7cloud.asia – Upaya manusia untuk mengejar kehidupan yang nyaman sesuai dengan kebutuhannya, membuat banyak makhluk hidup lain, termasuk lebah kehilangan habitat penting yang mereka andalkan untuk makanan dan bersarang.
Para ilmuwan telah lama membunyikan alarm tentang ancaman hilang atau punahnya penyerbuk selama beberapa dekade terakhir.
Mereka menyoroti pentingnya peran lebah dalam ekosistem dan kebutuhan mendesak bagi masyarakat dunia untuk mengambil langkah dan membalikkan penurunan populasi lebah di dunia.
Sejak 1987, Komite Konservasi Alam Gabungan (Joint Nature Conservation Committee/JNCC) telah melaporkan bahwa populasi binatang penyerbuk telah menurun hampir 25 persen.
Menurunnya populasi lebah menjadi ancaman nyata bagi seluruh ekosistem. Tanpa keberadaan kelompok serangga yang satu ini dunia di sekitar kita akan terlihat sangat berbeda.
Salah satu dampak jangka panjang jika lebah benar-benar punah dari muka bumi adalah hilangnya keanekaragaman hayati. Berkurangnya keragaman spesies tanaman memengaruhi kehidupan manusia serta seluruh ekosistem dan spesies yang bergantung padanya.
Baca: Alih fungsi lahan membuat populasi lebah turun signifikan
Hilangnya lebah mengancam jumlah dan keanekaragaman banyak spesies tanaman, yang akan kesulitan bereproduksi tanpa kerja lebah untuk menyerbukinya. Spesies seperti anggrek liar, yang jumlahnya menurun drastis, bergantung sepenuhnya pada penyerbukan lebah.
Seperti halnya hilangnya keanekaragaman hayati, selalu ada reaksi berantai yang terasa di lingkungan yang lebih luas.
Ini adalah lingkaran setan: lebih sedikit tanaman berbunga berarti lebih sedikit populasi lebah, dan lebih sedikit lebah berarti lebih sedikit bunga.
Lebih sedikit tanaman berarti lebih sedikit makanan dan tempat berlindung bagi berbagai herbivora, dan lebih sedikit herbivora berarti konsumen sekunder yang memakannya tidak akan mendapatkannya.
Hal ini menyebabkan lebih banyak persaingan dan lebih sedikit makanan dalam seluruh rantai makanan.
Selain berdampak langsung pada keanekaragaman hayati, penyerbuk seperti lebah berkontribusi secara signifikan terhadap fungsi ekosistem, jauh melampaui sekadar rantai makanan.
Pekerjaan lebah membantu mendukung habitat alami, meningkatkan keanekaragaman genetik, dan menjaga struktur ekosistem.
Baca: Peran penting lebah bagi kelestarian lingkungan
Kerugian yang paling nyata dalam penurunan populasi lebah dirasakan tanaman, dan meskipun kita telah mengeksplorasi apa artinya ini bagi produksi pangan dan satwa liar, kita belum melihat apa sebenarnya arti lebih sedikit tanaman bagi keseimbangan ekosistem dan kesehatan manusia.
Tanaman sangat penting bagi semua kehidupan di Bumi. Pertama, tanaman membantu menciptakan bahan organik, yang penting bagi kesehatan dan kesuburan tanah.
Tanah yang sehat berarti lebih banyak retensi kelembapan dan lebih banyak dukungan bagi komunitas mikroba (seperti jamur dan bakteri). Sistem akar tanaman mengikat tanah, meningkatkan integritas struktural, dan mengurangi risiko erosi.
Akar tanaman juga mengatur air dengan meningkatkan infiltrasi dan mengurangi limpasan permukaan, yang menyebabkan banjir. Hilangnya lebah juga berarti hilangnya banyak manfaat ekosistem yang disediakan tanaman.
Bisa dikatakan, hilangnya lebah akan sangat menghancurkan, baik dari sudut pandang biologis, sosial, dan ekonomi.
Jika dunia kehilangan lebah, kita tidak hanya kehilangan madu; tanaman, ekosistem, dan sistem pangan kita semuanya bergantung pada penyerbukannya. Tidak ada spesies di bumi, termasuk kita, yang dapat melakukan tugas lebah.
Manusia tidak dapat mengabaikan kepunahan lebah, dan melindungi lebah sangatlah penting. Ini adalah tanggung jawab yang membutuhkan tindakan segera, demi kesehatan planet kita dan generasi mendatang.

Leave a Reply