Tag: Pemilu 2024

  • Liputan Pemilu 2024: Perusahaan Pers Harus Lindungi Jurnalisnya

    Liputan Pemilu 2024: Perusahaan Pers Harus Lindungi Jurnalisnya

    7cloud.asia – Dewan Pers mengingatkan bahwa seluruh perusahaan pers wajib memberikan perlindungan hukum kepada jurnalis dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik.

    Perlindungan ini juga termasuk penanganan penyelesaian tindak kekerasan yang bisa saja menimpa jurnalis saat menjalankan tugas pada momen Pemilu 2024.

    “Perlu saya tegaskan, dalam mekanisme penyelesaian kekerasan terhadap jurnalis, perusahaan pers termasuk turut bertanggung jawab terhadap keselamatan, keamanan dan juga kesejahteraan wartawannya,” ujar Anggota Dewan Pers Asep Setiawan saat kegiatan disiminasi mekanisme respons pencegahan dan penanganan kekerasan wartawan dalam peliputan Pemilu 2024 di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (21/12/2023).

    Menurut dia, hal ini penting, karena berdasarkan Peraturan Dewan Pers di dalam perusahaan pers itu sudah ada dijelaskan bagaimana perusahaan pers itu harus menjamin keseluruhannya, termasuk perlindungan dan kesejahteraannya.

    Baca: Jurnalis minim perlindungan

    Oleh karena itu, otomatis apabila terjadi kekerasan terhadap wartawan, termasuk dalam peliputan tahapan Pemilu 2024 baik saat ini maupun pada 14 Februari 2024, maka yang pertama merespons dan bertanggung jawab terkait itu adalah perusahaan persnya, tempat jurnalis itu bekerja.

    “Apabila ada perusahaan pers yang kemudian lepas tangan terhadap kejadian itu, maka hendaknya dikoordinasikan dengan Dewan Pers atau dengan asosiasi wartawan atau asosiasi perusahaan pers agar bisa segera diselesaikan, itu mekanismenya,” tandasnya. 

    Asep yang memimpin Komisi Kemitraan dan Infrastruktur Organisasi Dewan Pers ini menyatakan, bilamana mekanisme sudah dijalankan, maka tugas Dewan Pers selanjutnya segera mengomunikasikan dengan pihak perusahaan pers dalam hal penanganannya.

    Dewan Pers telah mengeluarkan surat edaran bahwa pers harus menjalankan fungsinya sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dalam menghadapi Pemilu Serentak 2024 melalui fungsi informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial.

    Baca: SK Trimurti Award 2023

    Pers harus independen.

    Selanjutnya, Dewan Pers juga mengeluarkan surat edaran terkait wartawan yang sudah bergabung dengan salah satu calon, tim sukses maupun caleg partai politik disarankan untuk non-aktif atau mengundurkan diri dari perusahaan medianya.

    Hal ketiga adalah, Dewan Pers telah memiliki instrumen dalam menangani kekerasan terhadap jurnalis atau wartawan termasuk di saat pemilu 2024. 

    Makanisme itu yaitu sosialisasi mekanisme respon pencegahan dan penanganan kekerasan wartawan dalam peliputan Pemilu termasuk Pemilu 2024, yang kini dilaksanakan di dalamnya bagaimana dilakukan pencegahan bersama serta bagaimana kalau terjadi kekerasan.

    Untuk penanganan kasus, Dewan Pers telah mendapatkan komitmen dari Aparat Penegak Hukum (APH) baik dari kepolisian maupun tiga matra TNI akan memprioritaskan penanganan apabila terjadi kasus kekerasan saat peliputan secara khusus, termasuk KPU dan Bawaslu dalam proses produk jurnalistik Pemilu 2024.

    BAca: Perpres Jurnalisme Berkualitas

    Kami, ujarnya, sudah membuat sistem bahkan sekarang ada Satgas (Satuan tugas) Pemilu termasuk penyelesaian kasus Pemilu, produk jurnalistik dan kekerasan terhadap wartawan.

    “Karena kami sudah mendapat komitmen dari APH, tentu saja kami akan mengawal sampai nanti Pemilu terselenggara selesai tahun depan,” ucapnya.

    Kepala Subdit 1 Ditreskrimum Polda Sulsel Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Khaerul pada kesempatan ini menyampaikan bahwa wartawan tidak perlu ragu dan takut dalam hal peliputan utamanya dalam tahapan Pemilu 2024. ,

    “Apabila ada kekerasan wartawan terjadi dalam proses Pemilu, saya pastikan segera ditangani, dan pasti diprioritaskan. Kita sudah bentuk Satgas, dan kebetulan saya sebagai Ketua Satgas Pemilu,” papar Agus menegaskan.

    Sumber: Antaranews.com

  • Per 4 Desember DKPP Terima 309 Pengaduan Dugaan Pelanggaran Etika dalam Pelaksanaan Pemilu 2024

    Per 4 Desember DKPP Terima 309 Pengaduan Dugaan Pelanggaran Etika dalam Pelaksanaan Pemilu 2024

    7cloud.asia – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menerima banyak laporan baik dari masyarakat maupun penyelenggara pemilu terkait dugaan pelanggaran etika penyelenggaraan di Pemilu 2024.

    Anggota DKPP Muhammad Tio Alamsyah, di sela acara Ngobrol Etik Penyelenggara Pemilu dengan Media (Ngetren Media) Rabu (27/12/2023) di Jakarta mengatakan, pengaduan ini terkait pelaksanaan etika di setiap tahapan pelaksanaan Pemilu 2024.

    Pengaduan yang diterima DKPP, berasal dari masyarakat, peserta pemilu dan penyelenggara pemilu. Sedangkan pihak teradu adalah penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)

    “Baik dari pendaftaran calon, kampanye, pelaksanaan hingga penghitungan hasil Pemilu 2024,” ujar Tio.

    Baca: DKPP sidangkan 4 gugatan etik penyelnggaraan KPU

    Tio memaparkan, hingga 4/12/2023 tercatat ada 309 pengaduan dugaan pelanggaran etika yang diterima DKPP. Dari jumlah pengaduan ini yang dilanjutkan ke sidang pemeriksaan ada 121 perkara.

    Dari 121 perkara tersebut 118 di antaranya sudah ada keputusan dengan jumlah terlapor ada 455 orang.

    “Sebanyak 251 di antaranya direhabilitasi karena teradu tidak terbukti telah melakukan pelanggaran etik,” ujar Tio.

    Adapun sanksi yang dijatuhkan berupa 127 teguran tertulis, 4 pemberhentian sementara, 10 pemberhentian tetap, dan 7 dicopot dari jabatan.

    Baca: Aktivis 98 gugat pencawapresan Gibran

    Proses yang dilakukan DKPP terkait pengaduan yang diterima bisa dijelaskan sebagai berikut: semua laporan yang masuk akan dilakukan pemeriksaan berkas, jika lengkap lanjutkan verifikasi administrasi.

    Jika verifikasi administrasi dinyatakan lengkap maka akan dilanjutkan ke tahap verifikasi materi.

    Tio mengatakan, dalam prosesnya ada juga pengadu yang menarik laporannya ke DKPP

    “Jika penarikan dilakukan setelah laporan jalani verifikasi materi dan dinilai sudah memenuhi syarat, maka tetap lanjut ke sidang pemeriksaan,” imbuh Tio.

    Baca: Pasangan Prabowo-Gibran dinilai tak punya perspektif HAM

    Tio mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengupayakan kesetaraan DKPP dengan KPU dan Bawaslu, dan betul-betul mandiri. Karena saat ini keskretariatan DKPP masih berada di bawah Kemendagri.

    Tio menegaskan, selain menerima dan memproses pengaduan, DKPP juga melakukan penyidikan etik dan sosialisasi etik agar penyelenggara pemilu di semua lapisan mengedepankan etik.

    “Ini penting, agar penyelenggara pemilu memahami etika pemilu yang diatur dalam Peraturan DKPP,” ujar Tio.

     

  • ODGJ Jakarta Bisa Mencoblos di Pemilu 2024, Seperti Ini Mekanismenya

    ODGJ Jakarta Bisa Mencoblos di Pemilu 2024, Seperti Ini Mekanismenya

    7cloud.asia – Komisi Pemilihan Umum (KPUD) DKI Jakarta akan menyiapkan petugas khusus untuk mendampingi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang akan menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024.

    Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Jakarta Pusat Fitriani mengatakan, terkait dengan disabilitas ODGJ, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) Pemilu 2024 telah menyiapkan hal ini

    “Memang ada dua orang yang siap menjadi pendamping (bagi ODGJ yang akan memberikan suara di Pemilu 2024, red),” kata Fitriani di Jakarta, Jumat (5/1/2024) seperti dikutip Antaranews.com.

    Baca: Kampanye Pemilu 2024 harusnya menyangkut hal substantif 

    Fitri menyebut petugas yang mendampingi ODGJ saat pencoblosan Pemilu 2024 hanya bisa berlaku jika pemilih membutuhkan saja.

    Adapun mekanisme pencoblosan bagi ODGJ di Pemilu 2024 bisa dijelaskan sebagai berikut, pihak pemilih harus terlebih dahulu mengisi formulir pendamping.

    “Harus mengisi formulir pendamping, dan pendamping untuk pemilih disabilitas bisa juga berasal dari keluarga atau orang yang ditunjuk oleh pemilih,” ucap Fitri.

    Baca: DKPP terima 309 pengaduan pelanggaran etik terkait penyelenggaraan Pemilu 2024

    Lalu, pemilih disabilitas mental juga boleh memilih selama terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) dan memiliki KTP elektronik.

    Jika tidak memiliki KTP elektronik, maka bisa menggunakan surat rekomendasi dari dokter saat memilih.

    Sebelumnya, anggota Komisi A DPRD DKI Dwi Rio Sambodo meminta ODGJ didampingi saat hari pencoblosan Pemilu 2024 sebagai upaya pelayanan masyarakat.

    Baca: KPU digugat karena sahkan Gibran jadi cawapres

    “Perlu ada pembinaan, panduan, pedoman, dan pendampingan karena mereka tak sama seperti yang normal,” kata Rio usia rapat Badan Musyawarah DPRD DKI di Jakarta, Selasa (2/1/2024).

    Rio menuturkan para ODGJ memiliki hak suara dalam memilih sehingga perlu ada fasilitas yang mendukung kebutuhan mereka di tempat pemungutan suara (TPS) nantinya.

    Meski nantinya ditemukan ada hambatan, namun diharapkan pemerintah tetap memberikan upaya agar para penyandang ODGJ bisa tetap maksimal untuk dilayani.

    Baca: Jumlah pemilih disabilitas di Pemilu 2024 capai 1,1 juta orang

     

  • Prihatin dengan Kondisi Politik, Tokoh Lintas Agama Temui Wapres

    Prihatin dengan Kondisi Politik, Tokoh Lintas Agama Temui Wapres

    7cloud.asia – Sejumlah tokoh bangsa dan tokoh lintas agama yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menemui Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Jumat (12/1/2024).

    Koalisi tokoh-tokoh bangsa dan agama, seperti Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Quraish Shihab, Lukman Hakim Saifuddin, Karlina Rohima Supelli, Makarim Wibisono, Kardinal Suharyo, Pendeta Gomar Gultom, dan Alissa Wahid.

    Para tokoh membawa gagasan Gerakan Nurani Bangsa sebagai upaya menjaga dan merawat demokrasi di Indonesia.

    Wapres mengaku senang sekali karena masih banyak tokoh-tokoh yang mau berusaha untuk menjaga bangsa ini.

    “Andaikata sudah tidak ada, saya kira (keadaan bangsa Indonesia ke depan) akan lebih parah, karena tidak ada orang yang mau menyuarakan kebenaran dan kebaikan,” ujar Wapres.

    Baca: Wapres sebut Pemilu 2024 harusnya memilih pemimpin yang negarawan

    Pertemuan tokoh bangsa dan tokoh lintas agama dengan wapres ini didorong oleh keprihatinan dengan perkembangan kondisi politik jelang pelaksanaan Pemilu 2024.

    Para tokoh bangsa menilai telah terjadi fase kritis transisi kepemimpinan bangsa menjelang pelaksanaan Pemilu 2024.

    Di akhir pertemuan, GNB menyerukan pentingnya pelaksanaan Pemilu 2024 yang adil, jujur, dan bermartabat. Pertemuan yang dinamakan “Merdeka Selatan” ini menghasilkan sejumlah kesimpulan penting.

    Pertama, penekanan GNB bahwa Presiden dan Wakil Presiden, serta para pemimpin di cabang kekuasaan legislatif dan yudikatif, harus berlaku adil dan menjunjung tinggi kemaslahatan publik.

    Baca: PDI Perjuangan tak lagi di belakang berbagai langkah politik Jokowi yang ciderai konstitusi

    Kedua, GNB menyerukan agar pemilihan umum 2024 menjadi refleksi nilai-nilai demokrasi dan bukan sekadar kejadian politik saja.

    “Bukan hanya sebagai rangkaian perjalanan politik, tapi sebagai sarana untuk mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” demikian pernyataan para tokoh bangsa sebagaimana dikutip iNews.

    Ketiga, GNB menekankan pentingnya partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat untuk mengawal dan mengawasi pemimpin yang terpilih.

    Keempat, GNB juga mengingatkan kembali Lima Amanat Ciganjur yang disuarakan dalam peringatan haul ke-14 KH Abdurrahman Wahid pada 16 Desember 2023.

    Amanat itu menyoroti pemilu 2024 sebagai sarana untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan Ketuhanan.

    Baca: Tokoh bangsa ciderai kepercayaan rakyat

    Kelima, GNB juga menyoroti pentingnya penyelesaian kasus-kasus kebangsaan, seperti situasi di Papua, melalui dialog dan mediasi.

    Mereka mengajak semua calon pemimpin untuk menggunakan momen transisi kepemimpinan ini sebagai kesempatan untuk membuktikan nilai-nilai kepemimpinan luhur dan mengembangkan gagasan strategis untuk kehidupan bangsa.

    Gerakan Nurani Bangsa, dengan prinsip etis dan moralnya, berdiri sebagai suara penting di tengah transisi politik Indonesia.

    Mereka mengingatkan semua pihak tentang tanggung jawab kolektif dalam mewujudkan visi para pendiri bangsa: Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.

     

  • DPR: Petugas KPPS Harus Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

    DPR: Petugas KPPS Harus Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

    7cloud.asia – Tingginya kasus kematian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2019 lalu diharapkan tidak terulang di Pemilu 2024.

    Terkait hal itu, berbagai langkah antisipasi harus dilakukan sejak awal dengan mempersiapkan kesehatan dan keselamatan kerja bagi segenap petugas KPPS.

    Pada  Pemilu 2019 lalu, tercatat 894 petugas meninggal dunia dan 5.175 petugas yang sakit saat bertugas.

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati saat ditemui Parlementaria, Selasa (23/1/2024) meminta Pemerintah dan jajaran penyelenggara agar semua panitia pelaksana penyelenggara Pemilu dilindungi BPJS Ketenagakerjaan.

    Baca: Koalisi Pemilu Bersih nilai Jokowi telah melanggar UU Pemilu

    Proteksi BPJS ini, menurut Kurniasih, harus ada sampai ke level tempat pemungut suara atau TPS.

    Hal ini sudah menjadi wacana di Komisi IX DPR RI untuk mengusulkan agar semua panitia pelaksana penyelenggara Pemilu sampai ke level TPS ini harus ada proteksi.

    “Kita harus belajar dari kasus 2019, begitu banyak panitia teman-teman KPPS yang gugur karena tidak tertolong karena kelelahan menghitung suara dan sebagainya,” ujar Kurniasih di Komplek DPR Jakarta, Selasa (23/1/2024).

    Kurniasih menegaskan, meski Pemilu 2024 saat ini telah dibantu dengan sistem digital (Sirekap atau Sistem Informasi Rekapitulasi Suara) dan sebagainya, ia mewanti-wanti Pemerintah.

    Baca: Prabowo dilaporkan ke Bawaslu

    Ia menegaskan, semua pihak tentu berharap agar kejadian di Pemilu 2019 tidak terulang kembali dan sebisa mungkin tidak ada korban jiwa. Tetapi karena Pemilu 2024 ini lebih kompleks maka harus diantisipasi.

    “Dan satu-satunya perlindungan yang paling pas adalah memberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada semua petugas sampai di level TPS,” imbuhnya. 

    Kurniasih menekankan pentingnya skrining kesehatan yang dilakukan itu menjadi starting awal untuk bisa memberikan perlindungan kesehatan terhadap semua panitia sampai ke level KPPS ataupun di level TPS.

    Terkait anggaran, Kurniasih mengungkapkan bahwasanya Komisi IX sudah sejak lama tepatnya pada saat sebelum pembahasan APBN 2024 mewacanakan hal tersebut.

    Baca: Mahfud MD akan mundur secara baik-baik

    “Masalahnya pemilihan KPPS ini kan berlangsungnya sangat mepet sekali ya, sehingga akan diberikan kepada siapa? Itu permasalahan yang pertama,” tutur Legislator Dapil Jakarta II ini.

    Permasalahan kedua, sambungnya, adalah lembaga mana yang berhak menanggung anggaran dana BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

    “Kan BPJS Ketenagakerjaan kan harus ada pembayaran kan kepesertaannya ya, yang paling tepat ada di mana? ada di Kemendagri ataukah ada di KPU atau ada di mana? Nah ini harusnya sudah selesai,” tegasnya.

    Oleh karena itu, ia menyayangkan Pemerintah yang seolah tidak belajar dari kasus 2019. 

  • Acungkan Dua Jari dari Mobil Kepresidenan, Jokowi dan Bu Iriana Dilaporkan ke Bawaslu

    Acungkan Dua Jari dari Mobil Kepresidenan, Jokowi dan Bu Iriana Dilaporkan ke Bawaslu

    7cloud.asia – Jaringan Aktivis Nasional Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Ganjar-Mahfud (JARNAS GAMKI GAMA), Jumat (26/1/2024) mengadukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Bawaslu.

    Jokowi dinilai melanggar ketentuan Undang-undang no. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, salah satunya pasal 10 yang mengatur pembentukan tim kampanye pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden. 

    Jokowi dan Ibu negara Iriana tidak termasuk sebagai Tim Pemenangan Nasional Prabowo Gibran yang terdaftar di KPU.

    Tapi saat berada dalam Mobil Kepresidenan, pada hari Senin 22 Januari 2024, salah satu dari mereka menunjukkan “Pose 2 Jari” dari jendela.

    Baca: Koalisi Pemilu Bersih sebut pernyataan Jokowi bertentangan dengan UU Pemilu

    Hal ini dilakukan untuk membahas para pendukung Pasangan Ganjar-Mahfud yang meneriakkan “Hidup Ganjar.. Hidup Ganjar” saat iring-iringan rombongan Presiden lewat.

    Jokowi dan Irina yang berada dalam Mobil RI 1, mengacungkan dua jari dari jendela mobil kepresidenan. Ini merupakan simbol dukungan kepada Capres Prabowo/Cawapres Gibran yang ditetapkan KPU Nomor Urut 2.

    “Perbuatan Jokowi dengan menggunakan fasilitas negara berupa Mobil Kepresidenan dan Jokowi bukanlah Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Gibran adalah pelanggaran pidana UU Pemilu,” ujar Rapen Sinaga dari Jarnas Gamki Gama. 

    Jokowi dinilai melanggar pasal 73 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang melarang pejabat negara, pejabat daerah, aparatur sipil negara, pejabat struktural, dan pejabat fungsional, kepala desa/lurah mendukung satu pasangan tertentu.

    Baca: Prabowo juga dilaporkan ke Bawaslu

    Bunyi pasal 74 ayat (1) Pejabat negara, pejabat daerah, aparatur sipil negara pejabat struktural dan pejabat fungsional, dan aparatur sipil negara lainnya dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap Peserta Pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa Kampanye. 

    Sedangkan pasal 74 ayat (2) Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pertemuan, ajakan, imbauan, seruan, atau pemberian barang kepada aparatur sipil negara dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat

    Selanjutnya pejabat negara yang dengan sengaja membuat keputusan, atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta dalam masa kampanye, diancam pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp.36.000.000.

     

    Atas kejadian ini,  JARNAS GAMKI GAMA meminta Bawaslu untuk memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap Jokowi dan Iriana.

    Baca: TPN Ganjar-Mahfud kritik penyataan Jokowi

     

  • Festival Pemilu 2024 Ungkap Pendukung Belum Pahami Visi Misi Lingkungan Capres Cawapres yang Didukungnyaa

    Festival Pemilu 2024 Ungkap Pendukung Belum Pahami Visi Misi Lingkungan Capres Cawapres yang Didukungnyaa

    7cloud.asia – Festival Pemilu 2024 yang diinisiasi oleh Bijak Memilih dan didukung oleh pilahpilih.id mengangkat isu lingkungan.

    Festival Pemilu 2024 ini diisi dengan diskusi yang menghadirkan perwakilan dari tiga pasangan capres dan cawapres.

    Project Lead pilahpilih.id Elok F. Mutia mengungkapkan dalam panel tanya jawab Festival Pemilu 2024 terkait isu lingkungan dan transisi energi, perwakilan capres/cawapres belum mampu menunjukkan pemahaman yang mendalam.

    Dalam tanya jawab FestivalPemilu 202 ini mereka juga tak mampu menjawab keresahan pemilih muda tentang berbagai permasalahan lingkungan di Indonesia.

    Bahkan dalam dokumen visi misi para kandidat ada yang sudah menyebut penggunaan geothermal atau dengan panel surya, namun belum menyebutkan target yang jelas.

    “Kami ingin mereka menyebutkan target, iya transisi tetapi berapa jumlahnya,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (29/1/2024). 

    Baca: Riset Populix ungkap anak muda ingin pemimpin serius tangani isu lingkungan 

    Elok menyayangkan, visi misi lingkungan itu belum sepenuhnya dipahami oleh para juru bicara yang hadir.

    Masing-masing perwakilan partai pendukung capres-cawapres merupakan calon anggota legislatif dari partai pendukung.

    Dalam panel diskusi tersebut, mereka tidak menjabarkan secara mendalam agenda visi misi dari calon yang diusung terkait isu lingkungan.

    Elok mengatakan, hal ini membuktikan mengapa legislatif dan pemerintah jadi sering tidak sejalan dengan kebijakan lingkungan atau antar sektor.

    “Karena kadang ketika berbicara tidak selaras, karena agenda dan visi misi mereka tidak disampaikan dengan tepat kepada pendukungnya,” ungkapnya.

    Baca: Banyakan gimmick, isu lingkungan justru luput dibahas di debat capres

    Hadir dalam panel diskusi ini, Jazilul Fawaid dari PKB yang mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Ade Armando dari PSI pendukung paslon nomor urut 02.

    Sedangkan  Masinton Pasaribu dari PDIP yang mendukung paslon nomor urut 03.

    Gus Jazil mengatakan pihaknya menempatkan isu lingkungan sebagai isu yang penting.

    Hal itu terlihat dari berbagai kegiatan terkait kesadaran lingkungan yang telah digelar selama ini.

    “Dalam visi misi kami Keadilan Ekologis menjadi prioritas ketiga yang diusung. Debat kemarin Pak Muhaimin juga mengajak taubat ekologis untuk Indonesia yang mensuplai karbon, alam kita rusak,” ungkapnya.

    Sementara itu Ade Armando dalam kesempatan yang sama mengaku tidak bisa menjabarkan terkait dengan visi misi yang diusung khusus tentang isu lingkungan.

    Baca: Cawapres 02 dinilai abai terhadap akar masalah krisis iklim

    Namun, ia meyakinkan dari partainya ada sejumlah pihak yang merancang peraturan mengenai polusi, transisi energi, dan lingkungan hidup.

    “Ternyata buat anak muda isu lingkungan itu sangat penting dibandingkan ketika memperjuangkan korupsi, teman-teman lebih mendalam menghadapi masalah
    lingkungan, saya minta maaf tapi saya yakin PSI punya programnya,” katanya.

    Selanjutnya, Masinton menyebut bahwa mengatasi persoalan lingkungan hidup adalah tentang ideologi dan keberpihakan terhadap alam dan masa depan generasi.

    Ia mencontohkan di DPR ada Undang-undang Energi Baru Terbarukan, UU Minerba, UU Lingkungan hidup.

    “Ini harus dibedah sampai sejauh mana keberpihakan UU tersebut dalam melindungi lingkungan kita, sejauh mana UU itu berpihak kepada kepentingan hijau industri kita,” katanya.

    Baca: Sudahkah para capres dan pendukungnya peduli keadilan iklim

    Sebelumnya, survei daring yang dilakukan oleh pilahpilih.id terhadap ribuan pemilih muda dari seluruh provinsi mengungkap, 90 persen responden khawatir terhadap masa depan lingkungan.

    Survei yang sama juga menemukan bahwa isu lingkungan akan menjadi faktor kunci yang mempengaruhi pilihan anak muda dalam pemilu mendatang.

    Temuan di survei pilahpilih.id juga menunjukkan bahwa 87 persen pemilih muda merasa bahwa isu lingkungan belum cukup dibahas secara mendalam di berbagai diskusi politik menjelang pemilihan umum.

     

  • BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Saat Pencoblosan Nanti

    BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Saat Pencoblosan Nanti

    7cloud.asia – Pemilu 2024 akan digelar beberapa hari lagi. Potensi cuaca ekstrem diprediksi akan melanda wilayah Jawa Barat saat pencoblosan tanggal 14 Februari nanti.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan curah hujan tertinggi dan penduduk terpadat di Indonesia.

    BMKG memperkirakan puncak musim hujan di wilayah ini dimulai pada akhir Januari hingga Maret mendatang.

    Karena itu, Pemprov Jabar perlu melakukan sejumlah mitigasi untuk menghadapi cuaca ekstrem.

    Hal ini agar perhelatan Pemilu 2024 yang dilaksanakan pada 14 Februari mendatang dapat berjalan lancar di Jawa Barat.

    Baca: Cuaca ekstrem landa wilayah ini, waspada banjir

    “Kunjungan BMKG hari ini adalah untuk menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi puncak musim hujan yang di akhir Januari hingga Maret mendatang. Apalagi kita akan punya hajat besar, pemungutan suara Pemilu 2024. Tentunya kita berkoordinasi dengan Pak Gubernur, BPBD bagaimana upaya mitigasi agar curah hujan yang tinggi tidak menimbulkan bencana dan mengganggu hajat nasional kita,” papar Dwikorita.

    Selanjutnya perempuan yang akrab disapa Rita ini mengatakan pada musim hujan kali ini tidak ada anomali cuaca.

    Menurutnya musim hujan tahun ini berlangsung normal, sesuai dengan rata-rata klimatologisnya selama 30 tahun terakhir, dapat mencapai 400 milimeter dalam satu bulan.

    Meski normal, tetapi sesekali dapat terjadi hujan ekstrem ketika curah hujan dapat mencapai 150 milimeter per hari pada skala harian.

    Baca: Waspada cuaca ekstrem di puncak musim hujan

    Kondisi ini dapat menyebabkan banjir, banjir bandang dan tanah longsor jika tidak diantisipasi sejak awal. Karena itu, BMKG mengajak semua pihak untuk melakukan berbagai mitigasi bencana.

    Misalnya membersihkan saluran air atau drainase lingkungan, membersihkan sungai dari material sumbatan berupa batu, tanah, kayu, ranting pohon, dan sampah, yang dapat memicu terjadinya banjir bandang.

    Bencana ini sering terjadi terutama di daerah dataran rendah sekitar perbukitan, pada saat pasca kejadian gempabumi di musim hujan.

    Akibat gempa, kerap terjadi banyak titik longsor di lereng lembah-lembah hulu sungai di perbukitan.

    Material longsor beserta pohon-pohon dan tanah ataupun batuan yang terseret longsor akan mengendap di lembah-lembah sungai tersebut.

    Baca: Tanggul sungai jebol, banjir hingga 2 meter rendam rumah warga

    Hal ini mengakibatkan terbentuknya sumbatan yang membendung aliran air sungai di daerah hulu.

    Jika hujan turun selama berhari-hari, bendung tersebut akhirnya jebol karena tidak mampu menahan tekanan akumulasi air sungai yang terbendung.

    Akibatnya terjadi banjir bandang atau aliran debris dengan kecepatan tinggi ke arah dataran rendah di hilir.

    “Contohnya seperti banjir bandang yang terjadi di kawasan Braga beberapa waktu lalu yang diduga karena terjadi penyumbatan di sungai di daerah hulunya,” kata Rita.

    “Karenanya, untuk mengantisipasi kejadian tersebut berulang maka perlu dilakukan inspeksi sungai apakah ada sumbatan agar tidak menyebabkan banjir bandang,” tambahnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Andi Widjajanto: Jokowi Inginkan Prabowo-Gibran Menang dan Suara PDIP Turun di Pemilu 2024

    Andi Widjajanto: Jokowi Inginkan Prabowo-Gibran Menang dan Suara PDIP Turun di Pemilu 2024

    7cloud.asia – Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto blak-blakan soal rencana Presiden Jokowi terkait Pemilu 2024.

    Andi Widjajanto adalah mantan Gubernur Lemhannas dan merupakan “orang Jokowi” sejak 2014. 

    Andi Widjajanto pernah menjadi Deputi Tim Transisi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) setelah Pilpres 2014. Andi juga pernah menjabat Sekretaris Kabinet.

    Dalam podcast bertajuk Political Show CNN Indonesia yang dirilis Jumat (9/2/2024) malam ia mengungkap tiga hal yang pernah disampaikan Presiden Jokowi kepadanya terkait Pemilu 2024.

    Baca: Aktivis perempuan tolak penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Jokowi 

    Kepada host Rivana Putri, Andi Widjajnto bercerita dua hari sebelum Putra Jokowi, Gibran Rakabuming dideklarasikan sebagai cawapres Prabowo, ia dan beberapa orang lain dipanggil oleh Jokowi.

    Kepada semua yang hadir saat itu, Jokowi menyampaikan tiga hal penting terkait Pemilu 2024.

    Pertama, Prabowo-Gibran akan menang, lalu PSI akan masuk parlemen, dan ketiga suara PDIP akan turun di Pemilu 2024.

    “Kira-kira, Prabowo pasti menang, lalu PSI akan masuk parlemen, lalu yang nomor 3 suara PDI Perjuangan akan turun. Itu yang dinyatakan oleh Pak Jokowi, jadi di situ kemudian Pak Jokowi mengatakan ‘kalian hebat kalau nanti bisa mengalahkan saya’,” kata Andi menirukan ucapan Jokowi saat itu.

    Baca: Prihatin dengan kondisi demokrasi saat ini, aktivis Jogja gelar aksi jalan mundur 

    Andi Widjajanto mengaku tidak terlalu mempermasalahkan pernyataan Jokowi soal Prabowo akan menang dan PSI masuk parlemen.

    Namun, ia mempermasalahkan pernyataan ketiga Jokowi yakni soal suara PDIP akan turun.

    “Saya nomor satunya Prabowo menang saya enggak terlalu masalah, serius saya enggak terlalu masalah. PSI masuk parlemen saya juga nggak terlalu masalah. Tapi ketika Pak Jokowi mengatakan suara PDI Perjuangan turun, di situ saya masalah,” katanya.

    Menurut Andi, pernyataan itu bermasalah lantaran Jokowi masih berstatus kader PDIP. Andi mengaku hanya diam saat mendengar pernyataan Jokowi itu.

    Baca: Aksi mahasiswa tuntut pemakzulan Jokowi

    “Saya mengatakan, loh Bapak masih kader, dalam hati ya, bapak masih kader kenapa kemudian membuat rencana untuk menurunkan suara partai sendiri,” ujarnya

    “Saya diam saja, mendengar, selesai, saya pulang cenderung tidak mengatakan apa-apa,” imbuh Andi.

    Pernyataan Jokowi inilah menurut Andi Widjajanto yang membuatnya untuk mengambil jalan berbeda.

    Ditanya apa yang membuat Jokowi berubah, karena alasan personal dan bukan alasan idologis ataupun kebijakan. 

  • Suara Pemilih Muda: Jangan Ada Otoritarian Baru dan Jangan Banyak Gimmick

    Suara Pemilih Muda: Jangan Ada Otoritarian Baru dan Jangan Banyak Gimmick

    7cloud.asia – Mayoritas atau sekitar 54 persen pemilih di Pemilu 2024 adalah pemilih muda. Jadi berbagai cara dilakukan partai untuk menarik pemilih muda.

    Lantas apa yang manjadi fokus utama para pemilih muda? Dalam jajak pendapat yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada Agustus 2022, isu kesejahteraan masyarakat (44,4%) sebagai isu strategis yang menarik minat pemilih muda dalam Pemilu 2024.

    Dalam survei terhadap 1.200 responden berusia 17-39 tahun di 34 provinsi ini, lapangan kerja menempati posisi kedua (21,3%).

    Disusul kemudian dengan isu pemberantasan korupsi (15.9%), demokrasi dan kebebasan sipil (8,8%), kesehatan (6,2%) dan lingkungan hidup (2,3%) menyusul setelahnya.

    Sementara dalam survei online yang dilakukan Populix pada Agustus-September 2023 terhadap 1.000 responden berusia 17-39 tahun serta 16 focus group discussion online kecil yang melibatkan responden muda dari berbagai latar belakang, isu lapangan kerja berada di peringkat ketiga (68%) di belakang korupsi (76%) dan kemiskinan (73%) sebagai isu sosial-ekonomi yang harus ditangani presiden terpilih.

    Baca: Reaksi pemilih muda terhadap gimmick politik

    Isu Penting di Mata Pemilih Muda

    Shulhan Rumaru, 34 tahun, alumnus sekolah pascasarjana George Washington University jurusan manajemen komunikasi yang berasal dari Ambon, Maluku, menilai persoalan sesungguhnya dari isu ketenagakerjaan bukanlah jumlah lapangan kerja yang tersedia, melainkan distribusi pekerjaan itu sendiri.

    “Ketika lapangan kerja itu berpusat di ibu kota atau berpusat di Jawa, misalkan, itu kan tidak merata, karena teman-teman di luar pulau Jawa juga akan mengalami kesulitan untuk mendapat pekerjaan,” ujarnya saat berbincang dengan VOA Indonesia melalui Zoom (31/1).

    Saat ditanya apakah ia memiliki keprihatinan tersendiri yang diharapkan bisa menjadi fokus presiden baru nanti, ia menjawab, “konsolidasi demokrasi.”

    Shulhan, yang menjadi peneliti muda di The Political Literacy Institute di Jakarta, menyoroti karut marut proses pencapresan yang dinilai “mengobok-obok” Mahkamah Konstitusi, serta berbagai isu tidak substantif yang membanjiri perdebatan publik.

    “Jangan sampai nanti ke depan ada penggembosan demokrasi lagi, sehingga ada pelanggaran-pelanggaran yang mungkin tidak hanya etik, tapi lebih dari itu, menggembosi demokrasi itu sendiri,” kata Shulhan. “Jangan sampai ada ruang yang dibuka untuk terjadinya otoritarianisme baru.”

    Baca: Benarkah pencalonan Gibran demi kepentingan negara

    Sementara itu, bagi Ambika Putri, 29 tahun, mahasiswi S2 jurusan rancangan dan teknologi pembelajaran di Universitas Georgetown yang asli Sidoarjo, Jawa Timur, penegakan hukum merupakan isu paling penting yang harus diperhatikan presiden berikutnya.

    Kalau kita punya fondasi hukum yang jelas, ujarnya, tidak akan ada yang namanya persepsi, asumsi.

    “Karena selama ini (orang) selalu memandang kayak ‘oh ini udah biasa sih,’ akhirnya korupsi dan lain-lain itu kayak ‘ya udah sih, memang (akan) dihukum kayak apa,’” ungkap Ambika kepada VOA (31/1).

    “Tidak ada rasa takut, tidak ada rasa untuk menghormati apa yang mereka lakukan, karena mereka merasa kalau ‘toh (hukum) ini sudah tidak berfungsi,” tambahnya.

    Sedangkan bagi Pinandito Wisambudi, 28 tahun, mahasiswa S2 jurusan kebijakan energi dan iklim di Universitas Johns Hopkins yang berasal dari Depok, Jawa Barat, transisi energi adalah isu prioritas.

    Baca: Survei Populix ungkap 80persen anak muda ingin pemerintah serius tangani isu lingkungan

    Pada kesempatan yang sama, ia mengaku kecewa pada para cawapres yang dianggapnya gagal menyampaikan pesan penting isu tersebut dalam debat cawapres kedua 21 Januari lalu.

    “Saya agak menyayangkan, karena pesan yang tersampaikan itu lebih ke gimik-gimiknya para cawapres dibanding pesan transisi energinya, atau bagaimana mereka akan mencapai transisi energi nanti untuk Indonesia,” urai Tossy, sapaan akrab Pinandito, yang kini menjabat presiden Persatuan Mahasiswa Indonesia Seluruh AS (Permias) DC.

    “Ini masalahnya nanti untuk keberlangsungan Indonesia sebagai sebuah negara, karena kita salah satu negara yang terdampak perubahan iklim yang cukup besar.”

    Lain lagi dengan Nila Febrianti, 24 tahun, mahasiswi S2 Manajemen Komunikasi di George Washington University asli Baubau, Sulawesi Tenggara.

    Nila menggarisbawahi masalah ketimpangan akses pendidikan dan akses informasi – isu yang sangat dekat dengannya.

    Ia mengatakan, kualitas dari segi pendidikan, kemudian kebijakan publik yang ada di sana, itu masih belum terlaksana dengan baik.

     

    Baca: Keadilan iklim luput dari bahasan di debat capres

    “Implementasinya tidak seperti di daerah Pulau Jawa, karena aku ‘kan kuliah S1 di Jawa, tapi asal aku dari Kota Baubau. Aku mengalami ketimpangan itu yang sangat nyata, apalagi dibandingkan dengan di sini setelah aku pindah ke DC.”

    Ia hanya berharap program kerja presiden terpilih nantinya bisa diterapkan merata sampai ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

    Sumber: VOA Indonesia