IAI Jakarta Rekomendasikan 8 Langkah Cegah Banjir Besar Kembali Terulang di Jabodetabek

Written by

in

7cloud.asia – Banjir besar yang melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sejak Senin (3/3/2025) telah menyebabkan dampak ekonomi yang signifikan.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta memperkirakan total kerugian akibat banjir selama 3 hari ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp5 triliun.

Tak hanya merusak bangunan saja tetapi juga Ribuan toko ritel tutup, tempat usaha meliburkan pekerja, akses jalan macet, dan aktivitas bisnis lumpuh dan membahayakan nyawa warga setempat.

Menurut Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, fenomena banjir Jabodetabek bukan sekadar bencana alam tetapi juga akibat dari permasalahan tata kota dan perilaku tak ramah lingkungan yang sudah lama terjadi dan belum terselesaikan dengan baik.

Saat ini, kondisi lingkungan di hulu maupun di hilir telah mengalami kerusakan yang signifikan. Kawasan hulu yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air semakin berkurang akibat dari alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

Baca: Banjir Jabodetabek jadi bukti nyata ancaman krisis iklim

Sementara di bagian hilir, khususnya Jakarta, Bekasi dan Tangerang semakin padat oleh bangunan sehingga mengurangi daerah resapan air dan memperparah dampak banjir.

Karena itu dibutuhkan langkah serius untuk mencegah banjir kembali terulang di masa yang akan datang.

Ketua IAI Jakarta, Ar. Teguh Aryanto, mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat untuk saling membantu menangani banjir Jabodetabek.

Menurutnya, tanpa upaya menyeluruh dan berkelanjutan, banjir akan tetap terjadi di Jabodetabek setiap tahunnya.

“Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang erat dan keseriusan dalam implementasi solusi, masalah banjir dapat diatasi secara lebih efektif demi masa depan kota yang lebih baik dan berkelanjutan,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (12/3/2025).

Baca: Ribuan rumah di Jabodetabek terdampak banjir

IAI Jakarta merekomendasikan delapan hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan banjir di Jabodetabek, yaitu:

1. Perlindungan Daerah Hulu
Daerah hulu harus dijaga sebagai kawasan resapan air yang efektif. Penghijauan kembali, penghentian alih fungsi lahan yang tidak sesuai, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan harus menjadi prioritas.

2. Normalisasi Sungai dari Hulu hingga Hilir
Penanganan sungai harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya di Jakarta tetapi juga dari sumbernya di hulu hingga ke hilir. Upaya pengerukan, pelebaran, dan perbaikan sistem drainase perlu segera dilaksanakan.

3. Perbaikan Tata Kota
Kesalahan dalam perencanaan tata kota yang menyebabkan penyempitan aliran air dan berkurangnya area resapan harus segera dibenahi. Penegakan aturan pembangunan harus dilakukan secara tegas untuk mencegah pelanggaran lebih lanjut.

4. Pembangunan Waduk dan Taman Tampung Air
Untuk mengurangi dampak banjir, perlu diperbanyak waduk dan taman yang mampu menampung air hujan dan mengurangi aliran air permukaan.

Baca: Tren bencana banjir di Indonesia makin mengkhawatirkan

5. Penambahan Area Resapan Air
Pembuatan sumur resapan, penggunaan material perkerasan yang lebih ramah lingkungan, serta penerapan konsep kota hijau perlu diperbanyak agar air dapat terserap ke dalam tanah dengan optimal.

6. Pola Hidup Vertikal dan Desain Rumah Panggung
Kajian dan implementasi pola hidup vertikal di Jakarta harus mulai dilakukan secara serius sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

Selain itu, desain rumah panggung yang lebih adaptif terhadap banjir perlu diperkenalkan dan diterapkan secara lebih luas.

7. Perbaikan Tata Laku Masyarakat
Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat penting. Masyarakat perlu lebih disiplin dalam membuang sampah, menjaga kebersihan, serta mematuhi aturan pembangunan agar tidak memperburuk kondisi tata ruang kota.

8. Mitigasi dan Penanganan Pasca Bencana
Pemerintah dan masyarakat harus memiliki sistem mitigasi yang baik, termasuk kesiapan dalam menghadapi banjir serta langkah-langkah pemulihan pasca bencana agar dampaknya dapat diminimalisir.

Baca: Alih fungsi lahan di kawasan hulu disorot pasca banjir Jabodetabek

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *