Dimintai Keterangan Soal Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi Ditanya 22 Pertanyaan

Written by

in

7cloud.asia – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dicecar 22 pertanyaan saat diklarifikasi oleh penyidik Bareskrim Polri untuk terkait laporan dugaan ijazah palsu miliknya.

“Ada 22 pertanyaan yang tadi disampaikan, ya sekitar ijazah palsu, dari SD, SMP, SMA, sampai universitas. Juga yang berkaitan dengan skripsi dengan kegiatan saat mahasiswa, saya kira di sekitar itu,” kata Jokowi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa.

Jokowi diklarifikasi selama satu jam oleh penyidik Bareskrim Polri. Dia tiba di Gedung Bareskrim Polri pada pukul 9.43 WIB dan selesai diklarifikasi pada pukul 10.48 WIB.

Jokowi mengatakan selain untuk memberikan klarifikasi, kedatangannya juga untuk mengambil ijazahnya yang diserahkan ke Bareskrim Polri beberapa waktu lalu untuk diperiksa.

Baca: Barang bukti kasus ijazah palsu Jokowi

Jokowi menegaskan undangan Bareskrim hari ini terkait laporan yang dilayangkan sejumlah masyarakat ke Bareskrim Polri mengenai dugaan ijazah palsu Jokowi.

“Saya mendapatkan undangan dari Bareskrim menyampaikan keterangan atas aduan dari masyarakat kepada Bareskrim, dan saya memenuhi undangan itu,” jelas Jokowi.

Dalam kesempatan ini Jokowi juga mengambil ijazah yang sebelumnya diserahkan adik iparnya kepada Bareskrim. Jokowi juga terlihat membawa barang seperti map berwarna hitam.

“Sekaligus saya mengambil ijazah yang saat yang lalu diantarkan ke Bareskrim, dan sudah saya pegang,” kata Jokowi.

Untuk diketahui, Dittipidum Bareskrim Polri tengah menyelidiki kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. Penyelidikan dilakukan berdasarkan surat pengaduan dari Tim Pembela Ulama & Aktivis (TPUA) dengan Nomor: Khusus/TPUA/XII/2024 tanggal 9 Desember 2024.

Baca: Jika ijazahnya terbukti palsu Jokowi bisa dikenai pidana

Kemudian, penyelidikan juga berdasarkan Laporan Informasi Nomor: LI/39/IV/RES.1.24./2025/Dittipidum tanggal 9 April 2025 atas pengaduan Eggi Sudjana.

Sebelumnya, Jokowi melalui tim kuasa hukumnya mengatakan telah menyerahkan ijazah asli SMA dan universitasnya kepada Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri pada Jumat (9/5/2025).

Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, mengatakan penyerahan itu dalam rangka adanya aduan dari Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana terkait dugaan ijazah S1 Jokowi palsu.

“Kami sudah serahkan semuanya (ijazah, red) kepada pihak Bareskrim untuk ditindaklanjuti, dan dilakukan uji laboratorium forensik,” katanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (9/5/2025).

Ia menjelaskan bahwa ijazah asli tersebut dibawa langsung oleh perwakilan keluarga Jokowi, yaitu Wahyudi Andrianto selaku adik ipar Jokowi, lantaran merupakan dokumen yang sensitif.

Baca: Saling lapor soal dugaan ijazah palsu Jokowi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *