Tag: jakarta

  • Epidemiolog: Penyemprotan Air Kurang Efektif Atasi Polusi Udara di Jakarta Justru Bahayakan Kesehatan

    Epidemiolog: Penyemprotan Air Kurang Efektif Atasi Polusi Udara di Jakarta Justru Bahayakan Kesehatan

    7cloud.asia – Untuk menurunkan kadar PM 2,5 yang memicu polusi udara di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta melakukan penyemprotan air di jalan protokol.

    Penyemprotan air ini diklaim dapat mengatasi polusi udara di Jakarta yang beberapa bulan ini sangat buruk.

    Namun, epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI) Pandu Riono menilai, alih-alih mengurangi polusi udara penyemprotan ini justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

    Baca Juga: Berbagai Opsi Jangka Pendek Atasi Polusi Udara di Jakarta

    “Karena disemprot air malah memperburuk partikel udara (PM 2,5). Kalau disemprot dengan air bertekanan tinggi bisa terjadi aerolisasi, jadi partikular itu menguap dan bisa lebih dahsyat efeknya kalau dihirup,” ujar  Pandu seperti yang dikutip Antaranews pada Jumat (25/08/2023).

    Pandu menambahkan, polusi udara mengandung partikel kecil yang disebut PM 2,5 atau yang lebih kecil lagi berukuran 10 mikron (PM10), serta polusi dari hasil pembakaran energi sulfur oksigen (SO2).

    Pengaruh polusi udara terhadap kesehatan tak bisa dianggap remeh. Sebab cemaran udara tidak hanya bersarang di paru-paru.

    Baca Juga: Masker dan Makanan Sehat Jadi Solusi tuk Kurangi Dampak Polusi Udara pada Kesehatan.

    Tapi juga bisa memicu efek alergi, mudah sakit, mengganggu sistem kerja jantung dan susunan organ lain, karena menyebar ke semua sistem tubuh.

    “Tekanan tinggi air bisa memecah partikel polusi jadi lebih halus dan masuk ke
    dalam pernapasan lebih mudah lagi tanpa kita sadari. Aerolisasi itu seperti
    menyemprot ketiak kita dengan antibau badan, itu aerolisasi tingkat tinggi,” ujar Pandu.

    Nah, partikulat yang terbelah menjadi ukuran lebih kecil tersebut cenderung lebih
    mudah mengambang dan terbang hingga ke dalam rumah penduduk, sehingga
    usulan untuk bekerja dari rumah (WFH) pun tidak efektif.

    Baca Juga: KLHK Segel Empat Perusahaan yang Terindikasi sebagai Biang Polusi Udara

    “WFH tidak ada gunanya. Bahkan, kerja di rumah juga polusi masuk ke dalam
    rumah, karena kontributor terbesar mungkin bukan dari emisi transportasi, ada
    yang lebih daripada itu,” ujar Pandu.

    Pandu yang bergabung dalam Tim Serologi Survei Antibodi COVID-19 ini
    mengatakan upaya penyemprotan air bertekanan tinggi secara sistematik pada
    saat krisis kesehatan akibat COVID-19 tidak pernah disarankan oleh ilmu
    pengetahuan manapun.

    Memang, lanjut Pandu, polusi udara yang terjadi di wilayah Jabodetabek dan
    sekitarnya ini merupakan dampak yang tidak bisa dihindari dari kondisi
    pemulihan ekonomi di era endemi.

    Baca Juga: WFH Belum Berdampak Signifikan dalam Menurunkan Polusi Udara di Jakarta

    Polusi ini, ujar Pandu,  sudah berbulan-bulan sejak dikatakan pandemi selesai, orang kembali beraktivitas, pabrik menggenjot ekspor, semuanya pemulihan.

    “Ada sumber energi baru menggunakan fosil, jadilah Jabodetabek dan mungkin juga kota lain terjadi polusi,” jelasnya.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, sejak Rabu (23/08/2023) Polda Metro Jaya
    mengerahkan 4 unit kendaraan water cannon Brimob untuk menyemprot kedua
    sisi jalan protokol Jenderal Sudirman hingga ke Bundaran Senayan, Jakarta
    Pusat.

    Baca Juga: El Nino Percepat Laju Lelehnya Salju Abadi Gunung Puncak Jaya

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan
    penyemprotan ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak polusi
    udara ini.

    “Maka itu, Polri, khususnya Polda Metro Jaya, melakukan kesiapan dengan pengecekan kendaraan taktis water cannon dan kemudian melakukan penyemprotan jalan protokol guna mengurangi dampak polusi udara di Jakarta,” jelas Trunoyudo kepada wartawan, Kamis (24/8/2023).

    Selain di Jalan Jenderal Sudirman, penyemprotan juga dilakukan di Jalan Merdeka Barat Monas dengan bekerjasama dengan dinas operasional Pemadam Kebakaran serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

    Reporter: Nurakhmayani.

  • Terkait Polusi Udara di Jakarta, Greenpeace Minta Pemerintah Tak Berikan Solusi Palsu

    Terkait Polusi Udara di Jakarta, Greenpeace Minta Pemerintah Tak Berikan Solusi Palsu

    7cloud.asia – Sejak satu bulan terakhir warga menyorot polusi udara yang mengakibatkan kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) terus menerus dalam kondisi buruk.

    Bahkan, polusi udara yang parah telah mengakibatkan Jakarta selalu menempati posisi teratas kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dalam dua pekan terakhir.

    Banyak warga yang mengeluhkan dampak polusi udara di Jakarta ini. Di media sosial mereka menceritakan kualitas udara yang buruk telah mengganggu kesehatan mereka.

    Baca: Parfum ini ingatkan kita bahwa pencemaran lingkungan sudah di titik kritis

    Charlie Albajili, Juru Kampanye Keadilan Perkotaan Greenpeace Indonesia mengatakan polusi udara dapat mengakibatkan berbagai penyakit pernapasan serius, meningkatkan risiko lahirnya bayi prematur, hingga kematian dini.

     

    Kampanye polusi udara telah digaungkan oleh Greenpeace Indonesia sejak 2017. Bahkan pada 2019, Greenpeace telah membentuk koalisi Ibukota yang mendampingi gugatan 32 warga negara terkait polusi udara.

    Warga pun sudah memenangkan gugatan ini dua kali, di Pengadilan Negeri, dan
    Pengadilan Tinggi, namun Presiden dan KLHK sebagai salah satu pihak yang digugat mengajukan kasasi.

    Baca: Berbagai opsi jangka pendek atasi polusi udara di Jakarta

    Imbasnya, untuk bisa terbebas dari dampak polusi udara itu, masyarakat harus menunggu putusan kasasi yang dijadwalkan akan keluar pada September mendatang.

    “Sementara kondisi yang diakibatkan polusi udara sudah sangat mengkhawatirkan,” ujar Charlie di sela peluncuran parfum Our Earth, Jumat (25/8/2023) di Jakarta.

    Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sekitar 100 ribu warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setiap bulannya akibat polusi udara  

    Baca: KLHK segel empat perusahaan yang diduga biang polusi udara di Jakarta

     

    Pada Juli 2020, Greenpeace bekerjasama dengan IQ Air Visual mengeluarkan sebuah laporan yang menghitung kerugian ekonomi.

    Di Jakarta saja, polusi udara telah menelan biaya ekonomi Rp 21,5 triliun, atau 1,7 kali lipat dari defisit BPJS, dan setara dengan 26% dari anggaran kota Jakarta pada tahun 2020.

    “Permasalahan polusi udara tidak bisa dipandang sebelah mata, solusinya harus
    diimplementasikan secara serius, ambisius, dan bersifat jangka panjang”, ucap 

    Baca: Transisi ke kendaraan listrik dinilai bukan solusi tepat untuk polusi udara di Jakarta

    Karena itu Charlie meminta agar pemerintah tidak lagi menunda upaya mengatasi polusi udara dari akarnya. Ia melihat apa yang dilakukan pemerintah saat ini masih bersifat sementara dan bahkan bersifar kosmetik alias solusi palsu.

    Polusi udara juga dihasilkan industri dan  PLTU batubara. Tapi kebijakan yang diambil pemerintah adalah beralih ke kendaraan listrik atau bekerja dari rumah.

    Selain memberi solusi palsu, langkah ini juga dinilai bias kelas. Karena tidak banyak warga Jakarta yang bisa melakukan WFH atau membeli mobil listrik.

    Baca: WFH belum berdampak signifikan pada polusi udara di Jakarta

    Gabriel mengingatkan, lebih dari 50 persen warga Jakarta bekerja di sektor informal sehingga mereka harus datang ke tempat kerja.

    Mereka inilah yang paling terdampak polusi udara Jakarta, tetapi tidak bisa mengakses fasilitas yang lebih aman. Mereka juga tidak bisa menghindar dari tempat yang terpolusi. 

    “Harusnya pemerintah melindungi mereka dengan penegakan hukum dan upaya progresif kurangi polusi udara,” ujarnya.

    Baca: Polusi udara di Jakarta parah, pemerintah didesak segera berlakukan pembatasan kendaraan bermotor

    Polusi udara tidak mengenal batas wilayah, maka langkah yang dilakukan harus dikoordinasikan dengan wilayah penyangga Jakarta, tidak bisa hanya menyasar satu sumber pencemar saja.

    Gabriel mengapresiasi langkah KLHK menyegal empat perusahaan yang diduga sebagai pemicu polusi udara.

    Namun. ia meminta agar langkah ini dilakukan secara berkelanjutan dan dilakukan secara lebih luas. Karena dari pemantauan Greenpeace, warga Marunda masih mengeluhkan debu batubara ini.

    Baca:  Bukan kendaraan bermotor, ini biang kerok polusi udara di Jakarta

    Harus ada inventarisasi emisi secara berkala, dan penindakan tegas para pelaku jika terbukti melakukan pencemaran.

    “Pemerintah harus membuka data industri-industri yang hasilkan polusi udara, dan upaya apa yang dilakukan untuk memantau aktivitas industri tersebut. Publik harus bisa mengakses data tersebut sehingga bisa turut mengawasi,” pungkasnya.

  • Polusi Udara Hari Ini: Jakarta Terlempar dari 10 Besar Kota Terpolusi di Indonesia

    Polusi Udara Hari Ini: Jakarta Terlempar dari 10 Besar Kota Terpolusi di Indonesia

    7cloud.asia – Polusi udara di Jakarta berangsur turun. Berdasarkan data IQAir pada Sabtu (26/8/2023) sore pukul 16.00 WIB indeks PM2.5 jakarta tercatat sebesar 144.

    Ini artinya tingkat polusi dan kualitas udara Jakarta membaik dibanding sebelumnya, yang indeks PM2,5-nya selalu berada di atas 150.

    Bahkan, hari ini Jakarta terlempar dari 10 besar kota-kota di Indonesia dengan kondisi polusi udara terburuk. 

    Namun demikian masyarakat diminta untuk tidak serta merta mengabaikan polusi udara, Pasalnya, kualitas udara di Jakarta masih masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif. 

    Baca: Opsi penanganan jangka pendek polusi udara di Jakarta

    Dalam rangking kota AQI langsung dari beberapa kota di Indonesia, sore ini kota dengan indeks polusi udara terburuk adalah Tangerang Selatan (169), Depok (162), Cibinong (161), Pasarkemis (161) dan Karawang, Jawa Barat (160).

    Polusi udara di Jakarta makin membaik hari demi hari, salah satu faktornya adalah karena tekanan angin.

    Ketika kecepatan angin meningkat, maka polutan yang memicu polusi udara ikut bergeser sehingga kualitas udara membaik. 

    CNBC Indonesia, mengutip dari IQAir menulis, angin dapat membantu mengurangi dan mengeluarkan polutan dari suatu wilayah, sehingga konsentrasi polutan dapat berkurang.

     

    Baca: Masker dan makanan sehat efektif tangkal penyakit akibat polusi udara

    Letak geografis menjadi sebuah tantangan. Angin tidak bisa mendorong polutan keluar dari lembah jika angin yang bertiup tidak dapat naik melewati pegunungan.

    Dalam kasus seperti ini, polutan dapat berkumpul dalam konsentrasi yang lebih tinggi di kaki gunung. Kondisi ini yang dialami Depok dan Tangerang Selatan yang dalam beberapa hari ini tercatat sebagai kota dengan polusi udara terburuk.

    Selain itu, kebijakan yang telah dilakukan Pemerintahan DKI Jakarta juga mendorong penurunan polusi udara di Jakarta, meskipun status DKI Jakarta saat ini masih masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

    Meski tidak signifikan, penerapan sistem ganjil genap dan WFH, juga mampu menurunkan tingkat polusi udara di Jakarta.

     

    Baca: jangan anggap remeh, 123.000 orang meninggal akibat polusi udara

    Pemerintah juga berupaya untuk mengurangi polusi udara di Jabodetabek (Jakarta Bohor Depok Tangerang Bekasi) dengan melakukan modifikasi cuaca.

    Di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan spraying air di jalan protokol untuk menurunkan polusi udara ini.

    Meski kualitas udara membaik, warga Jakarta disarankan tetap melakukan langkahpencegahan, seperti menggunakan masker, penyaring udara dalam ruangan, menutup jendela, dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

    Tujuan utamanya adalah untuk melindungi diri dari berbagai gangguan kesehatan yang disebabkan polusi udara. 

    Baca: WHO sebut polusi udara memicu 7 juta kematian dini per tahun

  • Tilang Uji Emisi Harus Konsisten dan Menyeluruh, Agar Polusi Udara di Jakarta Teratasi

    Tilang Uji Emisi Harus Konsisten dan Menyeluruh, Agar Polusi Udara di Jakarta Teratasi

    7cloud.asia – Pemprov DKI Jakarta mewacanakan tilang uji emisi untuk mengatasi polusi udara di Jakarta yang sudah mengkhawatirkan.

    Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menyambut baik rencana tilang uji emisi untuk atasi polusi udara di Jakarta ini.

    Menurutnya, tilang uji emisi ini harus dilakukan secara konsisten agar efektif untuk mengurangi polusi udara di Jakarta. 

    Djoko mengatakan, sebenarnya kebijakan yang mewajibkan adanya uji emisi pada kendaraan-kendaraan bermotor di Jakarta sudah ada sejak 2020, namun, penegakan hukumnya belum konsisten.

    Baca: Berbagai opsi solusi jangka pendek untuk atasi polusi udara di Jakarta

    “Hal yang penting itu konsistensi,” kata Djoko Sabtu (26/8/2023) seperti dikutip Antaranews.com.

    Djoko menyebutkan ada baiknya uji emisi juga dilakukan kepada kendaraan-kendaraan angkutan barang untuk mengurangi polusi udara di Jakarta.

    Menurut dia, tilang uji emisi yang saat ini dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta hanya satu bagian dari cara untuk mengurangi kadar polusi di perkotaan.

    Ia menegaskan, pemerintah harus menyiapkan solusi jangka panjang lainnya seperti penyediaan angkutan umum yang memadai.

    Baca: Greenpeace desak pemerintah tak berikan solusi palsu soal polusi udara

    Langkah ini tidak hanya untuk Pemprov DKI Jakarta, tapi juga untuk pemerintah daerah di wilayah penyangga Jakarta yaitu Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

    Ia mengatakan, banyaknya kendaraan pribadi yang digunakan oleh masyarakat dari daerah Bodetabek menuju Jakarta di hari kerja dan ikut berkontribusi pada kondisi polusi.

    “Perlu ada strategi push and pull, masyarakat didorong untuk tidak menggunakan angkutan pribadi (push) dan ditarik untuk memanfaatkan kendaraan umum untuk bermobilisasi (pull),” terangnya.

    Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah perumahan-perumahan di daerah Bodetabek menyediakan angkutan umum untuk para penghuninya. 

    Baca: Perlu langkah ekstrem untuk atasi polusi udara di Jakarta

    “Intinya Bodetabek ini atau daerah penyangga perlu lebih diperhatikan (angkutan umum-nya). Terkait uji emisi juga perlu dilakukan di sana. Kalau tidak dilakukan dan tidak konsisten, ya, tidak akan efektif (mengurangi polusi),” ujar Djoko.

    Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta bersama dengan Polri dan TNI menyiapkan Satuan tugas (Satgas) Uji Emisi DKI Jakarta yang bertugas merazia kendaraan bermotor yang tidak lolos uji emisi di Ibu Kota mulai 1 September 2023.

    Satgas tersebut terdiri dari personel Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, serta dibantu personel Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Komando Garnisun Tetap I/Jakarta.

    Tilang uji emisi merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengurangi polusi udara.

    Baca: Perumahan di Bodetabek tak dilengkapi sarana transportasi, orang berlomba beli kendaraan pribadi

     

  • Hujan Berpotensi Guyur Jakarta Senin Malam, Diharapkan Kualitas Udara Membaik

    Hujan Berpotensi Guyur Jakarta Senin Malam, Diharapkan Kualitas Udara Membaik

    7cloud.asia – Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk. Dipantau dari laman IQAir pada Senin (28/8/2023) pukul 07:50 WIB indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 154  dengan polutan utama adalah PM 2,5. 

    Konsentrasi PM2.5 di Jakarta saat ini 12.1 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO, dan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

    Kualitas udara di Jakarta sempat membaik beberapa hari lalu, dengan indeks di bawah 150. Hal ini tak lepas dari kondisi cuaca yang berangin dan berbagai upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

    Baca: Tilang emisi mulai diberlakukan hari ini

    Untuk mengatasi kualitas udara yang buruk ini, Pemprov DKI Jakarta diminta untuk konsisten melanjutkan langkah yang sudah dilakukan yakni, razia emisi, WFH dan membatasi jumlah kendaraan bermotor.

    Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan akan menggyur Jakarta malam ini. Diharapkan hujan akan menekan polusi udara sehingga kualitas udara di Jakarta membaik.

    Secara umum cuaca di DKI Jakarta akan berawan sepanjang pagi hingga siang dan baru hujan dengan intensitas ringan pada Senin malam.

    Baca: Pemerintah diminta tak berikan solusi palsu terkait polusi udara

    Menurut prakiraan cuaca di situs resmi BMKG dipantau di Jakarta, cuaca Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu berawan pada Senin pagi hingga siang.

    Sedangkan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara berawan tebal. Sedangkan pada Senin malam, cuaca di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan berubah menjadi hujan ringan.

    Adapun empat wilayah lainnya di DKI Jakarta masih berawan pada waktu yang sama.

    Baca: Opsi jangka pendek untuk atasi polusi udara di Jakarta

    “Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat petir, dan angin kencang di Jakarta Selatan, Jakarta Barat pada malam hari,” tulis BMKG.

    Lalu pada Selasa (29/8/2023) dini hari, hujan ringan meluas ke Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

    Suhu Jakarta diperkirakan berkisar di 24-33 derajat Celcius dengan kelembaban 55-90 persen.

    Baca: KLHK segel empat perusahaan yang dinilai biang poluis udara di Jakarta

  • KTT ASEAN Berlangsung dalam Kualitas Udara Jakarta yang Tidak Sehat

    KTT ASEAN Berlangsung dalam Kualitas Udara Jakarta yang Tidak Sehat

    7cloud.asia – Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN mulai berlangsung hari ini di Jakarta di tengah kualitas udara yang tidak sehat. 

    Dipantau dari situs IQAir pada Selasa (5/9/2023) pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara Jakarta berada pada angka 156.

    Dilihat secara global, posisi Jakarta berada di peringkat ke 6 setelah Kuala Lumpur, Malaysia dengan indeks kualitas udara 157.

    Sementara peringkat pertama kota terpolusi di dunia masih negara Malaysia, yaitu kota Kuching dengan indeks 178.

    Baca; Hujan buatan belum optimal turunkan polusi udara di Jakarta

    Rangking kota Jakarta ini turun dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya yang
    selalu masuk 5 besar kota terpolusi di dunia. Bahkan tak jarang Jakarta menempati urutan pertama kota terpolusi di dunia.

    Meski rangking Jakarta turun, kualitas udara Jakarta tergolong tidak sehat dengan nilai konsentrasi polutan utamanya PM 2,5 di jakarta 12.9 kali panduan kualitas udara tahunan WHO.

    Sedangkan kota terbersih yang terpantau pada Selasa pagi adalah kota Kiev, Ukraina. Di kota pecahan Uni Soviet ini, indeks kualitas udaranya berada di angka 12 dan masuk dalam kategori hijau atau sehat.

    Baca: Untuk atasi polusi, hujan buatan harusnya dilakukan setiap hari

    Data kualitas udara didapat dari sejumlah kontributor, seperti KLHK, BMKG serta US Department of State.

    Dengan kualitas udara seperti itu, IQAir menyarankan agar masyarakat dapat
    menggunakan masker saat berada di luar ruangan.

    Selain itu, jika memiliki penyaring udara maka dapat menyalakan penyaring udara agar udara dapat jernih kembali.

    Baca: Water mist, salah satu upaya dongkrak kualitas udara Jakarta

    Masyarakat juga dihimbau untuk menutup jendela agar dapat menghindari udara
    kotor dari luar.

    Masyarakat, terutama kelompok usia rentan seperti anak-anak, ibu hamil dan orangtua juga dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan. 

    Sementara itu, Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Respirasi Universitas Indonesia Agus Dwi Susanto mengajak masyarakat untuk mengenakan masker kain yang dilapisi filter untuk particulate matter (PM) 2.5 saat polusi udara.

    Baca: Mengatasi polusi udara di Jakarta harus didukung daerah penyangga

    Cara ini dianggap dapat menyaring 95 hingga 99 persen partikulat mikro. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan N95, KF94 dan masker bedah.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Lebih 10 Persen Kendaraan Dinyatakan Tak Lolos, DPRD DKI Jakarta: Hasil Uji Emisi Dibuka ke Publik

    Lebih 10 Persen Kendaraan Dinyatakan Tak Lolos, DPRD DKI Jakarta: Hasil Uji Emisi Dibuka ke Publik

    7cloud.asia – Uji emisi kendaraan di Jakarta telah dilakukan selama 1 minggu terhitung sejak 1 September lalu.

    Dari 6.992 kendaraan, baik mobil dan motor di Jakarta yang telah menjalani uji emisi, sebanyak 850 kendaraan dinyatakan tidak lolos uji emisi.

    Menanggapi hasil uji emisi ini, Anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan perlu ada tindakan lanjut agar pemilik kendaraan bersedia melakukan servis pada kendaraannya.

    Menurut Yurike, tindak lanjut uji emisi yang dimaksud berupa membuka data bagi yang belum atau tidak lolos uji emisi kepada pihak pengelola parkir. Sehingga penerapan tarif tertinggi bisa dilakukan.

    Baca: Kendaraan yang tak lolos uji emisi akan kena tilang

    “Ini akan efektif jika data pemerintah tentang uji emisi bisa juga dipakai pengelola parkir swasta sehingga pengaruhnya lebih besar dan ada efek jera jika belum lolos uji emisi,” jelas Yuke seperti yang dilansir Antaranews.

    Menurutnya, upaya Pemprov DKI menerapkan tarif parkir tertinggi di 10 lokasi tidak akan berdampak banyak. Karena itu, perlu adanya integrasi data yang tak lolos atau belum melakukan uji emisi dengan seluruh tempat perparkiran.

    “Dinas Lingkungan Hidup hanya fokus ke kebersihan dan sampah. Padahal masalah lingkungan hidup lainnya sangat penting,” ujarnya.

    Baca: Tilang uji emisi harus dilakukan secara konsisten

    Selanjutnya Yuke menambahkan, Pemprov DKI harus terus membenahi pelayanan transportasi publik hingga menggencarkan uji emisi dengan alat yang berkualitas.

    “Gimana kita mau ‘zero emission’ atau ngetes kualitas udara di setiap area yang berbeda-beda kalau alat tes-nya atau teknologinya kurang memadai,” imbuhnya.

    Sebelumnya Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menerapkan tarif parkir tertinggi di 10 lokasi milik Pemprov DKI Jakarta bagi kendaraan yang tidak lulus atau belum melakukan uji emisi.

    Baca: Solusi jangka pendek untuk atasi polusi udara di Jakarta

    Penentuan tarif parkir telah diatur dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 31 tahun 2017 tentang tarif layanan parkir. 

    Kendaraan roda empat dikenakan tarif Rp 7.500/jam atau berlaku progresif di tiap lokasi parkir milik pemprov DKI Jakarta.

    Namun, pada lokasi ‘park and ride’ (parkir dan berkendara), kendaraan roda empat dikenakan tarif parkir Rp 7.500 sekali parkir atau berlaku tarif flat. Tarif ini belum diberlakukan bagi kendaraan roda dua.

    Baca: Pembatasan kendaraan bermotor dipertanyakan 

    Sepuluh lokasi parkir yang dimaksud adalah:
    1. Pelataran parkir IRTI Monas
    2. Kawasan parkir Blok M Square
    3. Pelataran parkir kantor samsat Jakarta Barat
    4. Kawasan parkir pasar Mayestik
    5. Park and ride Kalideres
    6. Gedung parkir taman Menteng
    7. Gedung parkir Istana Pasar Baru
    8. Park and ride Lebak Bulus
    9. Park and ride terminal Kampung Rambutan
    10. Pelataran parkir Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

    Baca: Kawasan ini tarif parkirnya capai Rp 60.000 per jam

    Reporter: Nurakhmayani

  • Nggak Usah jauh-jauh, Kita Bisa Piknik ke Hutan Kota GBK Jakarta

    Nggak Usah jauh-jauh, Kita Bisa Piknik ke Hutan Kota GBK Jakarta

    7cloud.asia – Untuk menyukseskan gelaran Asian Games 2018, pemerintah melakukan renovasi besar-besaran kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta termasuk Hutan Kota GBK. 

    Ruang terbuka hijau di Jakarta tersebut sempat ditutup. Setelah buka kembali, Hutan Kota GBK Senayan menjadi tempat rekreasi yang sukses menarik banyak pengunjung.

    Tidak sedikit yang menyandingkan tempat ini dengan Central Park yang ada di New York City, Amerika Serikat. Sehingga banyak orang yang datang ke Hutan Kota GBK untuk sekadar menghirup udara dan merasakan ketenangan di tengah kesibukan kota Jakarta. 

    Meskipun bernama hutan kota, wujud Hutan Kota GBK jauh dari hutan. Alih-alih pepohonan, yang ada di sini justru hamparan lapangan rumput yang luas. 

    Baca: Jalan-jalan ke Taman Bungkul

    Sekeliling lapangan pepohonan yang tumbuh agak jarang layaknya taman. Memang butuh waktu yang cukup lama untuk menunggu kawasan ini benar-benar menjadi sebuah ‘hutan kota.

    Saat ini mungkin akan lebih tepat jika menyebutnya sebagai taman kota berukuran cukup besar.

    Layaknya Central Park, Hutan Kota GBK mengundang pengunjung untuk berpiknik. Area luas dan bernaung pepohonan menjadikannya tempat yang nyaman dan teduh.

    Kontur tanahnya yang landai, menjadikan Hutan Kota GBK pas untuk piknik ala perkotaan. Di sini, kita disuguhi pemandangan pepohonan dengan deretan gedung tinggi di belakangnya.

    Baca: Kenali beragam jenis mangrove di Kebun Raya ini

    Duduk santai sambil menikmati makanan bawaan atau dari kios atau foodcourt di dekat stadion, akan menjadi momen menenangkan di akhir pekan.

    Selain berpiknik, kita bisa berjalan-jalan mengelilingi taman untuk melepas stres.  terbaik. Tempat ini bahkan memiliki kolam ikan lengkap dengan air terjun buatan yang menenangkan, amphitheater, dan plaza utama.

    Sebagai tujuan wisata hutan kota GBK memiliki fasilitas yang cukup lengkap pos keamanan, toilet, dan ruang ganti. Tersedia juga bangku yang tersebar di dalam area.

    Kabar baik lainnya, buat kamu yang ingin piknik ke Hutan Kota GBK, tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Pasalnya, tidak ada tiket masuk untuk pengunjung ke hutan kota GBK yang memiliki luas 3,2 hektare ini.

    Baca: Yuk jalan-jalan sambil mengenal flora di kebun raya  

    Semua pengunjung bisa bebas masuk secara gratis. Biaya baru dikenakan jika kamu menggunakan kendaraan pribadi. Oh ya, pembayaran parkir di kawasan ini menggunakan fasilitas e-money.

    Untuk saat ini, Hutan Kota GBK buka setiap hari Selasa hingga Minggu. Dengan jam operasional mulai pukul 6 pagi.

    Terbagi dalam 2 sesi yaitu Sesi 1 pukul 06.00 pagi hingga 10.00 pagi dan Sesi 2 mulai pukul 03.00 sore hingga pukul 06.00 sore.

     

    Hutan Kota GBK merupakan hasil kerjasama pengelola GBK dengan pengembang Hotel Plataran.

    Oleh karena itu, jangan heran jika melihat bangunan hotel dan restoran yang berada di areanya. Di beberapa sudut terdapat fasilitas yang hanya terbuka untuk pengunjung hotel maupun restoran.

    Baca: Mengenal sejarah Bumi dengan mengunjungi geopark ini

    Fasilitas tersebut biasanya hanya bisa digunakan melalui reservasi. Namun, area Hutan Kota GBK terbuka untuk umum.

    Area ini memang sengaja dibuka sebagai tujuan rekreasi dan wisata outdoor. Di tengah berdirinya gedung-gedung puluhan lantai, taman ini ibarat oase.

    Di sini, pengunjung dapat menyingkir sejenak dari polusi jalanan untuk menghirup udara segar.

    Hutan Kota GBK merupakan bagian dari komplek Gelora Bung Karno tepatnya di Jalan Pintu Senayan. Akses termudah dari Pintu 5 GBK di Jalan Jend. Sudirman Kav 54 – 55, Senayan.

    Pengunjung bisa menggunakan bus Transjakarta atau MRT. Bagi yang ingin menggunakan Busway TransJakarta ada beberapa pilihan rute.

     

  • Meski Dikritik, Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Penyemprotan Jalan

    Meski Dikritik, Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Penyemprotan Jalan

    7cloud.asia – Sejak pertengahan bulan lalu, pemprov DKI Jakarta melakukan penyemprotan jalan protokol untuk mengatasi polusi udara.

    Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Joko Agus Setyono mengatakan, penyemprotan jalan protokol ini akan tetap terus dilanjutkan meski dinilai tak efektif serta membahayakan kesehatan.

    “Masih (penyemprotan jalan, red), ini kan musim kemarau. Musim kemarau ini debu-debu berterbangan makannya harus disisir,”  ujar Joko di Jakarta pada Jumat (8/9/2023) malam.

    Penyemprotan jalan ini melibatkan mobil dinas damkar dan kendaraan water cannon. 

    Baca: Gedung tinggi di Jakarta wajib pasang water mist paling lambat 11 September

    Selain itu, Joko menjelaskan pihaknya mengimbau kepada pemilik gedung bertingkat untuk segera memasang water mist sebagai upaya mengurangi polusi udara.

    Namun upaya penyemprotan air ke jalan ini mendapat banyak kritikan karena dianggap tidak efektif dalam mengatasi polusi udara. Seperti yang dikatakan anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak beberapa waktu lalu.

    Menurutnya penyemprotan air ke jalan tersebut tidak berdampak signifikan dalam mengatasi polusi. Menurutnya, sudah banyak pendapat dan data yang disampaikan bahwa penyemprotan jalan yang tidak berdampak pada polusi ini.

    “Saya tidak melihat ada kebijakan/solusi jangka pendek yang berdampak signifikan saat ini dan jangka panjang,” jelas Gilbert.

    Baca: Berbagai opsi jangka pendek atasi polusi udara di Jakarta

    Upaya penyemprotan air ini juga mendapat sorotan dari epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI), Pandu Riono.

    Menurutnya penyemprotan tersebut justru dapat membahayakan kesehatan.

    “Karena disemprot air malah memperburuk partikel udara (PM 2,5). Kalau disemprot dengan air bertekanan tinggi bisa terjadi aerolisasi, jadi partikular itu menguap dan bisa lebih dahsyat efeknya kalau dihirup masyarakat,” jelas Pandu.

    Pandu menjelaskan polusi udara mengandung partikel kecil yang disebut PM 2,5 atau yang lebih kecil lagi berukuran 10 mikron (PM10), serta polusi dari hasil pembakaran energi sulfur oksigen (SO2).

    Baca: Hujan buatan tak optimal atasi polusi udara di Jakarta, ini sebabnya

    Pandu mengingatkan, pengaruh polusi udara terhadap kesehatan tak bisa dianggap remeh. 

    Sebab, cemaran udara tidak hanya bersarang di paru-paru, tapi juga memicu efek alergi, mudah sakit, mengganggu sistem kerja jantung dan susunan organ lain, karena menyebar ke semua sistem tubuh.

    “Tekanan tinggi air bisa memecah partikel polusi jadi lebih halus dan masuk ke dalam pernapasan lebih mudah lagi tanpa kita sadari. Aerolisasi itu seperti menyemprot ketiak kita dengan antibau badan, itu aerolisasi
    tingkat tinggi,” papar Pandu.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Dinilai Memberatkan Masyarakat, Tilang Uji Emisi Dibatalkan

    Dinilai Memberatkan Masyarakat, Tilang Uji Emisi Dibatalkan

    7cloud.asia – Polda Metro Jaya menghentikan tilang uji emisi kendaraan yang belum dan tak lulus uji emisi. Keputusan ini diambil karena sanksi tilang dianggap memberatkan masyarakat dan tidak efektif.    

    “Ternyata penilangan tidak efektif, maka setelah ada Satgas yang tidak lulus uji emisi diimbau untuk diservis, dan kami berusaha komunikasi dengan dealer untuk membantu servis,” jelas Irwasda Polda Metro Jaya sekaligus Kasatgas Pengendalian Polusi Udara Kombes Nurcholis seperti yang dilansir CNN Indonesia.

    Selain itu sanksi tilang uji emisi ini juga dinilai negatif oleh banyak pihak. Karena itu, kini pengemudi mobil dan pengendara roda dua dinyatakan tidak lolos uji emisi hanya diminta melalukan servis di bengkel terpercaya. Harapannnya untuk menekan kadar emisi gas buang kendaraan.

    Baca Juga: Lebih 10 Persen Kendaraan Dinyatakan Tak Lolos, DPRD DKI Jakarta: Hasil Uji Emisi Dibuka ke Publik

    Seperti yang diwartakan sebelumya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya sebelumnya resmi menerapkan tilang uji emisi yang berlaku sejak 1 September hingga 31 November 2023.

    Penerapan tilang ini merujuk Pasal 285 dan Pasal 286 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    Berdasarkan aturan tersebut, pengendara sepeda motor yang melanggar aturan akan dikenakan denda Rp250 ribu, sedangkan pengendara mobil Rp500 ribu.

    Baca Juga: Catat! Total Ada 27 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama di 2024

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menetapkan uji emisi hanya dilakukan buat kriteria kendaraan dengan usia di atas tiga tahun. Hal ini berdasarkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 66 Tahun 2020 tentang uji emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor, Pasal 2.

    “Mobil Penumpang Perseorangan dan Sepeda Motor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang batas usia kendaraannya lebih dari 3 (tiga) tahun,” demikian tertulis pada Pasal 2 aturan tersebut.

    Ketetapan kendaraan usia di atas tiga tahun wajib uji emisi dibuat berdasarkan asumsi kondisi rata-rata kendaraan setelah dipakai dalam jangka waktu tertentu.

    Baca Juga: Daftar PLTU Batubara yang Mangkrak dan Layak Dibatalkan Demi Lingkungan

    Uji emisi telah dilakukan selama 1 minggu terhitung sejak 1 September lalu. Dari 6.992 kendaraan mobil dan motor yang telah diuji, sebanyak 850 kendaraan tidak lolos uji emisi.

    Sementara itu, juru bicara Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan menjelaskan kendaraan yang usianya di bawah tiga tahun masih bagus dan dapat mengikuti ketentuan uji emisi yang berlaku.

    Namun, kualitas emisi kendaraan bakal menurun seiring waktu, apalagi bila tak dirawat pemiliknya.

     Reporter: Nurakhmayani