningkatkan kampanye militernya di Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir.
Sedikitnya 33 warga Palestina, termasuk 18 anak-anak dan enam wanita, tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan udara Israel pada Senin (26/5/2025) pagi waktu setempat
Baca: Israel sengaja menciptakan kelaparan di Gaza
Serangan ini menargetkan sekolah Fahmi Al-Jarjawi yang menjadi tempat perlindungan bagi keluarga-keluarga yang mengungsi, menurut Pertahanan Sipil Gaza.
Sebelumnya, pernyataan Kantor Media Pemerintah Gaza pada Minggu (25/5/2025) menyebut tentara Israel saat ini menguasai lebih dari 77 persen wilayah geografis Gaza.
Penguasaan itu dilakukan melalui “serangan darat langsung, penempatan pasukan di kawasan permukiman dan area sipil
Pernyataan itu juga menyebut tentara Israel dengan sengaja mencegah warga Palestina mengakses wilayah, tanah, dan properti mereka melalui tembakan intensif atau evakuasi paksa.
Penerjemah: Antaranews.com/Xinhua-Anadolu

Leave a Reply