7cloud.asia – Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah gubernur Pramono Anung berkomitmen untuk menambah jumlah tempat penitipan anak atau daycare di Jakarta.
Saat ini, terdapat 46 taman penitipan anak di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 22 dikelola oleh Pemprov DKI dan pemerintah kota, sementara 24 lainnya dikelola oleh pihak swasta.
Keberadaan fasilitas penitipan anak atau daycare sangat penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi ibu bekerja, sekaligus menjamin pendidikan yang baik bagi anak-anak usia dini.
Saat meninjau keberadaan daycare di lingkungan balai kota, Pramono Anung ingin menjadikan taman penitipan anak ini sebagai percontohan bagi instansi lain. Dia juga meminta program pengajaran daycare di Balaikota ini terus dikembangkan.
“Karena sangat baik ini bisa menjadi percontohan. Tapi saya yakin enggak semua instansi mempunyai kemampuan seperti di balai kota ini,” kata Pramono saat mengunjungi daycare di balai kota, Senin (5/5/2025).
Baca: Fasilitas daycare wajib ada di perkantoran
Dia melihat langsung kondisi serta operasional taman penitipan anak yang disediakan bagi anak-anak pegawai.
Dalam kunjungannya, Pramono menyoroti keterbatasan kapasitas daycare dan langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk segera menambah daya tampungnya agar lebih memadai.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Dina Masyusin mendukung langkah Pramono Anung yang berencana menambah kapasitas taman penitipan anak (daycare) di lingkungan Balai Kota Jakarta.
Gubernur Pramono menilai kapasitas daycare yang saat ini hanya mampu menampung 20 anak dan dinilai masih sangat terbatas.
“Saya sangat setuju dengan Pak Gubernur terkait dengan penambahan kapasitas daycare,” ujar Dina, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (5/5/2026).
Baca: Fasilitas daycare sangat membantu pasangan pekerja
Dina juga mendukung upaya penyesuaian jam belajar anak dengan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI. Menurutnya, hal ini penting agar anak-anak tidak harus ikut orang tuanya ke tempat kerja.
“Ini langkah serius Pemprov DKI dalam menyinergikan dunia kerja ASN dan keluarganya,” kata Dina.
Dina juga mendorong agar penambahan kapasitas dan penyesuaian jam pelajaran daycare tidak hanya diterapkan di Balai Kota DKI Jakarta, tetapi juga di seluruh kantor pemerintahan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Menurutnya, kebijakan ini dapat meningkatkan produktivitas ASN karena mereka akan lebih fokus dalam menjalankan tugas.
“Semoga ini segera direalisasikan di seluruh kabupaten/kota di Jakarta, dengan begitu PNS akan lebih fokus dan produktif dalam bekerja,” tandasnya.
Baca: Kiat memilih daycare yang aman untuk anak

Leave a Reply