Perempuan Lebih Berisiko Alami Demensia, Simak Cara Mencegahnya

Written by

in

7cloud.asia – Sejak lama para pakar menyebut, perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan dengan laki-laki. Namun apa penyebabnya belum terungkap dengan jelas

Hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal Biology of Sex Differences mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan perempuan lebih berisiko mengalami demensia.

Menurut siaran Eating Well yang dilansir Rabu (27/5/2026), dalam penelitian itu para periset menganalisis data Health and Retirement Study dari 17.182 peserta berusia 40 tahun atau lebih di Amerika Serikat

Peneliti fokus pada informasi yang dikumpulkan tahun 2008 dan hampir 60 persen di antaranya adalah perempuan.

Tim peneliti menelaah 13 faktor kesehatan dan gaya hidup yang dapat diubah atau dikelola seperti depresi, kurang aktivitas fisik, diabetes, hipertensi, obesitas, gangguan tidur, kehilangan pendengaran, dan isolasi sosial.

Peneliti kemudian membandingkan faktor-faktor tersebut dengan hasil tes kognitif peserta yang mengukur kemampuan mengingat dan berhitung sederhana.

Baca: Cegah Demensia dengan Jalani Gaya Hidup Ini

Hasil penelitian menunjukkan perempuan memiliki lebih banyak faktor risiko dibanding laki-laki, termasuk tingkat depresi, kurang aktivitas fisik, dan masalah tidur yang lebih tinggi.

Meskipun laki-laki lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran dan diabetes, keberadaan kondisi-kondisi ini mengakibatkan penurunan fungsi otak yang jauh lebih kuat pada perempuan yang mengalaminya.

Masalah terkait kesehatan jantung dan metabolisme seperti tekanan darah tinggi serta indeks massa tubuh tinggi juga menunjukkan dampak negatif yang lebih tajam terhadap kemampuan berpikir perempuan.

Para peneliti menyampaikan, hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko demensia tidak dapat ditangani dengan pendekatan yang sama pada semua orang.

Hasil penelitian itu dinilai memiliki keterbatasan, dan para peneliti menekankan bahwa studi hanya menunjukkan hubungan keterkaitan, bukan sebab akibat langsung.

Baca: Risiko Demensia Dapat Muncul Sejak Masa Kanak-kanak

Kendati demikian, hasil penelitian menunjukkan pentingnya pendekatan kesehatan yang lebih personal berdasarkan jenis kelamin dan kondisi individu untuk menjaga kesehatan otak saat menua.

Berdasarkan hasil penelitian itu, ada tiga langkah yang dinilai penting dilakukan oleh perempuan untuk menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif.

Pertama, menangani gangguan pendengaran sejak dini dengan menjalani pemeriksaan dan menggunakan alat bantu dengar bila direkomendasikan oleh tenaga kesehatan.

Kedua, mengelola risiko diabetes dengan menjaga kadar gula darah. Ini bisa dilakukan dengan menerapkan pola makan tinggi serat, rutin berolahraga, dan tidur cukup.

Ketiga, mengontrol tekanan darah dengan bantuan tenaga medis, rutin melakukan aktivitas fisik, serta menerapkan pola makan yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *