Tag: Slow Living

  • Cara Cerdas Atasi Gangguan Ala Slow Living

    Cara Cerdas Atasi Gangguan Ala Slow Living

    7cloud.asia – Menjalani konsep slow living di kota yang sibuk bukan hal yang mudah, tapi bukan tidak mungkin untuk dilakukan.

    Konsep slow living adalah tentang mengambil pendekatan yang lebih lambat dalam kehidupan sehari-hari.

    Pendekatan slow living ini bisa mencakup apa saja, mulai dari makan dengan penuh perhatian hingga merencanakan liburan yang tidak biasa.

    Baca: Temukan tempat sembunyi untuk sesi slow living di hari yang sibuk

    Jadi bisa dikatakan konsep slow living adalah seperangkat nilai yang menegaskan, bahwa lebih cepat tidak selalu lebih baik.

    Konsep slow living bukan hak istimewa bagi orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan, tak punya keluarga ataupun tanggung jawab. Slow living juga bukan previlege buat orang kaya yang mampu membeli cottage di dalam negeri.

    Slow living adalah alat yang sangat berharga yang membantu kita mengelola stres, tetap membumi, dan mengingat prioritas hidup yang sebenarnya.

    Baca: Memulai hari ala slow living

    Slow living adalah pola pikir yang mengutamakan kedalaman dan makna dibandingkan kecepatan dan konsumsi. Slow living adalah cara menjalani hidup ala kita sendiri. 

    Slow living juga tentang cara kita mengatasi keriuhan dan semua hal yang mengganggu yang ada di sekitar kita.

    Pengemudi taksi online yang tersesat dan mengabaikan GPS mereka, atau rekan kerja yang mengobrol tanpa henti di meja kerja kita.

    Baca: Jalani slow living untuk bikin hidup lebih berarti

    Kemarahan tidak akan membantu mengatasi situasi tersebut, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita menangani diri sendiri.

    “Dapatkan headphone peredam bising jika kantor kamu terlalu ramai,” demikian saran dari vanillapapers.id.

    “Tarik napas dalam-dalam dan biarkan hal-hal kecil berlalu. Miliki selera humor dalam situasi stres dan ingatkan diri Anda bahwa tidak ada hal yang cukup penting untuk membuat anda kehilangan akal sehat,”

    Baca: Manfaat menjalani hidup ala slow living

    Luangkan waktu 5 menit dengan aplikasi meditasi kapan pun Anda perlu istirahat. Atau keluarlah di bawah sinar matahari untuk menghilangkan stres.

    Jadi seperti itulah slow living bekerja. Ketimbang fokus pada hal-hal yang tak bisa dicegah lebih baik kita fokus pada diri sendiri.

    Sumber: vanillapapers.net

  • Mengenali LingkunganTempat Tinggal Adalah Bagian dari Slow Living

    Mengenali LingkunganTempat Tinggal Adalah Bagian dari Slow Living

    7cloud.asia – Menjalani konsep slow living di kota besar bisa dilakukan dengan sebisa mungkin terhubung kembali dengan lingkungan tempat tinggal kita.

    Menurut vanillapapers.net cara ini akan membuat kota tempat kita tinggal, menjadi tempat yang sedikit lebih kecil dan kita bisa benar-benar menikmatinya dengan cara kita. Dan itulah salah satu inti slow living.

    Temukan beberapa kafe favorit untuk dikunjungi secara rutin. Kenali barista yang menyedu kopi untukmu.

    Kenali juga tetangga kamu, petugas toko kelontong tempat kamu belanja kebutuhan sehari-hari, tukang sapu atau petugas keamanan di lingkungan tempat tinggalmu. Itu adalah cara lain menjalani konsep slow living.

    Baca: Cara cerdas atasi gangguan ala slow living

    Menerapkan slow living bisa juga dengan mendukung usaha kecil dan pengrajin lokal yang membuat produknya secara manual. 

    Ubah tugas dan belanjaan yang harus kita lakukan menjadi kesenangan nyata – dan bukan sekadar rutinitas belaka.

    Perhatikan lingkungan kamu dan hadirlah pada momen yang sedang kamu jalani saat ini dengan menemukan hal-hal baru dalam lingkungan kamu sehari-hari.

    Baca: Temukan sanctuary untuk sesi slow living yang tenang di tengah kesibukan

    “Sedikit perhatian ala slow living akan sangat membantu dalam melawan stres, kecemasan, dan keseharian yang terburu-buru,” demikian vanillapapers.net menulis.

    Cobalah buat rute jalan kaki di akhir pekan di lingkungan kamu, di mana kamu akan merasakan sesuatu yang baru.

    Sesekali kamu juga bisa mencoba menempuh rute berbeda ke tempat kerja dan perhatikan cahaya miring di meja kerjamu di sore hari.

    Baca: Memulai hari ala slow living

    Pengamatan kecil ini membantu kamu menghadirkan momen slow living,  memperlambat, menghargai momen, dan melawan rutinitas sehari-hari yang membosankan.

    Dengan cara slow living ini, akan membuat kota besar pun terasa lebih menarik dan tidak terlalu membebani.

    Karena seperti sudah disebutkan dalam artikel sebelumnya, slow living adalah cara berpikir bukan tempat atau waktu.

    Jadi, kamu bisa menerapkan konsep slow living di mana saja dan kapan saja kamu merasa butuh melakukannya. 

    Baca: Salah kaprah soal slow living

  • Meditasi Terpandu; Cara menyisipkan Slow Living dalam Keseharian yang Sibuk

    Foto: riliv

    7cloud.asia – Meditasi adalah salah satu sesi slow living yang bisa kita selipkan dalam keseharian kita yang sibuk

    Dengan meditasi, kita melatih tubuh dan pikiran untuk fokus dan hanya mengikuti keinginan dan pikiran kita. Dan, ini merupakan salah satu inti slow living.

    Namun, meditasi bukan hal mudah. Apalagi ketika pikiran kita harus terus-menerus  beralih dari satu hal ke hal lain dan penuh dengan kecemasan yang cepat berlalu. Ini menjadi tantangan terbesar bagi mereka yang ingin menjalankan konsep slow living.

    Baca: Mendekat dengan alam adalah bagian slow living

    Rasanya mustahil untuk duduk selama 10 menit dan tidak melakukan apa pun, apalagi di tengah keriuhan dan banyak tuntutan kerja.

    Dalam kondisi seperti itulah meditasi terbimbing berperan. Jika kamu belum pernah menjadikan meditasi sebagai kebiasaan, mulailah secara perlahan dengan meditasi terpandu selama 10 menit.

    Coba pilih tempat yang tenang dan fokuskan pada pikiran kamu lalu tarik nafas secara perlahan, jika perlu lakukan dengan membuat hitungan 1 sampai 8 dalam satu kali bernafas.

    Baca: Mengenali lingkungan di sekitarmu untuk memulai slow living

    Meditasi pernapasan memungkinkan tubuh rileks dan membuat kita merasa lebih tenang. Dan, tanpa sadar slow living masuk ke keseharian kita.

    Meditasi terpandu membawa kita melalui proses menenangkan diri – dan mengajarkan kita untuk mendengarkan pikiran kita dan mengamati kepergiannya.

    Meditasi terpandu tersedia di YouTube dan aplikasi seperti Insight Timer, tempat kita dapat dengan mudah memilih panduan meditasi yang paling sesuai dengan diri kita masing-masing.

    Baca: Cara cerdas atasi gangguan ala slow living

    Meditasi terpandu bisa kita lakukan, sembari menikmati kopi pagi, di tengah perjalanan, atau saat istirahat makan siang.

    Meditasi terpandu adalah cara yang lebih mudah dan ramah bagi pemula untuk mendapatkan manfaat meditasi yang mengubah hidup.

    Bahkan sesi singkat di pagi hari membuat kita lebih tenang, lebih membumi, dan tidak terlalu bingung untuk memulai hari.

    Baca: Temukan sanstuary untuk sesi slow liiving

    Meditasi terpandu membantu kita untuk mengatur, memperlambat pikiran yang berpacu, sekaligus mengusir pemikiran negatif.

    Meditasi juga bermanfaat sebagai tambahan untuk pengobatan gangguan panik dan gangguan kecemasan yang umum terjadi.  

    Esti Utami, dari berbagai sumber

  • Membuat Jurnal Manifestasi: Cara Lain Menerapkan Slow Living di Kehidupan

    Membuat Jurnal Manifestasi: Cara Lain Menerapkan Slow Living di Kehidupan

    7cloud.asia – Membuat jurnal manifestasi adalah cara lain untuk menerapkan konsep slow living.

    Jurnal manifestasi ini bisa menjadi alat yang mengubah hidup untuk selanjutnya mewujudkan tujuan dan impian kita dengan cara slow living

    Dilansir vanillapaper.net, jurnal manifestasi ini akan mengubah perspektif dan menghilangkan keyakinan yang membatasi yang menghalangi kita melakukan perubahan ke hidup yang lebih slow living.

    Jurnal manifestasi adalah tempat untuk memvisualisasikan masa depan yang kita -para penganut slow living-  inginkan dan membayangkan ingin menjadi orang seperti apa.

    Baca: Meditasi terpandu, cara menyisipkan slow living di hari yang sibuk

    Jurnal manifestasi ini membuka pikiran dan memperluas perspektif kita dengan membawa pikiran positif ke dalam hidup kita.

    Jika digabungkan dengan tujuan dan tindakan yang ringkas, ini adalah teknik penjurnalan yang mengubah hidup yang membuat impian jauh bisa tercapai.

    Lantas bagaimana memulai jurnal manifestasi ala slow living? Gunakan metode 369 yang populer untuk memulai.

    Tuliskan apa yang ingin kamu wujudkan tiga kali di pagi hari, enam kali di siang hari, dan sembilan kali di malam hari.

    Baca: Cara cerdas atasi gangguan ala slow living

    Manfaat jurnal manifesto akan meningkatkan mood, meningkatkan kewaspadaan dan rasa syukur.

    Kiat membuat jurnal manifesto: tulislah setiap hari jurnal manifestasi kamu dengan lebih kuat. Tulislah dalam present tense dengan bahasa yang ringkas dan detail tentang apa yang kamu inginkan dalam hidup dan ingin menjadi siapa.

    Contoh jurnal manifestasi:
    Saya akhirnya meluncurkan agen pemasaran saya sendiri, dengan beberapa karyawan terpilih yang saya hargai dan klien yang menghargai pekerjaan saya dan menghargai kreativitas saya.

    Saya suka datang kerja di pagi hari dengan es kopi dan bertemu dengan tim. Kami saling melontarkan ide dan bekerja dalam kolaborasi, bukan kompetisi.

    Bagaimana? Sudah siap menulis jurnal manifestasi agar hidupmu lebih berasa slow living? 

    Baca: Temukan tempat bersembunyi yang nyaman untuk sesi slow living

     

  • Detoks Digital, Cara Sederhana untuk Terapkan Slow Living

    Detoks Digital, Cara Sederhana untuk Terapkan Slow Living

    7cloud.asia – Selamat sore sahabat 7cloud.asia. Hari ini kita akan kembali berbincang tentang slow living.

    Tepatnya, bagaimana detoks digital bisa menjadi awal bagi kita untuk menyisipkan sesi slow living dalam keseharian. 

    Mengapa detoks digital ini penting dalam slow living? Dilansir vanillapapers.id, slow living bisa diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari dengan mengubah pola pikir dan membuat perubahan kecil namun konsisten.

    Baca: Membuat jurnal manifestasi, cara lain menerapkan slow living

    Detoks digital merupakan perubahan kecil yang bisa lakukan, tetapi kita akan merasakan manfaat yang cukup besar, terutama bagi mereka yang ingin menerapkan konsep slow living. 

    Banyak dari kita mengeluh tak punya waktu, tak hanya untuk bisa ngopi bareng kawan tapi juga untuk diri sendiri. Ke mana sebenarnya seluruh waktu kita pergi?

    Tanpa sadar, banyak dari kita yang menghabiskan waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, seperti berjam-jam medsosan atau menonton berbagai acara di televisi. 

    Baca: Meditasi terpandu juga jadi cara menjalani konsep slow living

    Sepenggal detoks digital dalam harimu, akan menghasilkan lebih banyak waktu untuk hal-hal (dan orang-orang) yang benar-benar penting.

    Jadi mulai sekarang coba kurangi dan batasi waktumu untuk berselancar di dunia maya. Dan jangan kaget, jika tiba-tiba merasakan berjam-jam waktu luang yang ada di harimu.

    Tapi, detoks digital ini mungkin terasa mustahil untuk mereka yang sudah telanjur kecanduan ponsel cerdas.

    Baca: Mendekat dengan alam juga cara jalankan slow living

    Untuk itu, detoks digital ini bisa dilakukan secara bertahap. Kamu bisa mulai detoksifikasi digital ini dengan ‘menyingkirkan’ gadget kamu  di malam hari.

    Wawalnya kamu bisa memulainya 1 jam sebelum tidur. Lalu secara perlahan masa bebas gadget ini bisa ditambah, sehingga kamu benar-benar terlepas dari gadget dalam waktu yang lebih panjang. 

    “Bahkan dengan detoks digital selama satu jam, Anda akan terkejut melihat betapa hebat dampak yang dimunculkannya,” tulis vanillapaper.id.

    Baca: Slow living adalah mengenali orang-orang dan lingkungan sekitar 

    Jadi selamat mencoba untuk melakukan detoks digital yang merenda kisah sukses dengan slow living.

  • Kiat Slow Living: Secuil Waktu yang Berharga di Perjalanan Berangkat dan Pulang Kerja

    Kiat Slow Living: Secuil Waktu yang Berharga di Perjalanan Berangkat dan Pulang Kerja

    7cloud.asia – Banyak dari kita yang menghabiskan waktu karena terjebak kemacetan saat pulang atau berangkat kerja, maka momen tersebut bisa digunakan untuk menyisipkan sesi slow living.

    Bentuk sesi slow living itu bisa berupa meditasi terpandu dengan aplikasi di headphone. membaca buku atau mendengarkan buku audio yang menarik. Atau bisa juga, kita mendengarkan podcast yang menginspirasi.

    Atau jika kamu harus sering melakukan perjalanan dari satu pertemuan ke pertemuan lainnya, jadikan perjalanan itu sebagai sesi slow living yang dinantikan.

    Baca: Digital detoks jadi cara ampuh untuk sisipkan sesi slow living

    “Gunakan momen slow living ini untuk mengisi ulang pikiran dan memperlambat pace harimu. Produktivitas Anda akan berterima kasih nanti,” demikian tulis Vanillapapers.net

    Jika Anda selalu terburu-buru di pagi hari, luangkan waktu lebih banyak untuk bepergian dan setel alarm 15 menit lebih awal.

    Mungkin tak akan mudah bagi mereka yang bukan orang yang suka bangun pagi. Namun kesehatan mental Anda akan berterima kasih atas beberapa menit tambahan itu.

    Baca: Membuat jurnal manifesto, cara menyisipkan slow living yang bermaknas

    Slow living juga bisa kita selipkan dengan memperhatikan lingkungan Anda dan tetaplah berada pada momen saat ini dengan menemukan hal-hal baru dalam lingkungan sehari-hari.

    “Sedikit perhatian akan sangat membantu dalam melawan stres, kecemasan, dan mengimbangi laju kehidupan yang terburu-buru,” imbuh tulisan itu.

    Lebih jauh, kita bisa mengembangkan sesi slow living dengan mendaftar tur jalan kaki akhir pekan di lingkungan yang belum kita kenal, yang di sana kita akan merasakan sesuatu yang baru.

    Baca: Cara melakukan meditasi terpandu untuk sesi slow living yang berkualitas

    Menempuh rute yang berbeda ke tempat kerja, sejenak memperhatikan cahaya miring di meja kerja di sore hari. Mengamati perubahan warna langit senja juga bisa jadi secuil momen slow living yang menenangkan.

    Pengamatan kecil yang terkesan remeh ini sangat membantu Anda memperlambat, menghargai momen, dan melawan rutinitas sehari-hari yang membosankan. Dan, tanpa sadar, slow living telah menjaid bagian hidup Anda sehari-hari.

  • Kunci Penting Slow Living: Kehadiran di Saat Ini

    Kunci Penting Slow Living: Kehadiran di Saat Ini

    7cloud.asia – Poin utama dari slow living adalah kehadiran. Kehadiran mungkin terasa sangat new age, tetapi kehadiran dan kesadaran penuh terbukti jadi terapi yang sangat disarankan untuk memerangi depresi dan kecemasan.

    Dilansir vanillapapers.net, dengan kehadiran secara penuh di setiap aktivitas akan membuat kita benar-benar merasakan apa yang kita lakukan, dan ini merupakan kunci dari konsep slow living.

    Kehadiran saat ini tersebut bisa diwujudkan dengan membuat jurnal atau meditasi yang juga merupakan bagian dari slow living. Ini akan membuat kita benar-benar fokus pada apa yang kita lakukan pada saat ini.

    Baca Juga : Secuil moment slow living yang sangat berharga dalan perjalanan pulang kerja

    Kebiasaan untuk kehadiran di moment saat ini akan membantu kita menyingkirkan segala kecemasan pada apa yang akan terjadi kemudian hari. 

    “Dengan hadir di saat ini juga akan membuang kekhawatiran dan penyesalan di masa lalu,” tulis vanillapapers.net. 

    Terkadang, keseharian kita selalu diisi dari rangkaian kesibukan tiada henti yang baru akan berakhir saat akhir pekan tiba. 

    Baca Juga: Detoks Digital, Cara Sederhana untuk Terapkan Slow Living

    Dan, dengan kehadiran pun ketika kita benar-benar terhubung dengan apa yang kita lakukan saat ini, kita akan lebih menghargai hal-hal kecil dan pencapaian kecil yang membuat hidup kita lebih tenang dan terasa lebih bermakna. 

    Dengan memperhatikan hal-hal kecil yang terjadi saat ini, sering juga akan memberikan perspektif yang berbeda dalam memandang dan menyelesaikan sebuah masalah. 

    Penerapan konsep slow living dengan mewujudkan kehadiran saat ini juga akan menghadirkan sederet manfaat untuk kesehatan kita. 

    Baca Juga: Membuat Jurnal Manifestasi: Cara Lain Menerapkan Slow Living di Kehidupan

    “Cara ini akan memudahkan kita mengelola stres, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi nyeri tana sebab,” imbuhnya.

    Jika kita sellau tergesa menjalani aktivitas kita, dan sering melupakan makan siang, maka kehadiran atau kesadaran penuh akan saat ini akan menyelamatkan semua moment itu.

    Jadi mulailah untuk menerapkan slow living dengan hadir penuh di kegiatan yang kita lakukan saat ini, lupakan pikiran apa yang akan terjadi nanti dan sebelumnya.

    Baca Juga: Meditasi Terpandu; Cara menyisipkan Slow Living dalam Keseharian yang Sibuk

    Maka secara perlahan kita akan merasakan ketenangan dengan slow living yang kita terapkan secara sadar. Selamat mencoba

  • 10 Prinsip Gaya Hidup Slow Living, Kamu Bisa Berproses Bersamanya

    10 Prinsip Gaya Hidup Slow Living, Kamu Bisa Berproses Bersamanya

    7cloud.asia – Beberapa waktu belakangan makin banyak orang yang menerapkan gaya hidup slow living.

    Dan, dari mereka yang telah menerapkan gaya hidup slow living mengaku, hidup mereka lebih tenang dan bermakna tanpa kehilangan tujuan.

    Seperti telah dituliskan sebelumnya, gaya hidup slow living adalah menjalani hidup dengan lebih perlahan dan menikmati momen-momen dengan lebih sadar dan penuh perhatian.

    Seperti namanya, gaya hidup slow living cenderung lebih santai tapi bukan berarti malas-malasan. Gaya hidup Slow living lebih menekankan pada kualitas hidup, keseimbangan, dan menghindari kesibukan yang berlebihan.

    Dilansir di prettyslow.life, kita dapat mulai menerapkan gaya hidup slow living dengan melakukan perubahan kecil ke dalam keseharian kita, seperti meluangkan waktu untuk jeda sejenak.

    Lalu secara bertahap membangun perubahan yang lebih signifikan menuju slow living yang sebenarnya, seperti mengurangi waktu di dunia maya, melakukan hobi kreatif atau menyatu dengan alam.

    Baca: Cara sederhana memulai slow living

     

    Nah, jika kamu ingin menerapkan gaya hidup slow living, simak prinsip gaya hidup slow living berikut ini: 

    Tapi ingat, gaya hidup slow living tidak kaku, tapi dapat diadopsi secara perlahan agar kita bisa menemukan keseimbangan sehingga kita bisa hidup lebih mendalam dan bahagia.

    1. Kesadaran akan waktu

    Gaya hidup slow living adalah menjalani hidup dengan lebih sadar akan waktu. Menghindari terjebak dalam rutinitas yang membabi buta. Penganut slow living berusaha mengalami dan menikmati setiap momen dan aktivitas dengan kesadaran penuh.

    2. Mengurangi kesibukan

    Slow living menekankan pentingnya waktu untuk diri sendiri. Mengurangi kesibukan dan membuang kegiatan yang tidak penting.

    Selektif soal kegiatan yang dilakukan dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting adalah bagian dari filosofi gaya hidup slow living.

    Baca: Mungkinkah menerapkan slow living di kota besar yang sibuk?

    3. Sederhana dan kembali ke alam

    Penganut gaya hidup slow living sangat menghargai alam dan kehidupan. Mereka cenderung menyukai kegiatan di alam terbuka dan menghindari konsumsi berlebihan yang tidak perlu.

    4. Menghargai momen kecil

    Slow living coba menemukan kebahagiaan dalam momen-momen kecil sehari-hari, seperti menikmati secangkir kopi, berjalan-jalan santai, atau menikmati bunga yang sedang mekar.

    5. Keseimbangan pekerjaan dan kehidupan 

    Gaya hidup slow living berfokus pada menciptakan keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

    Slow living adalah menghindari bekerja terlalu keras sehingga kehilangan waktu untuk bersantai dan menikmati kehidupan.

    6. Bijak dalam mengonsumsi

    Penganut slow living adalah mengonsumsi dengan lebih sadar. Pengenaut slow living tidak akan royal berbelanja dan menghindari konsumsi yang berlebihan.

    Mereka hanya membeli barang-barang yang dibutuhkan dan barang-barang yang lebih tahan lama.

    Baca: Mengapa orang berpaling ke frugal life?

    7. Menghargai proses

    Menjalani gaya hidup slow living sangat menghargai proses dalam setiap aktivitas, dan tidak hanya mengarahkan perhatian pada hasil akhir. Mereka belajar menikmati perjalanan dan pengalaman di sepanjang jalan.

    8. Tak terlalu bergantung pada teknologi

    Gaya hidup slow living mendorong untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi dan mengalokasikan waktu untuk berhubungan langsung dengan orang-orang dan lingkungan di sekitar mereka.

    9. Reflektif 

    Slow living menyadari pentingnya menyediakan waktu untuk refleksi pribadi, meditasi, atau kegiatan yang membantu merilekskan pikiran.

    10. Menghargai hubungan sosial

    Gaya hidup slow living juga mengajarkan nilai pentingnya menjalin hubungan sosial yang berarti dan mendalam dengan orang lain.

    Baca: Jalani gaya hidup minimalis, dan bebanmu akan berkurang

     

  • Kiat Menghabiskan Malam Ala Slow Living: Buang Pikiran untuk Selalu Produktif

    Kiat Menghabiskan Malam Ala Slow Living: Buang Pikiran untuk Selalu Produktif

    7cloud.asia – Tinggal di kota besar yang sibuk dan tak pernah tidur sering menggoda kita untuk begadang di malam hari. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan untuk menerapkan slow living.

    Tanpa sadar kita sering menghabiskan malam dengan menyibukkan diri dalam grup chat, sekadar membaca email atau bahkan nongkrong bersama teman kerja saat seharusnya beristirahat dan menikmati momen slow living.

    Jadi mulai sekarang, saat sudah selesai bekerja, nikmati malammu ala slow living. Singkirkan pikiran yang mengganggu bahwa kamu harus produktif setiap saat.

    Mungkin kamu merasa sangat lelah di malam hari, sehingga yang ingin kamu lakukan hanyalah menonton serial TV sepanjang malam atau berlama-lama menelusuri ponsel.

    Baca: 10 Prinsip slow living, kamu bisa berproses bersamanya

    Tinggalkan semua itu. Karena pelarian tersebut justru akan membuatmu tidak cukup istirahat. Lewati saja kelelahan awal itu dan habiskan setengah jam untuk melakukan sesuatu yang benar-benar kamu sukai.

    Cobalah memanfaatkan malam ala slow living dengan membaca buku atau membuat jurnal. Bisa juga dengan melakukan refleksi atas apa yang sudah kita lakukan sepanjang hari ini.

    Dan, kamu akan terkejut dengan dampak positifnya.

    “Betapa menyegarkannya buku bagus atau membuat jurnal di malam hari,” tulis vanillapapers.net. 

    Baca: Cara sederhana memulai slow living

    Ini akan membuat kamu lebih istirahat dibandingkan menonton serial TV atau media sosial.

    Berjam-jam menelusuri media sosial tanpa berpikir panjang menyebabkan depresi dan kecemasan.

    Jadi jika kamu ingin malam yang lebih tenang, kurangi waktu pemakaian gadget kamu.

    Sesekali luangkan satu malam untuk sekadar menikmati keheningan tanpa hiburan dan konten yang tiada habisnya. Habiskan waktu tanpa TV, podcast, dan musik yang selalu menjadi latar belakang kehidupan kamu.

    Baca: Mungkinkan menerapkan slow living di kota yang sibuk?

    Dengarkan kicauan burung di luar atau nikmati angin malam yang berhenmbus perlahan.

    Berbincanglah dengan orang yang dikasihi, atau menikmati makan malam dalam keheningan dan menikmati setiap gigitan yang kamu buat.

    Percayalah semua ini akan lebih berarti, dan tanpa sadar kamu telah menerapkan momen slow living dalam keseharian kamu. Selamat mencoba.

  • Slow Living Juga Berarti Sangat Menghargai Waktu Luang

    Slow Living Juga Berarti Sangat Menghargai Waktu Luang

    7cloud.asia – Menjalani slow living atau kehidupan yang lambat berarti sangat menghargai waktu senggang yang kita miliki.

    Sesi slow living yang satu ini dapat kita artikan untuk belajar bagaimana mengatakan “tidak” dengan sopan – dan melindungi waktu luang kita dengan sangat ketat.

    Jadi tips slow living kali ini tentang menghabiskan waktu luang dengan melakukan apa yang kita sukai sesuai passion kita.

    Tanpa sadar, waktu senggang kita tersita untuk hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasi. Sebut saja pesta ulang tahun untuk rekan kerja yang tidak terlalu dekat dengan kita, atau latihan olah raga hanya karena kolega kita mengikutinya.

    Baca: Kiat menghabiskan malam ala slow living

    Hmmm, menyiksa banget kan? Melakukan pendekatan slow living pada waktu senggang berarti melakukan dan menentukan apa yang benar-benar membuat kita bahagia.

    Ini membutuhkan pemahaman tentang diri kita sendiri, yang diperoleh dari mengeksplorasi berbagai minat dan menemukan apa yang membuat kita benar-benar bahagia.

    “Dan yang paling penting, itu berarti melakukan pengorbanan. Karena aktivitas menyenangkan tersebut tidak bisa dikemas dalam satu kalender penuh,” demikian tulis vanillapapers.net.

    Baca: 10 prinsip slow living yang bisa menuntun kita berproses

    Tapi kita bisa melakukan hal-hal kecil untuk mulai menerapkan slow living di hari kita. Misalnya dengan mematikan ponsel dan TV di malam hari dan melakukan hobi santai yang akan memberi waktu relaksasi yang sesungguhnya untuk kita.

    Hobi itu bisa berarti membuat sketsa di jurnal seni, menanam kebun herbal kecil, atau membaca sejarah Perang Saudara.

    Lewati kelelahan awal pasca pulang kerja di malam hari dan dedikasikan setengah jam untuk sesuatu yang benar-benar kamu sukai, dan kamu akan takjub karena akan merasakan istirahat yang sebenarnya. 

    Baca: Cara sederhana menjalani konsep slow living

    Mungkin kamu menilai ini berlawanan dengan intuisi, tetapi secuil momen slow living ini akan membuat pikiran kamu lebih segar setelah menyelesaikan tugas yang menantang di malam hari.

    Menonton TV atau hiburan lain yang mudah mungkin akan menghadirkan  kesenangan yang langsung dirasakan.

    Namun hal itu hanya akan membuat energimu terkuras jika tidak diimbangi dengan hobi yang lebih memperkaya jiwa kamu.

    Baca: Mungkinkan terapkan slow living di kota yang sibuk macam Jakarta?

    Jadi seperti itulah momen slow living berjalan dengan meluangkan sejenak waktumu untuk hal-hal yang kamu sukai.