Dikembangkan Mulai Tahun 70an, Ini Manfaat Bangunan Hijau untuk Lingkungan dan Kota

Written by

in

7cloud.asia – Kondisi lingkungan yang semakin rusak membuat masyarakat memunculkan konsep-konsep baru untuk merawatnya. Salah satunya adalah konsep bangunan hijau.

Konsep bangunan hijau atau green building sudah lama dibahas dan diterapkan di beberapa negara ini memiliki tujuan untuk menahan perubahan iklim.

Dilansir Constructive Voices, gagasan bangunan hijau bermula dari krisis energi di awal tahun 1970-an yang mendorong inovasi dalam efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan.

Konsep arsitektur ekologis dan pembangunan berkelanjutan mulai berkembang, dan gerakan bangunan hijau secara resmi muncul di Amerika Serikat pada 1990-an dengan pendirian US Green Building Council (USGBC) dan peluncuran sistem penilaian LEED.

Adapun bangunan hijau adalah bangunan yang dirancang, dibangun, dan dioperasikan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dan sumber daya secara efisien sepanjang siklus hidupnya.

Baca: Bangunan hijau jadi solusi kota yang berkelanjutan

Tujuan bangunan hijau adalah untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi penghuninya.

Dalam pembangunannya konsep bangunan hijau terfokus pada pemanfaatan sumber daya alam yang ada. Artinya, pembangunan sangat minim penggunaan bahan non alami.

Ada beberapa aspek yang harus dipenuhi sebuah gedung untuk bisa dikategorikan bangunan hijau, yaitu penggunaan air dan sumber daya alam yang efisien, memanfaatkan energi terbarukan, pengurangan polusi dan limbah.

Manfaat Bangunan Hijau 
Tak hanya bermanfaat untuk alam dan manusia, bangunan hijau juga bermanfaat untuk membangun lingkungan bumi yang lebih baik. Agar lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini:

1. Meningkatkan kualitas hidup
Meningkatkan kualitas hidup menjadi manfaat dan tujuan dari pembangunan bangunan hijau. Lingkungan menjadi aspek vital yang memiliki dampak pada kesehatan Anda.

Sehingga pembangunan hijau ini akan memberikan kenyamanan dan kesehatan bagi penghuninya. Misal, konsep bangunan hijau menyediakan akses sinar matahari yang bagus untuk tubuh serta sirkulasi udara yang baik.

Baca: Penerapan infrastruktur ramah lingkungan dalam perencanaan kota

2. Hemat air
Bangunan hijau adalah bangunan ramah lingkungan, dan diupayakan seefisien mungkin dalam memanfaatkan sumber daya air lebih efisien.

Contohnya adalah penggunaan toilet dengan sistem vakum akan lebih menghemat air daripada toilet pada bangunan tidak ramah lingkungan.

Bangunan hijau juga dilengkapi dengan fasilitas pengolahan dan mendaurulang limbah air yang dihasilkan.

3. Mengurangi emisi karbon
Bangunan hijau juga akan menurunkan emisi karbon yang berpengaruh besar pada lingkungan.

Konsep bangunan hijau meminimalisasi hal ini terjadi. Karena emisi karbon yang berbahaya bagi bumi, adanya konsep bangunan hijau dapat mengurangi kerusakan atmosfer dan lingkungan bumi.

Baca: Upaya sektor konstruksi mencari solusi atasi perubahan iklim

4. Lebih tahan lama
Penerapan konsep bangunan hijau juga akan membuat bangunan lebih awet dan lama. Hal ini berkaitan dengan penggunaan material konstruksi yang berkualitas.

Contohnya, beberapa bangunan hijau menerapkan bangunan yang dapat terus berkembang seperti rumah tumbuh.

5. Mengurangi biaya operasional
Konsep bangunan hijau juga akan mengurangi biaya operasional. Bangunan hijau semaksimal mungkin memanfaatkan cahaya matahari dan sirkulasi udara alami sehingga akan menghemat penggunaan istrik.

Belakangan banyak bangunan hijau yang dipasangi panel surya yang menghasilkan listrik sehingga mengemat penggunaan listrik dari PLN. Jadi, secara teknis Anda akan hemat biaya operasional lebih dari 10 persen setiap hari untuk aspek listrik sendiri.

Baca: Emisi dari sektor konstruksi bisa ditekan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *